HATE WILLINGNESS

HATE WILLINGNESS
EPISODE 25




...♡...


...ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH....


...♡...


...JAWAB GUYS, KARENA MEMBALAS SALAM ITU WAJIB....


...♡...


...BAGAIMANA PUN CINTA ORANG TUA SEPANJANG MASA. DAN, KITA HARUS MEMBALASNYA DENGAN BERBAKTI SEPANJANG MASA....


...《♡HATE WILLINGNESS♡》...


" Buat pigura nya biar aku aja yang letakkan. Kamu tinggal instruksikan ingin di tempatkan kemana pigura nya. " Instruksikan Fadli.


Aku mengangguk pasrah.


Kami berdua menata sisa hiasan. Hiasan bertulisan surah di letakkan di dinding ruang tamu. Dan, yang bertulisan 'allah' dan 'Muhammad' di letakkan ke dalam kamar. Di rumah ini memiliki 3 kamar. Satu kamar ku dan Fadli. Satunya lagi kamar kosong. Dan, sisanya adalah kamar yang sering Fadli gunakan untuk sholat. Aku dan Fadli memutuskan kamar itu di gunakan untuk musholla rumah. Kalau ada tamu bisa sholat di sana.


《~》


" Bunda!! " Seru seorang anak kecil.


Aku bingung menatap nya.


Anak kecil itu berlari ke arah ku. Dan, memeluk ku.


" Kamu siapa, nak? " Tanya ku.


" Aku anak bunda dan ayah. Masa bunda gak inget sama aku? " Jawab anak kecil itu.


Anak kecil itu mulai menangis. Aku di buat bingung olehnya.


" A-ah? I-inget kok. Inget. Tadi bunda hanya bercanda aja. " Alibi ku.


" Bunda bohong! " Marah anak itu.


" Padahal aku sayang banget sama bunda. Tapi bunda malah enggak kenalin aku. " Lanjut anak itu.


Aku sangat bingung dengan keadaan ini. Siapa anak ini?


Aku mencoba menggapai anak itu. Tapi, anak itu malah lari pergi menjauh.


" Nak! Nak!! Nak!!! Kamu dimana? Bunda enggak bohong!! " Khawatir ku.


" Ay!! Ayni!!! Kamu kenapa, sih? " Teriak seseorang.


Aku membuka mata ku. Aku melihat sekeliling. Terlihat ada Fadli yang menatap ku bingung.


" A-aku? Aku gak papa. Hanya mimpi buruk. " Alibi ku.


Aku termenung. Aku tak dapat mengingat wajah anak itu. Siapa anak itu? Kenapa.. kenapa dia- Ah! Udah lah. Itu hanya bunga tidur.


" Kamu baru pulang? Mana pesanan ku? " Tanya ku.


Aku tadi meminta Fadli pada saat Fadli belum berangkat kerja untuk membeli nasi goreng. Dan, sekarang Fadli udah pulang. Aku akan meminta nasi goreng itu. Tak tahu kenapa aku menginginkan nasi goreng. Padahal aku sudah memasak.


" Udah. Ada di meja makan. " Jawab Fadli.


Aku mengangguk.


Aku dan Fadli menuju meja makan.


" Kok cuma satu? " Bingung ku.


" Aku makan masakan kamu aja. Takut basi bila gak di makan. " Jelas kan Fadli.


Aku dan Fadli mulai menyantap makanan kami masing-masing. Aku terlihat sangat lahap untuk memakannya. Aneh. Kenapa aku jadi rakus gini?


...-♡-...


{BEBERAPA HARI KEMUDIAN}


Aku baru pulang dari kerjaan ku. Aku membuka pagar rumah ku.


" Mbak Han!! Mbak!!! " Panggil seseorang.


Aku menoleh menatap orang itu. Reza?


" Ada apa Rez? Nanti mbak bakal ke sana kok. Kaya biasanya. " Bingung ku.


" Bukan itu mbak. I-ibunya Ikmal meninggal, mbak. " Ucap Reza.


DEG


Ikmal masih memiliki ibu. Namun, ibunya kemarin masih di rumah sakit. Aku belum sempat menemui ibunya. Hanya saja aku mengetahuinya dari anak-anak. Ikmal dari kecil tinggal di bawah jembatan itu dengan orang tuanya. Ayahnya telah meninggal dunia di saat Ikmal masih sangat kecil.


Astaghfirullah hal adzim.


" Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un. " Ucap ku.


Reza mengangguk.


Aku mengambil hp ku. Lalu mengirim kan pesan untuk Fadli.


' Fad, ibunya Ikmal meninggal. Jadi aku ke sana duluan. Kamu nyusul aku nanti sepulang kerja ya? ' Pesan ku.


' Iya. Tapi, nanti aku langsung kemana? ' Pesan Fadli.


Benar juga. Aku mau kemana?


" Eh, Rez. Ibunya Ikmal sekarang ada di mana? Dan, mau di bawa kemana? " Tanya ku.


Reza diam sejenak untuk berfikir.


" Sekarang ada di rumah sakit. Tapi, enggak tahu mau di bawa kemana. Kelihatannya pak ustadz mau bantuin. Tapi, belum pasti juga. " Jawab Reza.


Kasian sekali Ikmal. Sudah di tinggal kedua orang tuanya. Terus dia juga harus mikir gimana cara mengubur ibunya dengan layak.


Aku mengetikkan pesan kembali kepada Fadli.


' Sekarang masih ada di RS. Tapi, gak tahu mau di kemana in habis ini. Pihak RS pasti gak bakalan mau bantu Ikmal lagi sehabis ini. Kelihatannya sih pak ustadz bakal bantu. Tapi, aku gak tahu bener apa enggak. ' Pesan ku.


' Ya udah aku berangkat ke RS dulu. Kasian Ikmal gak punya orang dewasa di RS. Pasti dia khawatir. Lebih lanjutnya akan aku kasih tahu kamu di chat. ' Pesan ku, mengakhiri.


" Ayo. Kamu mbak gonceng aja. Biar lebih cepat. " Pinta ku.


Aku menutup pintu gerbang. Setelahnya Reza menaiki motor ku. Aku menyalakan motor ku menuju RS ibunya Ikmal berada.


...-♡-...


Aku dan Reza berjalan menuju kamar ibunya Ikmal berada. Ku lihat anak-anak tengah menenangkan Ikmal yang terus saja menangis. Di sini juga ada pak ustadz beserta istri dan anak laki-lakinya. Dan, pastinya ada tubuh ibunya Ikmal yang terbaring di atas ranjang rumah sakit.


" Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh. " Salam ku dan Reza.


" Wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh. " Balas mereka.


" Mbak!! " Seru Ikmal.


Ikmal berlari ke arah ku. Dan, memeluk ku. Aku berlutut menyamakan tinggi ku dan Ikmal. Aku membalas pelukan Ikmal.


" Yang sabar Ikmal. Jangan terus-menerus menangis. Orang tua kamu butuh doa dari anak soleh nya. Kamu boleh menangis. Tapi, jangan lupa. Mereka membutuhkan doa kamu. " Nasehat ku.


Ikmal terisak di pelukan ku.


Ku usap punggung Ikmal.


" Percaya sama allah. Semua ini yang terbaik buat kamu dan kedua orang tua kamu. Ibu kamu tidak akan merasakan sakit lagi. Ibu kamu sudah sembuh Ikmal. Kamu harusnya seneng ibu kamu tidak merasakan sakit lagi. Menahan sakitnya lagi. " Ucap ku.


Aku menitikkan air mata.


Tak terbayang apa yang di rasakan Ikmal. Pasti dia akan terpuruk. Orang yang paling berharga dalam hidupnya telah pergi.


" Tapi, kenapa harus pergi? Kenapa tidak mengajak Ikmal? Ikmal sendirian, mbak. Sebelum mbak datang Ikmal sering kelaparan, menderita, di hina oleh anak-anak lain. Tapi setidaknya ada ibu. Namun, sekarang ibu sudah tiada. Ikmal takut mbak dan teman-teman ninggalin Ikmal. Ikmal gak mau sendirian. " Ungkap Ikmal.


" Sstt... Ikmal gak boleh gitu. Semua orang yang ada di dunia ini akan kembali kepada allah. Allah masih sayang sama Ikmal. Allah gak ngambil Ikmal. Coba bayangin. Siapa yang akan menguburkan ibu Ikmal dengan layak kalau bukan Ikmal sendiri. Belum tentukan ada mbak dan lainnya di sini bantu Ikmal. " Tenangkan ku.


" Hiks. Iya, mbak. " Jawab Ikmal.


" Maafin Ikmal ya allah. Berikan lah tempat terbaik buat orang tua Ikmal, ya allah. Ampuni dosa mereka, ya allah. Aamiin. " Do'a Ikmal.


Aku menangis tanpa suara karena doa Ikmal.


"Yang kuat Ikmal. Allah sangat menyayangi kedua orang tua kamu. Sebab dari itu mereka di ambil terlebih dahulu. Jadi lah anak soleh untuk mereka. Mereka bergantung kepada kamu, Ikmal. Insya allah akan indah pada waktunya. " Ucap ku.


Ikmal mengangguk.


Aku menghapus air mata ku. Lalu melepas kan pelukan ku. Ku hapus air mata Ikmal.


" Jadi anak yang soleh, ya Ikmal? " Pinta ku.


" Iya kak. Ikmal akan jadi anak soleh. Ikmal akan bawa ibu dan ayah ke surga. " Semangat Ikmal.


Aku tersenyum mendengarnya.


" Anak ganteng. Anak soleh. Pasti bisa bawa orang tua masuk surga. Dan, pastinya surga yang paling tinggi. Semangat Ikmal. " Semangat kan ku untuk Ikmal.


Ikmal tersenyum cerah.


Sungguh tak terbayang dosa ku kepada kedua orang tua ku. Umi, abi maafin aku. Sudah nyakitin umi sama abi. Maaf kan diri ini yang telah durhaka kepada kalian. Dan, maafkan bila aku pergi terlebih dahulu. Aku sayang banget sama umi dan abi. I LOVE YOU UMI AND ABI. I'M SORRY.


...-♡BERSAMBUNG♡-...


^^^KASIHAN BANGET IKMAL. DIA MASIH KECIL SUDAH DI TINGGAL ORANG TUANYA. HUFT~ KITA YANG MASIH PUNYA ORANG TUA SANGAT BERUNTUNG. MESKI ORANG TUA KITA KASAR ATAU APALAH ITU, MUNGKIN MEREKA BERFIKIR INI YANG TERBAIK PADA KITA. AUTHOR TAHU BUKAN SEMUA ANAK YANG MEMILIKI ORANG TUA YANG BAIK. TAPI, SETIDAKNYA KITA MASIH MEMILIKI TIKET UNTUK MASUK SURGA LEWAT KEDUA ORANG TUA KITA. JADI, KITA SEBAGAI ANAK JANGAN DURHAKA PADA ORANG TUA. KITA HARUS BERBAKTI KEPADA ORANG TUA. MOHON MAAF BUAT TYPO YANG BERTEBARAN. KARENA AUTHOR BELUM REVISI CERITA INI. AUTHOR PAMIT UNDUR DIRI YA, GUYS.^^^


^^^ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH.^^^


^^^SALAM SAYANG DARI AUTHOR.^^^


^^^☆♡☆^^^