HATE WILLINGNESS

HATE WILLINGNESS
EPISODE 3



...♡...


...ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH....


...♡...


...JAWAB GUYS, KARENA MEMBALAS SALAM ITU WAJIB....


...♡...


...PINTA LAH SELALU PERLINDUNGAN KEPADA ALLAH SWT. AGAR TERLINDUNGI DARI SEGALA MARA-BAHAYA DAN MUSIBAH....


...《♡HATE WILLINGNESS♡》...


⚠️PART 18+ Dan, ada beberapa kata kasar⚠️


" Ilmi. " Panggil Putri, lagi.


" Eh, iya? " Kaget ku.


" Bagus kan lagunya? " Tanya Putri.


Aku tersenyum dan mengangguk.


" Betewe kamu gak pengen makan atau minum? Dari tadi kamu belum ngambil salah satu hidangan yang di hidangkan. " Penasaran Putri.


《~》


" Ah, iya. Nanti aja deh. Aku masih belum haus atau lapar. " Jawab ku.


" Gak papa Il. Kamu santai aja. Tapi, aku ambilin minuman buat kamu ya? Biar kamu enak, nanti kalau haus tinggal minum. Ok? " Tawar Putri.


Aku mengangguk.


" Nih. " Kasih Putri.


Aku kembali mengangguk.


Aku cukup menikmati pesta ini. Di sini tak ada DJ-DJ kayak di novel-novel. Hanya pesta mewah. Alkohol sih ada. Tapi, juga ada yang non-alkohol, dan juga sedikit kadar alkohol.


Putri mengambilkan diri ku minuman yang tidak ada alkohol nya. Karena aku tahu perbedaan alkohol dan non-alkohol. Aku pernah mempelajarinya.


Setelah penyanyi itu selesai membawakan berbagai lagu, temen-temen angkatan ku ada yang memberikan partisipasi nya untuk memberikan beberapa tampilan untuk pesta ini.


Karena aku cukup lama tidak minum aku pun merasakan sedikit haus. Ku tandaskan minuman ku yang di berikan putri. Lalu aku kembali menikmati pertunjukan yang di suguhkan dalam pesta ini.


Beberapa menit kemudian aku merasakan sesuatu yang aneh dalam diri ku.


" Eh, Put. Aku pulang duluan ya? Aku sedikit kurang enak badan. " Ucap ku.


Beberapa butir keringat mulai membasahi tubuh ku.


" Emang kamu kenapa? Kamu baik-baik saja kan? " Khawatir Putri.


" Ak-aku gak tahu. Aku gak tahu aku kenapa. Tapi, aku pengen pulang. Aku pulang duluan ya? " Pamit ku.


" Aku antar ya? " Bujuk Putri.


Aku memikirkan tawaran putri.


Gak papa deh. Mana lagi aku tadi tidak bawa motor segala. Tadi akukan diantar ibu. Aku juga gak mungkin harus nunggu jemputan kan?


" Ya udah deh. Tapi, gak ngerepotin kan? " Pastikan ku.


" Enggak kok, Il. " Jawab Putri, santai.


Aku dan Putri melangkah keluar ruangan pesta ini menuju parkiran mobil. Aku dan Putri berusaha tak membuat kegaduhan dalam pesta ini.


Saat kita menemukan mobil Putri, aku dan Putri langsung masuk ke dalam mobil. Dan, Putri yang membawa mobil ini.


...-♡-...


" Put. Kamu bawa aku kemana? " Penasaran ku.


Aku sedikit khawatir. Karena Putri tak menuruti ucapan ku yang menentukan arah pulang rumah ku.


" Rumah yang ku sewa. " Santai Putri.


" Ngapain? " Tanya ku, lagi.


" Masa kamu pulang dalam keadaan kayak gini. Emang gak takut orang tua mu khawatir. Mending kita pulang ke rumah yang telah ku sewa aja. Ntar besoknya aku minta ijin ke orang tua kamu. " Jelas Putri.


Aku memikirkan ucapan Putri.


Seketika aku mengingat ucapan umi.


" Tapi, ada satu syarat. Kamu harus jaga diri kamu baik-baik. " Ucap umi, saat itu.


Benar juga. Aku gak boleh bikin khawatir umi. Mending aku menginap di rumah Putri. Ntar besok aku jelasin ke umi.


Aku mengangguk, patuh.


Entah kenapa tubuh ku semakin panas saja.


...-♡-...


" Ok, kamu tidur di sini aja. Aku di kamar samping. " Instruksi Putri.


Aku mengangguk.


" Thanks Put. " Jawab ku.


" Ya. Santai aja kali. Emang kamu kenapa sih? " Penasaran Putri.


" Gak tahu kenapa. Tapi rasanya aku kepanasan. " Jawab ku.


" Mending lo ganti baju deh. Baju lo bener-bener panas. Mending pake baju gua. Gua ambilin dulu bajunya. " Saran Putri.


Benar juga apa yang di ucapin Putri.


" Ta-tapi Put. Anu.. Apa kamu sendirian disini? Gak akan ada cowok kan? " Pastikan ku.


Aku takut bila ada lelaki yang melihat diri ku yang memakai pakaian terbuka. Aku yakin semua pakaian Putri adalah pakaian yang cukup terbuka.


" Enggak kok. Aku tinggal sendiri. Mending kamu buka baju kamu dulu. Ntar aku nyusul ke sini lagi buat ngasih baju ku ke kamu. " Jawab Putri.


Syukur deh, kalau gitu.


" Oke, deh. Thanks Put. " Jawab ku.


Putri mengangguk.


Aku yang memang merasakan rasa panas dalam diri ku segera membuka pakaian ku.


Tiba-tiba aku mendengar suara gaduh. Entah apa itu.


Aku pun menghentikan kegiatan ku.


Tapi lama-kelamaan rasa panas ini semakin besar. Aku terduduk di lantai kamar.


CEKLEK


Aku menolehkan kepala ku ke arah suara pintu itu berasal.


" Pu- Eh! " Kaget ku.


Aku sangat kaget melihat ada lelaki yang memasuki kamar ini. Lelaki itu adalah musuh bebuyutannya sepupu Putri.


" Fadli!! "


Pria itu bernama Fadli Firdaus. Aku cepat-cepat mencoba membenarkan pakaian ku yang hampir terbuka.


Ceklek.


Ada seseorang yang mengunci pintunya dari luar.


Fadli semakin mendekat.


Entah lah apa yang terjadi setelah ini. Bagaikan dikendalikan seseorang, aku tak dapat mengendalikan kesadaran ku. Aku hanya dapat melakukan perintah seorang yang mengendalikan diri ku.


Ku fikir setelah ini aku memandang dunia dengan berbeda.


(HANA HILMI POV OFF)


( FADLI FIRDAUS POV ON)


Aku merasakan sesuatu yang sangat aneh dari dalam diri ku. Aku tak dapat berfikir jernih lagi. Aku mengingat apa yang terjadi pada diri ku sebelum ini.


-FLASH BACK ON-


" Bangsat. Males banget gua dateng ke acara gak penting itu. " Maki Rizal, salah satu sahabat ku.


" Ayo lah, bro. Kita harus dateng ke acara itu. Lo pada kan tahu adek gua pengen banget dateng ke acara itu. Gua takut mereka pada ngapa-ngapain adek gua. " Mohon Kevin, yang juga salah satu sahabat ku.


" Paksa dong adek lo. Kalau bisa di borgol dah di kamar. Biar dia kagak keluar. Kalau kaga bisa sogok dia ama uang lo. Uang lo kan banyak. Gua gak tahu apa lagi yang bakal mereka lakuin ke kita. " Saran Rizal.


" Bjir. Nyusahin amat dah tuh adek lo. " Kesal Riko, sahabat ku juga.


Aku hanya menonton pertikaian mereka. Cukup lama mereka bertikai membuat gendang telingaku pengen pecah.


" Udah diem semua. Cuma tinggal dateng juga apa susahnya sih? Lagian itu acara terakhir kita di SMA. Habis ini juga gak ada lagi. Semoga aja kalau kita ramean ke sana mereka gak bakal ngelakuin sesuatu. " Tengah ku.


Ku lihat mereka semua diam tak bersuara.


" Dan, Lo Vin. Jangan terus-terusan manjain adek lo. Bisa-bisa kemanjaan adek lo bisa buat boomerang buat hidup lo dan adek lo. Ngerti? " Peringat ku.


" Ye Dli. Ini kali terakhir gua manjain adek gua. Gua juga gedek banget sama manjanya adek gua. " Ucap Kevin.


Singkat cerita aku dan sahabat ku dateng ke acara paling kita malesi untuk datang. Dan, Saat baru masuk aku sudah di cegat aja ama musuh bebuyutan ku.


Katanya sih minta kita duduk bareng sama geng mereka. Sebenarnya aku males banget nurutin permintaan mereka. Pengen nya duduk di meja yang berbeda. Tapi, malah adiknya si Kevin minta kita duduk di sini. Katanya sih pengen lihat kita damai sebelum masuk masa kuliahan. Kita hanya bisa apa selain menuruti permintaan mereka.


Namun, tiba-tiba ada sebuah drama yang terjadi. Ada seorang perempuan yang melabrak geng musuh bebuyutanku.


Aku sih hanya menonton tanpa niat memisahkan atau menunjukkan ketertarikan atas drama ini. Raut wajah ku terlalu dingin.


Sumpah aku masih terlalu gedek banget ama adiknya Kevin. Manjanya minta ampun. Karena itulah aku tak menikmati drama yang di sajikan di depan mata ku.


Setelahnya aku tidak terlalu perdulikan. Aku meminum minuman yang di sajikan oleh pelayan untuk ku. Aku menenggak nya hingga tandas, tak tersisa.


Tiba-tiba aku merasa sangat aneh dengan tubuh ku. Aku pun meminta ijin untuk pulang lebih dulu ke sobat-sobat ku.


Saat aku di parkiran aku merasa ada seseorang yang menyentuh bahu ku.


Ku lihat ada Erlangga, musuh bebuyutan ku.


" Mau apa lo? " Tantang ku.


" Sudah kayak gitu aja masih songong ya lu. " Sinis Erlangga.


" Ikut gua. " Paksa Erlangga.


Aku yang udah gak bisa berfikir jernih pun hanya mengikuti apa yang Erlangga lakukan ke aku.


Aku di bawa oleh Erlangga di salah satu rumah yang tak ku kenal. Ku lihat ada Putri yang entah ngapain.


" Lama banget, anjing. Lo habis ngapain aja sih. Cuma buat tugas gini aja lamanya minta ampun. " Umpat Putri.


" Sabar, bego. Lo pikir gampang apa buat bawa orang satu ini. Lagian lo aneh-aneh banget sih, anjing. " Kesal Erlangga.


" Ah udah lah. Males gua debat ama lo. mending lo bawa dia ke kamar tamu. Di sana sudah ada Ilmi. Tapi, lo jangan masuk. Takut-takut Ilmi buka baju karena kepanasan. Setidaknya gua masih punya hati gak ngasih dia yang gak pake baju ke banyak orang. " Jelas Putri.


" Sama aja, anjing. Lo tetep aja bakal bikin dia hancur sehancur-hancurnya. " Terang Erlangga.


Aku tak tahu apalagi yang mereka debatkan lagi. Hanya itu yang ku tangkap. Dan, tiba-tiba saja tubuhku di bawa ke sebuah kamar. Namun, sebelum masuk tubuh ku di dorong begitu saja. Sampai-sampai tubuh ku membuka pintu kamar itu.


Aku sangat terkejut karena melihat seseorang.


" Pu- Eh! " Kagetnya.


" Fadli!! " Ucapnya lagi.


Ceklek.


Aku mendengar seseorang yang telah mengunci kamar ini.


Entah dorongan dari mana aku mendekatinya. Dan-


Dan, aku tak tahu apalagi yang terjadi. Mungkin aku akan sangat kaget setelah ini.


-FLASH BACK OFF-


...-♡BERSAMBUNG♡-...


^^^AUTHOR GAK TAHU APA YANG TERJADI SAMA MEREKA. KARENA UTHOR MASIH SANGAT KECIL DAN LUGU. HEHEHE. BENERAN? IDK. OK GUYS. GITU AJA BUAT PART INI. MOHON MAAF BILA MASIH BANYAK TYPO BERTEBARAN.^^^


^^^ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH.^^^


^^^SALAM SAYANG DARI AUTHOR.^^^


^^^☆♡☆^^^