I WANT YOU (PART 2)

I WANT YOU (PART 2)
Episode 28



Dengan langkah yang tergesa gesa Leana masuk ke dalam Klinik yang nampaknya cukup besar. Ia berhenti di meja resepsionist dan langsung menanyakan siapa yang kini sedang dicarinya.


"Malem Suster."


"Ia selamat malam mba."


"Sus saya cari pasien atas nama Keysa Nadira Putri, belum lama ini dia dibawa kesini."


"Maaf mba, tapi belum ada pasien dengan nama yang tadi mba sebutkan."


Hah, mana mungkin. Tadi Ken bilang dia bawa Keysa ke klinik Dr.Nita. Atau dia daftar pake nama lain.


"Ehm, kalau atas nama Ken atau Kenzi mungkin?"


"Nggak ada juga mba. Tapi tadi ada pria yang bawa perempuan pingsan. Dia juga belum sempet daftar tapi sudah ditangani lebih dulu. Siapa tahu dia yang mba maksud."


"Oyah, kalau gitu dia dimana suster?"


"Dari sini mba tinggal lurus lalu belok kiri."


Leana berlari mengikuti arahan suster itu tanpa meninggalkan sepatah katapun. Tak lama kemudian, benar saja. Dari kejauhan ia bisa menangkap sosok jangkung yang sudah sangat jelas nampak frustasi. Ia semakin mempercepat langkahnya dan menghampiri pria itu.


"Ken..."


Panggilnya lirih.


Mendengar suara Leana Ken pun berbalik.


"Lea, ini gimana le. Sumpah aku nggak bermaksud kaya gini. Aku bingung. Aku stress mikirin ini semua. Rasanya aku kaya orang gila tahu nggak?"


" Udah. Sekarang lo jelasin ada apa? Kenapa lo bisa sampe bawa dia ke klinik."


"Aku nggak tahu. Aku cuma tahu ada darah, banyak darah dan."


Dari pernyataan Ken, Leana sudah bisa menebak sesuatu yang membuatnya terkejut, tanpa perlu penjelasan.


"Lo tidurin Keysa?"


Ken tak menjawab. Tapi diamnya pria itu sudah bisa membuat Leana mengerti, dugaannya benar.


"Jadi bener?"


Dan kembali Leana meyakinkan sesuatu yang tak mendapat jawaban berarti.


"Ahhh shhitt lo udah gila.  Wah lo nggak waras. Sumpah lo sakit jiwa Ken. Lo sakit."


"Berenti omong kosong. Ini juga salah kamu."


"Eh, gue cuma minta lo pura pura bikin foto supaya dia putus sama Rio. Kita punya satu tujuan yang sama, lo balesin dendam ade lo, dan gue balesan dendam gue.Tapi kenapa lo malah beneran. Asli, lo dalam masalah besar."


Sepertinya mengundang Leana bukanlah ide bagus, ia bukannya menenangkan Ken, malah membuatnya semakin frustasi.


"Aku mabok Lea aku mabok. Jadi aku juga hampir nggak sadar. Saat ngelakuin itu."


"Ohh dan ternyata lo lebih **** lagi. Lo kesana dalam keadaan mabok?"


"Kamu nggak tahu, rasanya tertekan antara perasaan tanggung jawab seorang kakak dan... dan pokoknya dengan minuman itu aku lebih berani kan?"


Ken tak melanjutkan apa yang dikatakannya. Bukan suatu kewajiban jika ia harus menjelaskan perasaannya pada Keysa.


"Iya, saking beraninya lo liat ini yang terjadi. Lo siap siap aja. Sebentar lagi akan ada berita viral. Seorang pimpinan sekaligus pemilik Hotel Berlian terlibat skandal pemerkosaan yang menewaskan korban. Ini kriminal Polisi juga akan bertindak."


Demi Tuhan Ken sudah tak bisa sabar dengan semua ucapan yang dikeluarkan gadis itu. Dengan sekali gerakan, Ken meraih leher Leana mendorong gadis itu, membuatnya semakin mundur dan terdesak pada dinding, nafasnya sesak merasakan lehernya dicekik.


"Hookkkhoo oohhokk Ken ... lo"


Suara Lea tersengal sengal. Ia berusaha melepaskan  tangan Ken. Tapi benar benar sulit.


"Lo denger ya. Kalau sampe terjadi apa apa sama Keysa. Lo juga yang akan gue seret. Lo harus inget. Ini semua ide lo. Ide lo."


Ken melepaskan Leana. Ia juga tak ingin menambah masalah baru dengan menyiksa wanita ini. Leana mengambil nafas, menstabilkan paru parunya.


"Oke sekarang dimana ade lo itu hah?"


"Nggak, stella nggak boleh tahu. Dia nggak perlu tahu apa apa."


"Ya tapi kan...?"


Leana berhenti bicara setelah melihat pintu terbuka. Begitu pula Ken, yang kini nampak ingin sekali mendesak Dr.Nita untuk mengetahui keadaan Keysa.


"Ken."


Panggil Dr.Nita.


"Ah.. Nita. Nita gimana keadaan Keysa. Gimana."


"Bisa kamu ikut ke ruangan aku. Kita harus bicara."


Ken memberikan isyarat pada Leana untuk tetap diam dan menunggunya disini. Leana memang memangguk, tapi mana mungkin dia akan menurut. Tentu ia ingin tahu dan harus tahu apa yang terjadi. Dengan langkah perlahan ia mengikuti mereka.


Ken duduk berhadapan dengan Dr. Nita. Tapi ia tak bisa membaca arti dari raut wajah serius wanita itu.


"Nita, Kenapa kamu serius gitu. Keysa baik baik aja kan. Nggak ada hal serius kan?"


"Dia pacar kamu?"


Tanya dokter Nita.


Ken terdiam sejenak, tak ada pilihan lain. Ia harus berkata Keysa adalah kekasihnya, akan lebih buruk lagi jika Nita tahu Ken melakukan itu pada gadis yang sudah tak memiliki hubungan apapun dengannya.


 


"Ya, dia pacar aku. Namanya Keysa.


Jawab Ken Tegas.


Leana menempelkan telinganya pada pintu ruangan Dr. Nita. Tapi ia tak bisa mendengar apa apa. Ia juga tak bisa melihat apa apa karena setengah dari ruangan itu tertutup tirai. Alhasil ia tak bisa menahan lagi. Ia membuka pintu itu sepelan mungkin, dan menutupnya perlahan juga. Nampaknya keseriusan Ken dan Dr Nita juga membuat Leana lebih mudah. Kali ini Leana ada di balik tirai dan bisa mendengar lebih mudah.


"Oke sekarang kamu dengar baik baik, pacar kamu yang bernama Keysa itu, terkena vaginismus. Kamu masih inget kan.?"


Benar benar, seperti di sambar petir benarkah apa yang dikatakan Dr.Nita itu?


"Apa?, itu nggak mungkin Nit. Keysa itu bukan anak di bawah umur."


"Vaginismus terjadi karena kondisi organ intim pasangan yang belum siap. Selain itu dia juga mengalami apneu dehidrasi dan kehilangan banyak darah. Beruntung stok darah disini masih ada, perawat sekarang sedang melakukan tindakan transfusi."


Ken tertunduk, ia benar benar tak habis pikir. Bagaimana mungkin ia bisa membuat Keysa jadi seperti. Kemana akal sehatnya?


"Ken, ini kedua kalinya aku harus terlibat dalam kasus yang sama dan karena kamu. Ada apa sama kamu. Apa yang harus aku bilang kalau sampe om dan tante tahu anaknya...


"Apah? Lo udah dua kali merkosa cewek dan bikin mereka meninggal?"


Leana yang sempat menguping terkejut dengan apa yang didengarnya. Ia membuka tirai dan membuat semua pandangan mengarah padanya.


"Kamu ngapain disini. Bukannya tadi udah di bilang tunggu aja disana?"


"Loh gue berhak dan harus tahu. Tapi gue masih nggak habis pikir. Lo bisa bisanya sama mereka..."


"Yang kamu maksud mereka itu siapa. Nggak ada yang meninggal, Keysa masih hidup dan akan selamat. Ngerti"


"Sudah cukup. Aku nggak mau kalian ribut disini. Ken, yang jelas ini adalah terakhir kalinya aku bantu kamu. Setelah ini kalau ada kasus serupa dan terlebih lagi karena kamu. Aku angkat tangan. Nama baik klinik, dan ijin praktek ku sebagai dokter, bisa dicabut.


"Oke oke sekarang apa yang harus aku lakuin"


***


Buat yang kangen sama Leana, mungkin sekarang dia akan sering muncul. Jadi tetep semangat? like vote dan comentnya oke. bye