
...♡...
...ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH....
...♡...
...JAWAB GUYS, KARENA MEMBALAS SALAM ITU WAJIB....
...♡...
...KEBAHAGIAAN DAN KESEDIHAN BISA DATANG SECARA BERSAMAAN. BISA SAJA PADA SAAT SENANG SEORANG MANUSIA MENANGIS. KARENA KESEDIHAN YANG TERAMAT MENDALAM DARI PADA KEBAHAGIANNYA DATANG BERSAMAAN DENGAN KEBAHAGIAANNYA....
...《♡HATE WILLINGNESS♡》...
Tiba-tiba Hp Fadli berbunyi, bertanda telfon masuk. Aku pun beranjak mengambil Hp Fadli. Ku lihat siapa yang menelfon Fadli. Handphone Fadli menunjukan sebuah nama 'mama'.
DEG
Mama? Aku harus gimana? Mama Fadli video call Fadli.
Aku menatap Fadli.
Terlihat Fadli menutupi matanya dengan lengannya.
《~》
" Siapa itu, Han? Kok dari tadi tidak di angkat? " Tanya Fadli, tiba-tiba.
Aku sedikit tersentak. Tak ku sangka dering ponsel ini mengganggu Fadli.
" A-anu. I-itu. Ma-mama kamu ne-nelpon. " Jawab ku, gagap, sembari memberikan Hp Fadli ke Fadli.
Fadli menunjukan hawa dinginnya. Membuat diri ku menunduk. Tak berani menatap Fadli.
" Aku keluar dulu. " Dingin Fadli.
" I-itu. Aku pengen denger suara mama kamu. Tolong di sini aja. Aku gak bakal ngeluarin suara sedikit pun. Janji. Pliss. " Mohon ku.
Aku sangat ingin mengetahui salah satu keluarganya Fadli. Tapi, aku harus sadar diri. Aku adalah perusak kehidupan Fadli yang sempurna. Aku hanyalah parasit buat kehidupan Fadli yang sempurna itu. Aku hanyalah istri sirih Fadli. Istri yang sangat dikit orang yang mengetahui adanya diri ku di kehidupan Fadli. Aku tidak dapat mengetahui salah satu keluarga Fadli, seorang pun.
Fadli menghela nafas kasar sejenak.
Fadli pun mengangkat video call mamanya.
" Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh, ma. " Salam Fadli.
" Wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh, Fad. " Balas mama Fadli.
DEG
Suara yang begitu lembut. Suara yang membuat orang tak tega untuk mengecewakannya. Ingin rasanya berbakti kepada pemilik suara itu. Mungkin saja surga ku terdapat pada pemilik suara itu.
Tak tega sekali diri ku. Bila mama Fadli mengetahui bagaimana kehidupan Fadli kini. Kehidupan yang pastinya dapat mengecewakan mama Fadli. Tak terbayang seperti apakah kecewa mama Fadli.
" Ada apa, ma? " Tanya Fadli to the poin.
" Kamu kelihatan lemas nak. Apa kamu sedang sakit? Sudah minum obat atau belum, nak? Harusnya mama rawat kamu sekarang. Pasti kamu kesakitan. Mama pulang ke Indo ya? " Cerocos mama Fadli.
Aku mencoba mendekatkan diri ku. Agar dapat melihat wajah mama Fadli. Namun, berusaha agar tidak tertangkap oleh kamera Hp Fadli.
DEG
Ini kali pertama aku melihat mamanya Fadli. Rasanya seluruh tubuhku bergetar.
Maafin aku, bu. Saya sudah menghancurkan masa depan anak ibu. Maaf kan saya bu.
Wajah terlihat sangat lembut dan suci bagai tak tersentuh sedikit pun debu dunia. Wajah yang sangat sulit untuk di sakiti. Wajah yang sangat cantik. Beliau bagaikan pahatan sempurna bidadari surga. Meski aku tak pernah melihat seperti apa bidadari surga itu.
Ingin sekali aku bersujud di depan beliau. Seperti seorang anak yang meminta maaf kepada sang ibu. Atau, seperti menantu yang meminta restu ke mertuanya. Doa, restu, dan ridho allah berada di kedua orang tua, tak lupa kedua orang tua pasangan.
" Gak usah, ma. Aku sudah lebih baik. Aku juga tidak sendiri di sini, ma. Ada yang merawat ku. Mama fokus kerja aja. Biar mama bisa kasih waktu luang buat anak mama. Percuma juga mama pulang. Belum saja sampai di depan kamar Fadli, mama sudah kembali lagi ke luar negri. " Dingin Fadli.
Aku meyakini bahwa hubungan Fadli dan orang tuanya sangat renggang.
" Maafin mama, nak. Mama bener-bener sibuk, nak. Kamu tahu kan, nak. Harusnya kamu marah sama papa kamu. Papa kamu bahkan tidak pernah pulang sama sekali. Papa kamu terlalu cinta sama pekerjaannya. " Salahkan mama Fadli.
Wajah Fadli terlihat sangat tidak bersahabat.
" Nak, jangan bicara seperti i- Nak, mama mau ada meeting dulu. Nanti mama nelfon kamu dulu. Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. " Akhiri mama Fadli, tiba-tiba.
Mama Fadli langsung memutus sambungan telfonnya, tanpa menunggu jawaban Fadli.
" Wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh. " Balas ku, dan Fadli sangat pelan.
Fadli menyerahkan Hpnya kepada ku. Aku pun langsung menerima Hp Fadli. Ku letakkan Hp Fadli di tempatnya semula. Sedangkan Fadli langsung merebahkan dirinya. Dan, menutup matanya menggunakan lengannya.
" Ka-kamu gak papa kan? " Pastikan ku, hati-hati.
" Tolong usap kepala ku, Han. " Pinta Fadli.
Aku mengangguk.
Aku pun ikut rebahan miring menghadap Fadli, dan mengusap kepala Fadli pelan.
" Gimana dengan permintaan Pandu? Kamu mau? " Tanya Fadli, mengalihkan pertanyaan ku tadi.
Aku bungkam, memikirkan pertanyaan Fadli.
" Kalau aku di ijinin, aku akan mau. Selagi aku membantu perbuatan baik. Bukan perbuatan jahat. Bukan kah pernikahan adalah sesuatu hal yang baik? Karena itu aku meminta ijin ke kamu. Apa aku boleh atau tidak? " Jawab ku.
" Boleh kok. " Ijinkan Fadli.
" Tapi, kamu ikut bantu kan? " Tanya ku.
Fadli mengangguk.
" Iya. Tapi, pada saat aku punya waktu luang. Kalau enggak aku gak ikut. " Jawab Fadli.
Aku mengangguk paham.
" Kamu ternyata orang yang tegaan, ya. Bahkan kamu berani dorong seorang cewek. Kamu lumayan hahat(artinya : jahat) ya. " Ungkap ku, tiba-tiba.
Aku mengingat kejadian tadi di kampus. Ketika Fadli berani-beraninya mendorong fans fanatiknya.
Fadli membuka matanya. Dan, menghadap ku. Aku masih mengusap kepala Fadli. (Fadli dan Hana saling rebahan miring. Fadli dan Hana juga saling berhadapan. So sweet beut.)
" Gimana lagi. Kalau enggak di gituin. Dia bakal nempel-nempel ke aku. Gedek aku ditempelin kayak gitu. Kamu kan tahu. Dua orang yang bukan muhrim menempel-nempel satu sama lain itu dosa. Lagian tuh cewek gak bakal jatuh. Temen-temennya pasti nangkep dia. Kamu pasti tahu, Gimana nurut-nya temen-temennya ke tuh cewek. Bisa dibilang tuh cewek bosnya. Udah jangan bahas tuh cewek. " Kesal Fadli.
Aku terkekeh pelan, mendengar ungkapan Fadli.
" Kalau bukan karena ibu dan istri ku cewek. Pasti tuh cewek sudah lebih ku kasarin dari awal. Gitu aja masih nahan-nahan emosi. Dan lagi, kalau aku gak inget bakal jadi seorang ayah dari seorang anak. Pasti tuh anak, udah ku kasih pelajaran. Tahu dah, pelajaran apa. Kalau sudah di kasih pelajaran, pasti orang tuanya bakal sedih. " Cerocos Fadli.
Aku terus terkekeh dengan cerocosan Fadli.
" Beda ya. Dulu, waktu masih jadi anak-anak. Sama pas mau jadi seorang ayah. Kamu sekarang lebih menekan emosi kamu. Cie.. jiwa seorang ayah baru lahir nih. " Goda ku.
Fadli ikut terkekeh.
" Beneran. Aku sekarang mikirnya ke arah situ. Takut-takut hukum karma. Gak bayangin gimana kondisi aku. Pada saat anak ku sendiri disakitin orang. Dan, juga aku bayangin salah satu orang kucintai, mama ku atau istri ku disakitin orang. Ya udah deh. Aku gak tega buat nyakitin anak orang terlalu dalam. " Ungkap Fadli.
" Kamu semenjak jadi istri atau mau menjadi ibu. Kamu ngerasain sesuatu hal yang baru atau gak? " Tanya Fadli.
Aku berfikir sejenak.
" Iya. Otomatis sih itu. Aku juga baru sadar pas kamu barusan tanya. Seperti mau masak apa nanti? Pastinya masakan itu harus cocok buat suami ku. Dan, ngelakuin sesuatu yang pastinya membuat suami gak kecewa punya istri kayak aku. Lebih tepatnya merasa senang dengan keberadaan ku. Terus harus mikirin uang bulanan. Ya, seperti ibu rumah tangga lainnya. Gitu deh. Cukup banyak hal baru yang aku rasain. " Ungkap ku.
" Wih~ Istriku pengen menyenangkan suaminya ternyata. Aku selalu senang kok kamu disisi ku. Senang banget. Bahkan salah satu kesenangan ku, yaitu kamu. Keberadaan kamu. Semua hal tentang kamu. Pokoknya kamu kesenangan aku. " Goda Fadli.
Tiba-tiba aku menjadi malu sendiri. Bisa dibilang salting. Hehehe.
" Ih~ gombal terus. Udah ah, jangan gombal terus. Malu tahu, akunya. " Ungkap ku.
Aku menyembunyikan muka ku ke dada Fadli. Membiarkan Fadli tertawa keras karena perbuatan ku.
...-♡BERSAMBUNG♡-...
^^^EHEM. ANAK KECIL LEWAT. TUT TUT TUT(CERITANYA ANAK KECIL YANG NAIK KERETA API.) MOHON MAAF BUAT TYPO YANG BERTEBARAN. KARENA AUTHOR BELUM REVISI CERITA INI. AUTHOR PAMIT UNDUR DIRI YA, GUYS.^^^
^^^ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH.^^^
^^^SALAM SAYANG DARI AUTHOR.^^^
^^^☆♡☆^^^