I WANT YOU (PART 2)

I WANT YOU (PART 2)
Episode 39



Axel semakin kuat menggenggam tangan gadis itu, membuatnya merasakan nyeri, entah karena efek apapun, yang jelas saat ini ia begitu lemah. Keysa meringis merasakan kekuatan Axel.


"aarrkkhh, sakit Axel."


Dan kembali suara itu terdengar, bahkan sekarang lebih jelas, sangat jelas hingga Leana pun yang berada di sampingnya bisa mendengarnya. Secara bersamaan Axel dan Leana membuka mata, pandangan kedua nya langsung tertuju pada gadis yang kini juga melemparkan pandangan pada mereka berdua.


"KEYSA. !!!"


Ucap keduanya berbarengan. Tanpa sadar Axel segera melepaskan tangannya, ia cukup syok, matanya tak berkedip. Jantungnya berdebar tak karuan, menyaksikan seseorang


yang sudah divonis meninggal tiba tiba saja meringis merasakan sakit. Tak jauh berbeda dengan Axel, Leana juga terkejut. Ia mundur satu langkah, dengan nafas yang tak beraturan.


Rio dan Ken yang mendengar mereka menyerukan nama Keysa dengan nada tak lazim akhirnya bangkit, berjalan perlahan mendekati ranjang dan merasakan keterkejutan yang tak jauh berbeda. Ini adalah situasi yang kikuk.


"Kalian baik baik aja? apa ada yang salah.?


Sadar akan situasi yang aneh, Keysa sama sekali tak tahu, bahwa beberapa menit lalu ia sudah dinyatakan meninggal.


Harus senang kah karena Keysa masih hidup, atau takut kah, karena ada mayat hidup. Rio meraih pergelangan tangan Ken, menggoyang goyangkannya, dengan mata yang juga masih menatap pada gadis itu.


"Ken... Ken ayo pukul gue Ken. Buruan Ken."


Perintah konyol dari Rio sontak membuat semua orang melihat ke arah Rio dan Ken.


"Kamu, udah gila?"


Tanya Ken tak percaya, baru saja ia dipukuli habis habisan, dan sekarang orang yang memukulinya malah minta di pukul balik.


"lo nggak usah banyak tanya. Pukul gue buruan."


Rio bersikukuh. Baiklah, tak ada pilihan lain. Ken langsung saja melayangkan tangannya dan


...bug....


"Arrrkkhhh,"


Pukulan yang tepat mengarah pada wajah Rio membuat nya meringis.


"Sakit ****..." Gerutu Rio. Selang beberapa detik, tiba tiba saja gerutunya kini berubah menjadi satu ukiran senyum, sakit yang dirasakannya dari pukulan Ken menyadarkan nya akan satu hal yang lebih penting. Ini bukan mimpi, ini dunia nyata. Ini dunia nyata dimana harapannya ternyata benar benar terjadi, keajaiban dan mukjizat yang benar adanya kini berada di depan mata.


"Gue nggak mimpi. Ini nyata, ini bener bener nyata Keysa masih hidup. Keysa masih Hidup. KEYSA LO MASIH HIDUP"


Rio langsung melompat menangkap tubuh gadis yang sejak tadi tersenyum dalam hati, melihat tingkah Rio.


"Arrkkhh pelan pelan Ri. Sakit..."


Seru Keysa. Tapi tentu saja rasa sakit ini tak sebanding dengan kebahagiaanya bisa kembali melihat Rio ada di hadapannya.


"Lo balik lagi Key. Lo balik lagi, gue tahu, gue tahu Tuhan nggak mungkin misahin lo dari gue."


Leana tak percaya dengan apa yang dilihatnya perlahan ia mendekat, meneliti dengan jelas, meneliti setiap details pada garis wajah yang masih pucat, tapi nampak hidup.


Tanpa basi basa lagi, ia juga ikut memeluk Keysa. Menumpahkan segala sedih dan ketakutannya yang menjadi lega.


"Key lo hidup lagi Key. lo Hidup, maafin gue key maaf. Jangan pergi lagi Key."


Satu lagi kebahagian yang diterima gadis ini. Setelah sekian lama,ia bisa melihat Leana alias sahabatnya , merasakan pelukannya, merasakan keluh kesah nya. Merasakan lagi kekhwatirannya.


Panggilnya masih dengan suara perlahan.


"Iya ... iya Key, kenapa, lo sakit. Ada yang sakit?"


Terlihat jelas Leana sangat cemas dan bahagia. Keysa menggeleng gelengkan kepalanya.


"Lo kok bisa disini? Lo kawatir sama gue? Apa lo takut kehilangan gue?"


"Sangat."


Jawab Lea dengan cepat.


"Sangat kawatir. Gue takut. Gue bener bener takut kehilangan Lo."


"Apa artinya, Lo udah maafin gue. Kita bisa jadi sahabat lagi kan. Lo nggak marah lagi kan, nggak akan selek sama gue lagi kan Lea.."


Leana terdiam. Perkataan Keysa begitu menyayat hati, jadi sampai saat ini Keysa masih mengira ia marah, masih berharap hubungannya kembali seperti dulu. Ohhh betapa bodohnya Leana sekarang. Membuat masalah di dalam sebuah masalah.


"Axel, Lea kita nggak perlu saling diem dieman lagi kan. Kita masih bisa kaya dulu kan."


Air mata Leana menetes, ia tak sanggup. Sungguh, ia tak tahu harus bagaimana, menghadapi Keysa jika tahu apa yang telah di lakukannya.


"Ahhh ehmmm gue, gue akan panggil Dokter Nita sekarang, sebelum mereka mengira kalau Keysa bener bener meninggal."


Leana bergegas meninggalkan ruangan. Dengan rasa haru, dengan rasa takut. Memanggil Dokter hanya sebagai alasan, agar ia bisa menjauh dari situasi ini. Semakin lama ia tak sanggup mendapat tatapan polos dari gadis itu. Tatapan lugu yang penuh harap, tanpa tahu siapa serigala berbulu domba yang telah memeluknya.


Sepasang mata rapuh gadis itu, kini menangkap sosok pria di tepian ranjang. Yang sejak tadi tak bersuara. Hanya melihatnya tanpa berkedip, hanya merasakan degup jantung, yang lebih cepat dari seorang pelari maraton.


Sedikit demi sedikit, perlahan lahan. Ingatan itu muncul, ingatan rasa sakit sebelum sempat ia bertemu dengan kedua orang tuanya, sebelum sempat ia bertemu dengan Reno. Kenyataan pahit yang disangkalnya, namun tetap teringat. Beberapa jam penuh jerit tangis dan penderitaan yang membuatnya tak ingin membuka mata. Orang itu ada di hadapannya. Ia ingin berteriak, tapi tak bisa. Terlalu lemah atau terlalu sakit mungkin, membayangkan semua orang di dalam ruangan ini sudah tahu. Sudah tahu apa yang hilang pada dirinya.


"Kamu...."


Telunjuk Keysa menunjuk ke arah pria yang tak juga berani menggerakan bibir.


Rio dan Axel paham dengan siapa yang Keysa sebut dengan 'kamu'.


"Lo inget sesuatu Key?"


Tanya Rio hati hati.


"Aku inget. Aku inget. Dia.. dia yang bikin aku kaya gini. Dia yang ancurin hidup aku."


Keysa yang tadinya begitu lemah mendadak emosi.


"Suruh dia pergi Rio, suruh dia pergi. Jangan biarin dia ada disini. Axel tolong usir dia."


Sepertinya kondisi Keysa memburuk setelah melihat Ken.


"PERGI KAMU DARI SINI. PERGI.... AKU NGGAK MAU LIAT KAMU LAGI. PERGI...."


***


Belom greget ya. Nanti deh ya, masih di simpen dulu di otak.


Budayakan like dan comment serta vote nya ya. Yang mau buka lapak di comment mangga, tapi hargai author juga ya, dengan jempol dan love nya. Terima kasih 😁