
...♡...
...ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH....
...♡...
...JAWAB GUYS, KARENA MEMBALAS SALAM ITU WAJIB....
...♡...
...TAK BAIK BERLAMA-LAMA BERTENGKAR DENGAN PASANGAN HIDUP. LEBIH BAIK BICARAKAN DAN UTARA PERASAAN DAN PENDAPAT MASING-MASING. DAN, BERSAMA-SAMA MENCARI JALAN SOLUSINYA....
...《♡HATE WILLINGNESS♡》...
Aku menghampiri Fadli.
" Aku udah gak mood makan lagi. Dan, sekalian di cuci in tuh piring. Besok jangan harap di masakin, kalau aku masih ngambek. Ngerti. " Peringat ku.
Aku langsung meninggalkan Fadli begitu saja menuju kamar. Entah kenapa aku sudah tidak mood makan lagi. Dan, aku kali ini sangat-sangat kesal sama Fadli.
《~》
Aku merebahkan diri ku di kasur. Lalu, mengambil hp ku. Aku mevidio call Cahya dan Septi. Beberapa menit kemudian mereka berdua menjawab telfon ku.
" Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. " Salam ku.
" Wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh. " Balas Cahya dan Septi.
" Ada apa, Han? Malem-malem nelfon. " Tanya Septi.
" Gabut aja. Gpp kan? Gak ganggu kalian kan? " Jawab ku.
" Owh, enggak kok. " Respon Septi.
" Aku juga gak papa kok, Hana. " Respon Cahya.
Aku tersenyum senang.
" Oh, iya. Kalian inget gak sih kejadian tadi di kampus. " Buka Septi.
Aku dan Cahya mengangguk.
Pasti dong. Kan, kejadian Septi mau buang surat milik Fadli.
" Aku seneng banget, tahu. Sampai-sampai aku gak bisa tidur. Ini baru pertama kalinya aku berbicara sama haluan ku. Dan, lagi dia nyebut nama aku. Rasanya jantung ku kejang-kejang di dalam sana. " Cerocos Septi.
Aku meresponnya dengan malas. Tidak seantusias Cahya. Aku tahu Cahya antusias karena dia mencoba mengerti apa yang tengah di omongin Septi.
" Bisa kagak sih. Kagak usah bahas cowok. Gedek gua denger nya. " Kesal ku.
" Sewot aje, loh. " Sinis Septi.
Huft~
Tau ah. Bukannya aku bisa nenangin rasa kesal ku, malah rasa kesal ku semakin naik.
" Han! " Seru Fadli, setelah masuk ke dalam kamar.
Aku menatap Fadli terkejut. Aku menaruh jari telunjuk ku ke bibir.
" Aku udahan vcnya. Besok-besok lagi. Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. " Putus ku.
Aku langsung mematikan saluran telfon ku, tanpa menunggu jawaban dari Septi dan Cahya.
" Ih~ Salam dong kalau mau masuk kamar. Lagian kamu ngapain kesini? Kamu tahukan aku lagi kesel sama kamu. " Kesal ku.
" Apaan sih. Nih kamar juga kamar aku. Jadi berhak dong aku masuk gitu aja. Kemarin-kemarin juga kamu gak ada masalah. " Tak terima Fadli.
" Jahat banget sih. Istrinya lagi marah malah di gituin. Bukannya di bujuk atau apa kek. " Marah ku.
Fadli mendekat ke arah ku. Lalu, duduk di sebelah ku. Aku melihat piring yang di bawa Fadli. Piring tersebut berisi makanan.
" Makan. " Perintah Fadli, sambil menyodorkan tangannya yang berisi makanan ke arah ku.
" A-apaan? " Sinis ku.
" Maafin aku ya istri ku. Sekarang kita makan dulu. " Ucap Fadli melembut.
Rasanya aku tidak bisa menahan senyum. Tapi, aku gak boleh senyum. Nanti jatuh harga diri ku. Masa di kasih ucapan kaya gitu udah luluh. Entah seperti apa muka ku kini, yang menahan senyum.
Gini dong. Siapa sih yang gak bakal luluh, kalau diginiin? Kok aku jadi malu gini, ya?
Sebenarnya mudah banget buat istri luluh sama suami. Dengan cara memberi perhatian suami ke istri. Tapi, juga sangat mudah membuat istri keras kepada suami. Dengan kekasaran yang di berikan suami ke istri. Para suami tinggal memilih. Membuat para istri semakin luluh, atau membuat para istri semakin keras kepada suaminya.
...-♡-...
(3 HARI KEMUDIAN)
" Hana. " Cegah Fadli, saat aku hendak mengambil sepeda motor ku.
Aku menatap Fadli.
" Apa? " Sinis ku.
" Hana, ini adalah hari terakhir kamu marah. Besok kamu tidak bisa marah lagi ke aku. Karena tidak boleh bagi seorang istri muslimah marah kepada suaminya lebih dari tiga hari. " Ingat kan Fadli.
Huft~
Entah kenapa hanya masalah lauk aku masih saja marah sama Fadli, hingga kini. Padahal sudah 3 hari kejadian itu berlangsung, masih saja aku kesal. Bahkan selama 3 hari aku sama sekali tidak masak. Mungkin hanya Fadli yang membelikan nasi untuk kami makan berdua.
" Aku hanya pengen ingetin kamu. Tak peduli bila emosi kamu akhir-akhir ini menjadi labil karena hamil. Yang penting aku udah ingetin dan peringatin kamu. Hati-hati marah sama suami lebih dari tiga hari. " Peringat Fadli.
" Ya udah. Sekarang aku mau marah dulu sama kamu. Sampai waktu tiga hari habis. " Putus ku.
" Aku berangkat kuliah dulu. " Pamit ku.
Aku mencium tangan Fadli.
" Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. " Salam ku.
Aku langsung mengendarai sepeda motor ku, Meninggalkan Fadli dan tanpa menunggu balasan Fadli.
...-♡-...
Aku tengah memakan jajan bersama teman-teman ku di taman kampus, sambil menunggu jam berikutnya. Aku memakan jajan ini dengan lahap. Karena aku lagi mood aja dengan jajan ini. Bahkan aku menghabiskan duluan jajan ku dari pada Cahya dan Septi.
Aku berjalan menuju tong sampah yang tak terlalu jauh dari ku. Ku buang bungkus jajan itu. Setelahnya aku kembali ke teman-teman ku. Aku melihat wajah Septi yang sangat menakutkan.
" Kamu kenapa Sep? Mukanya sampai kaya gitu. " Penasaran ku.
Septi menatap ku sekilas.
" Tuh. Anak sok kaya lagi gangguin haluan ku. " Jawab Septi, sambil menunjuk sesuatu.
Aku melihat arah yang di tunjuk Septi.
Ternyata yang di tunjuk adalah Cerli yang lagi berusaha deket-deket sama Fadli dan temen-temen Cerli yang berusaha deketin temen-temen Fadli. Namun, Fadli dan teman-temannya berusaha untuk melepaskan Cerli yang terus-menerus deket-deket sama mereka. Cerli adalah salah satu fans fanatik Fadli.
Gak kebayang seberapa kesalnya Fadli sekarang. Fadli pasti tengah mengantuk sekarang. Karena tadi pagi dan kemarin malam dia membeli makanan. Di rumah kan sangat jarang yang berjualan nasi. Dan, tak sembarangan Fadli membeli makanan. Sebab diri ku dan bayi ku harus memiliki cukup gizi. Tak boleh kekurangan gizi sedikit pun.
Mungkin saja dia semakin kesal karena kengambekan ku. Ditambah harus ngurusin tingkah centil Cerli ke dia. Sudah di pastikan dia akan sangat marah kali ini.
Aku jadi merasa bersalah sama Fadli. Maafin aku ya Fadli. Aku jadi sering uring-uringan beberapa bulan ini. Aku harus menebus kesalahan ku ke Fadli. Apa lagi Fadli selama ini sudah baik banget sama kau. Dia bela-belain keliling daerah rumah buat memenuhi kandungan gizi aku dan bayi kita nanti.
" Cer, gua bilang lepas!! Kalau lo gak mau di kasarin. " Peringat Fadli, dengan nada yang cukup keras.
Ku rasa Fadli tak mengetahui keberadaan ku. Fadli dan teman-temannya yang tengah di dekati oleh Cerli dan teman-teman menjadi pusat perhatian seisi kampus.
" Gak mau!! Aku mau sama calon ayang embeb. " Manja Cerli.
" Cer! Seandainya bukan karena lo cewek, udah dari tadi gua kasarin lo buat lepasin gua. " Jelas kan Fadli.
" Ih~ kok gitu sih calon ayang embeb ku. Aku gak mau lepasin kamu. titik. " Tolak Cerli.
Fadli menarik tangannya dari Cerli. Membuat tubuh Cerli terhuyung ke belakang. Untuk saja teman-teman Cerli langsung menolong Cerli, sehingga Cerli tak sempat merasakan malunya ketika ia berdekatan dengan rumput taman.
Fadli langsung pergi begitu saja. Meninggalkan teman-temannya dan keributan yang tengah ia perbuat.
...-♡BERSAMBUNG♡-...
^^^WADUH, AKANG FADLI DAN ENENG HANA KALAU MARAH SEREM. MOHON MAAF BUAT TYPO YANG BERTEBARAN. KARENA AUTHOR BELUM REVISI CERITA INI. AUTHOR PAMIT UNDUR DIRI YA, GUYS.^^^
^^^ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH.^^^
^^^SALAM SAYANG DARI AUTHOR.^^^
^^^☆♡☆^^^