I WANT YOU (PART 2)

I WANT YOU (PART 2)
Episode 21



Ken menatap wajah Keysa lekat yang sekarang penuh keringat dingin. Ia menarik nafas panjang. Keysa sangat cantik, dan wangi tubuhnya memang bisa membuat mabuk. Apalagi dalam keadaan seperti ini. Tapi bukan ini yang ia mau, bukan ini rencananya. Ini sudah melenceng dari apa yang di harapkan.


"Huuuhhhhhhhhmalah Ken melepaskan Keysa ia mundur selangkah, memberikan jarak agar Keysa bisa bernafas. Lalu ia meraih tubuh gadis itu kembali, membawanya dalam pelukan hangat, yang lebih lembut, dan jauh lebih baik, juga jauh berbeda dari sikapnya tadi dan Keysa bisa merasakan perbedaan itu.


"Maaf"


Kata Ken.


"Aku belum pernah serius menjalin hubungan dengan perempuan manapun. Semua hanya sekedar datang dan pergi. Tapi kamu beda, Aku nggak bisa nahan diri aku. Aku cemburu, harusnya aku yang ada di samping kamu, yang beri semangat, beri suport. Maaf kalau aku berlebihan."


Haruskah Keysa merasa senang, iba atau sedih. Ini memang salahnya. Ia harus bisa menjaga jarak dengan pria lain. Tapi Rio itu berbeda, ia tak mungkin menjauh dari pria itu. Tapi saat ini iya harus mengiyakan apapun yang dikatakan Ken.


"Aku... aku juga minta maaf Ken akuuu...


Ken menutup mulut Keysa dengan tangannya.


"Nggak kamu nggak salah. Aku udah keterlaluan. Please iam sorry my swetty."


Keysa menggangguk dalam pelukan pria itu. Ia bisa merasakan, mungkin Ken memang tulus. Mungkin Pria ini benar benar akan membuat hubungan serius yang lebih baik, mungkin ini saatnya Keysa memulai kehidupan baru yang jauh dari masa lalu. Ken melepaskan pelukannya,dan merapikan rambut Keysa yang berantakan.


"Aku udah bikin pacarku berantakan ternyata."


"Jangan kaya gini lagi ya"


Kata Keysa.


"Iya."


"Janji."


***


"Ini parah. gluk gluk gluk"


Gerutu Rio sembari meneguk minuman. Ia sendirian di tengah hiruk pikuk tamu yang lalu lalang dan menunjukan tawa palsu. Ya jelas, pesta kalangan atas di penuhi dengan kerlap kerlip ajang penyombongan diri.


"Biasanya gue sama Keysa, jadi sorotan pasangan paling kece di tiap acara, meskipun dia bukan pacar gue. Tapi sekarang gue malah kaya jomblo ngenes, diem, sendirian, di pojokan kaya sikat wc."


Rio sibuk membolak balik layar ponselnya. Ia malas berbaur di antara orang orang yang penuh drama saling tersenyum tapi mengejek dalam hati.


"Rio... ini lo?"


Rio mengalihkan pandangan pada gadis cantik yang menyapanya.


"Lea.. kok lo bisa...


Rio berpikir sejenak, ini adalah acara orang orang berkelas. Tak perlu heran mereka bertemu. Ini bukan takdir.


"Kok nggak jadi ngomong?"


Tanya Lea mendapati Rio yang tak meneruskan kalimatnya.


"Nggak papa. Btw lo cantik."


"Really? Hah semua cewek pasti lo bilang cantik. Oh iya, mana cewek lo?"


Rio mengangkat sebelah alisnya. Isyarat tak mengerti apa yang dikatakan Lea.


"Ya itu, si Key....


Belom sempat Lea meneruskan kalimatnya. Ia melihat Keysa dari kejauhan. Sebuah tangan melingkar di pinggangnya yang ramping, perawakan pria jangkung yang tak mungkin biasa biasa saja menurutnya.


"Pfffttt hahaha. Sumpah ya, gue bener bener ngeremehin anak itu."


Gerutu Rio


"Oh Good, lo bener bener berubah. Lo seorang Rio, bisa diginiin sama Keysa. Lo ada disini sendirian dan Keysa di sana sama pria lain. Nice"


Rio mulai bisa menangkap maksud gadis itu. Jadi ia masih salah paham dengan apa yang terjadi di acara reuni mereka.


"Oh, atau lo ini cuma selingkuhan? pelampiasan? mainan. Hahaha. Sekarang super star si playboy kampus jadi Bucin."


Haddeeuh ini si Lea jadi bawel gini. Heran kenapa dulu gue bisa kesemsem sama dia. cantik sih. Tapi gue jadi males ladenin dia sekarang.


Leana mengalihkan kembali pandangannya pada Keysa yang ternyata masih ada di tempat semula. Tatapan mereka saling bertemu. Sungguh hingga saat ini gadis itu masih merasakan apa yang namanya sakit karena dikhianati, apalagi oleh sahabat sendiri. Dan terpikirlah sesuatu yang membuat gadis ini merasa agak senang, ide brilian yang mungkin membuat 5 persen kekesalannya hilang. Dan sisanya kita pikirkan nanti.


"Rio... ikut gue sebentar ya."


"Tapi kemana?"


"ya pokoknya ikut sebentar"


Leana menarik tangan Pria itu, membuat mereka menjauh dari keramaian. Melihat keakraban mereka berdua dari kejauhan seperti ada sesuatu dalam hatinya. Seperti ada sedikit rasa luka.


"Ehm Ken, aku ke toilet dulu ya. Sebentar."


"Mau aku anter."


"Nggak nggak, kamu lanjut ngobrol aja. Aku cuma sebentar. Kamu jangan kemana mana oke. Aku akan balik lagi kesini.


***


Leana menbawa Rio ke tempat yang lebih sepi dan hampir tak ada siapa pun disana. Masih berada di satu atap yang sama.


"Lo ngapain sih bawa gue kesini."


"Ya...ehm nggak papa iseng aja. Disana berisik, kita kayanya udah lama nggak ngobrol."


Well gue yakin mereka bukan sekedar teman. soo kalau perkiraan gue bener...


Leana mengeluarkan Cermin dari dalam tas kecilnya. Dan ia tersenyum ketika mendapati apa yang di harapkannya terjadi.


Bagus, kita lihat sesakit apa lo setelah ini.


Leana berjinjit dan melingkarkan kedua tanganya di leher pria yang kini semakin heran dengan tingkahnya. Ia mengangkat tangannya bermaksud untuk melepaskan Leana. Tapi gadis itu malah semakin erat dan semakin dekat.


"Jangan di lepas. Sebentar aja, apa lo nggak kangen sama gue.?"


ini cewek kenapa sih.


Leana memajukan wajahnya, dan dengan lembut mencium bibir pria itu, Rio terkejut ia bisa merasakan deru nafas Leana yang begitu dekat, kedua mata Gadis itu terpejam. Meski tak ada rasa lagi, Di cium tiba tiba oleh gadis cantik, bagaimana mungkin rasanya biasa biasa saja. Tapi tidak dengan Rio. Dia hanya diam, ia tak membalas ataupun melepaskan.


Dari kejauhan ada hati yang menangis pilu dengan keadaan ini. Ada rasa penyesalan kenapa ia harus mengikuti nalurinya untuk melihat semua ini. Tanpa terasa air matanya jatuh. Ini kesalahan, bukankah ia tahu pria ini bukan hanya pernah melakukan ini dengan satu wanita, bukankah komitmen mereka hanya sebatas sahabat.


Jadi apa ini yang Rio rasain saat tahu gue sama Ken. Apa sesakit ini atau lebih sakit dari ini. Ini salah, gue dan Rio nggak ada hubungan apapun. Gue ... gue.. nggak cinta sama Rio. Nggak...


Ya Tuhan, kenapa aku jadi egois.


--------


Kumat lagi lah tuh penyakit plin plan si Kekey. Jangan lupa like nya ya. kasih vote dan mohon sarannya juga.


terima kasih.