
...♡...
...ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH....
...♡...
...JAWAB GUYS, KARENA MEMBALAS SALAM ITU WAJIB....
...♡...
...MANUSIA ADALAH TEMPATNYA LAUTAN DOSA. JADI, SAAT KITA MENYADARI BAHWA KITA MELAKUKAN DOSA, CEPAT-CEPATLAH BERTAUBAT PADANYA. MEMINTA AMPUNAN PADANYA....
...《♡HATE WILLINGNESS♡》...
Abi, umi. Doakan Hilmi, abi, umi. Dan, restuilah langkah Hlimi, ini. Semoga semuanya akan segera membaik. Aku dapat dekat lagi dengan kedua orang tua ku itu.
Bismillah, ya allah.
Sertai hamba ya allah. Tuntun hamba selalu, ya allah.
《~》
{KEESOKAN HARINYA}
Aku menatap nanar, jendela yang berada di kamar hotel ini. Aku tengah menunggu Fadli selesai mandi, sebelum berangkat.
Air mata ku dari tadi terus turun.
Tak kusangka, baru kali ini aku keluar kota sendiri, tanpa doa restu orang tua. Sungguh miris sekali diri ku. Aku mencoba mencari keberuntungan di kota orang. Namun, orang tua ku sama sekali tidak menyemangati ku.
Ingin sekali diri ku berandai-andai. Namun, aku teringat dengan sebuah hadist.
' Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu , Rasulullah shallallahu' alaihi wa sallam bersabda,
الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَيءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ
“ Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada orang mukmin yang lemah. Namun, kedua-duanya mempunyai kebaikan. Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan sesuatu yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah. Dan janganlah menjadi lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah berkata : ‘Seandainya aku lakukan demikian, maka akan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah engkau berkata : ‘Ini adalah takdir Allah. Apa yang dikehendaki-Nya pasti terjadi.’ Karena perkataan “ seandainya” dapat membuka amal syaithon.” (HR. Muslim, 2664 ). '
Aku sempat lupa akan hadist itu. Sebelum ini, aku pernah berandai-andai. Sungguh tanpa sadar aku telah melakukan dosa.
Ya allah.
Astaghfirullah hal adzim.
Memang, pada saat kita mulai menerima takdir dan mulai dapat berfikir jernih, kita dapat mengetahui perbuatan salah apa yang telah kita lalui. Karena pada saat pikiran yang belum jernih dan masih belum berdamai dengan takdir, kita tanpa sadar melakukan perbuatan dosa.
Jernih kan pikiran mu dahulu saat emosi. Istirahatkan diri mu dahulu. Tenangkan mental dan fisik mu. Agar engkau tak salah memilih langkah. Lakukan semuanya dengan perlahan, tapi pasti.
" Ayo kita berangkat. Aku sudah selesai. " Sentak Fadli.
Aku sangat terkejut kerena Fadli. Cepat-cepat ku hapus air mata ku.
Aku menghadap Fadli. Ternyata aku terlalu larut dalam fikiran ku. Sampai-sampai aku tak sadar bahwa Fadli telah keluar kamar mandi. Bahkan Fadli sudah rapi.
" Fad. Aku beli baju ya? Udah dua hari aku pakai baju ini. " Pinta ku.
Jelas saja. Aku hanya membawa satu baju. Dan, pakaian ini telah aku pakai dari malam kejadian itu.
Fadli sedikit terkekeh.
" Aku baru inget. Kalau kita belum berganti pakaian sama sekali. Kenapa aku bisa sempet beli alat sholat buat mahar kamu, ya? Kenapa saat itu aku tidak memikirkan untuk sekalian beli baju untuk kita? " Penasaran Fadli.
Aku tak merespon apa-apa.
" Ya udah, ayo. Nanti, sekalian kita berhenti ke salah satu toko baju. " Setuju Fadli.
Aku hanya dapat mengangguk.
...-♡-...
Aku dan Fadli sudah berganti pakaian. Tadi saat berbelanja sekalian ganti. Aku membeli baju cukup banyak, untuk ku pakai kedepannya. Tapi, Fadli hanya membeli satu baju. Untung toko pakaiannya harganya murah-murah, dan ada diskon untuk berbelanja banyak. Lumayan gak boros.
Fadli berencana setelah mengantar ku kerumah yang sudah di beli itu, ia langsung pulang ke rumahnya yang berada di kota asal ku dan asalnya. Katanya sih ada beberapa yang harus di urus. Sekalian Fadli ngambil baju-bajunya.
Miris sekali diriku. Baru dua hari menikah sudah di tinggal keluar kota.
Huft~
Sabar, sabar.
Aku menatap jalanan dari kaca mobil.
Aku mengalihkan pandangan ku, menuju Fadli.
" Sejak kapan aku ngelamun? Aku cuma lagi lihat jalanan. " Bantah ku.
Fadli tak merespon apa-apa. Aku yang tak mendapatkan respon pun langsung mengalihkan pandangan ku, menjadi lurus kedepan.
Keadaan di sekitar ku mulai hening. Tak ada lagi percakapan yang aku dan Fadli bicara kan. Kami berdua sama-sama tak ingin mencairkan suasana di sekitar kami.
Sebenarnya aku dan Fadli sangat jarang berbincang. Kami berdua hanya memperbincang kan sesuatu yang penting saja. Tak ada lelucon maupun gombalan yang di lontarkan dari kami. Mungkin, kami masih belum terbiasa dengan adanya orang baru.
Fadli memasuki pom bensin. Lalu mengantri, menunggu giliran mobil ini yang di layani.
" Ngisi berapa? " Tanya Fadli.
" Terserah. " Jawab ku.
" Oke. " Respon Fadli.
" Tapi, jangan mahal-mahal. " Peringat ku.
Fadli hanya berdehem sebagai jawabannya.
" Rencananya mau ngisi berapa? " Kepo ku.
Kelihatannya jiwa istri-istri yang mau akhir bulan sudah berada di dalam diri ku, setelah aku menikah.
" 300 ratus. " Jawab Fadli.
Aku mengernyit.
" 150 ratus dulu aja. Kalau 300 ratus ke banyakan. " Tawar ku.
Lah, perasaan tadi aku bilang terserah. Kenapa sekarang jadi nentuin? Dasar aku, ini.
" Bensin nya sudah mau habis. Lagian kita menempuh jalanan cukup jauh. Kalau segitu bakal kurang. " Kesal Fadli.
" Kalau nanti habis ya beli lagi. Sekarang segitu dulu. " Perintah ku.
Ku lihat Fadli sedikit kesal. Tapi, ku hiraukan. Pokoknya sekarang aku harus hemat-hemat. Meski kesal Fadli tetap menuruti perintahku.
...-♡-...
" Kenapa kamu gak daftar beasiswa aja? Kamu kan cukup pintar. Bahkan lebih pintar dari aku. " Kepo ku.
Kami masih dalam perjalanan.
" Ya, karena aku punya uang tabungan. Dan, aku bukan orang yang membutuhkan. Masih banyak orang yang lebih pintar dan membutuhkan dari pada aku. " Jawab Fadli.
" Sombong amat. Dulunya sih mikir gak butuh. Sekarang butuhkan? Lagian ada kesempatan gak malah di ambil. " Sarkas ku.
Fadli tak merespon diri ku.
" Terus kamu? Kamu kan lumayan lah. Kenapa gak daftar. Pasti bisa lah buat dapat beasiswa. Kamu kan pasti gak bakal biarin keberuntungan begitu saja. " Sarkas Fadli, setelah beberapa saat.
Skakmat.
Aku benar-benar mati kutu di buatnya. Ngeselin banget sih, si Fadli.
" Ya, karena aku salah tandain tanggal. Jadi, deh aku gak bisa ikut daftar. " Cicit ku, jujur.
Sumpah malu beut, aku. Gimana gak malu, orang aku habis mengumbar aib sendiri. Lagian kok bisa-bisanya aku salah tandai tanggal. Kan lumayan duit nya.
Huft~
" Jadi, intinya sudah kalah sebelum berjuang. " Ejek Fadli.
Ih~ ngeselin banget sih, si fadli ini. Bisa gak si, gak usah di perjelas. Bikin istrinya tambah malu aja.
Aku cemberut karena ejekan Fadli.
...-♡BERSAMBUNG♡-...
^^^WIDIH, KARENA KESALAHAN SEPELE AJA BISA BIKIN SEFATAL ITU. BENAR-BENAR KASIAN SEKALI, SI HILMI. HAHAHA. MOHON MAAF BUAT TYPO YANG BERTEBARAN. KARENA AUTHOR BELUM REVISI CERITA INI. AUTHOR PAMIT UNDUR DIRI YA, GUYS.^^^
^^^ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH.^^^
^^^SALAM SAYANG DARI AUTHOR.^^^
^^^☆♡☆^^^