HATE WILLINGNESS

HATE WILLINGNESS
EPISODE 23



...♡...


...ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH....


...♡...


...JAWAB GUYS, KARENA MEMBALAS SALAM ITU WAJIB....


...♡...


...SUNGGUH, TAK AKAN MENYESAL SESEORANG BILA MEREKA MENDEKAT KAN DIRI KEPADA PENCIPTANYA. HANYA KEBAHAGIAAN YANG AKAN MELIPUTI MEREKA....


...《♡HATE WILLINGNESS♡》...


" Semoga rahmat dan ridho allah selalu bersama mu. Semoga diri mu selalu berada di jalan allah. Semoga kamu akan selalu kuat dan tabah dalam takdir allah. Semoga rumah tangga kita akan baik-baik saja meski kita masih terlalu awam dalam hal ini. Aamiin. " Doa ku.


Ku tiup ubun-ubun Hana yang tertutup khimar. Ku cium kening Hana. Aku tertidur setelah menatap Hana, mengagumi ciptaannya.


Sungguh istri ku sangat masya allah.


《~》


(FADLI FIRDAUS POV OFF)


(HANA HILMI POV ON)


Aku terbangun dari tidur ku. Ku lihat sekeliling. Dan, ku lihat diri ku.


Apa kemarin aku ketiduran? Apa yang beresin Fadli?


Ku lihat jam yang ada di dinding kamar.


02.30


Aku mengambil wudhu. Lalu menunaikan sholat tahajud. Aku tak menunggu Fadli. Dia pasti bangun sendiri. Buktinya selesai beribadah aku menghadap kasur, dia sudah tak ada. Biasanya dia sholat di kamar sebelah.


Huft~


Ku ambil Al-Qur'an ku. Setelahnya ku baca Al-Qur'an. Mungkin aku tak akan pernah bosan untuk dekat-dekat dengan Al-Qur'an. Apalagi aku sadar bahwa umur ku tak lama lagi.


Sampai adzan subuh berkumandang, aku mulai menghentikan bacaan ku. Ku balas adzan. Selanjutnya aku mulai membaca doa setelah adzan. Lalu memunajat kan hajat. Ku lanjut kan sholat rowatib subuh, dan sholat subuh.


Setelahnya aku mengambil selembar uang yang akan ku sedekah kan subuh ini ke kotak yang ku siap kan. Ku lanjut kan dengan menghafal Al-Qur'an.


Beberapa jam kemudian, aku mulai mandi. Di lanjut kan dengan memasak. Aku tak menghiraukan Fadli, Begitu pula dengan dia.


Selesai masak aku tak langsung memanggil Fadli. Aku mulai bersih-bersih rumah.


Ku lihat tanah kosong yang seharusnya dapat digunakan untuk taman di rumah ini. Tapi, tanah itu sama sekali tak ada tumbuhan yang tumbuh di sana, kecuali rumput-rumput liar.


" Kamu ngapain diam aja di situ. " Kejutkan Fadli.


Aku terlonjak.


Aku membalikkan tubuhku menghadap Fadli yang ada di pintu.


" E-engak. Kamu ngapain di situ? " Dingin ku.


" Nunggu istri yang belum manggil suaminya untuk makan. Padahal suaminya sudah lapar dari tadi. " Sindir Fadli.


Setelah menyindir Fadli langsung meninggalkan ku, masuk dalam rumah.


Huft~


Aku mengikuti Fadli yang menuju meja makan. Ku ambilkan Fadli nasi dan membiarkan dia mengambil lauk sendiri. Lalu mengambilkan nasi dan lauk untuk diri ku sendiri.


" Hari ini aku libur. Terus kamu masih nanti berangkatnya. Kita beli tanaman yuk, buat di luar? " Ajak ku, setelah menelan makanan yang ada di mulut ku.


Fadli hanya berdehem sebagai jawabannya.


Aku mulai melahap makanan ku.


...-♡-...


(HANA HILMI POV OFF)


" Kelihatannya tanaman ini bagus deh. Kita ambil yang ini aja. " Pinta Hana.


Fadli mengangguk.


" Pak gak bisa kurang lagi? Kurangi dikit napa pak. Kita beli banyak loh pak. Masa gak ada diskon sih pak. Pasar aja ada diskon, kenapa ini gak ada diskon. " Tawar Hana.


" Mulai deh. Tawar teros~ Padahal menurut ku itu cukup murah. Hadeh Hana~ Tapi seharusnya ada yang lebih murah lagi kan? Hehehe" Batin Fadli.


" Haduh. Ku pikir neng ini masih muda gak bakal nawar. Eh, malah nawar. Amsyong dah~ Gak papa deh. Palingan juga cuma sebentar nawar nya. Lama-kelamaan pasti mau. " Batin bapak penjual tanaman.


" Ya allah, neng. Ini sudah harga pasaran di sini. Kalau saya turunin lagi bisa-bisa orang yang jualan di sini marah. " Jawab bapak penjualnya.


" Pak... Kurang dikit aja lah, pak. Ini kan bukan pasar. Kalau bapak nurunin harga dikit aja gak bakal di usir dari sini. Di dekat rumah saya ada yang jualan kaya gini. Harganya lebih murah. Masa di sini enggak sih pak. " Kekeuh Hana.


Bapak penjual itu hanya tersenyum canggung.


" Jangan mau kalah sama penjual di sana pak. Ntar banyak orang ke sana loh, pak. Di banding ke sini. " Hasut ku.


" Maksud dari penjual lain itu, penjual yang ada di rumah umi dan abi. Di sana lebih murah. Jadi aku gak bohong kan? " Batin ku.


" Ya udah eneng beli di sana aja. " Sinis bapak penjual tanaman.


" Ya allah, pak. Dosa lho pak nolak rezeki. Emangnya bapak gak mau pulang-pulang bawa uang buat anak istri di rumah. Turunin dikit lah pak. " Hasut ku.


" Ya allah, neng-neng. Ya udah deh saya turunin sepuluh ribu aja. Gak bisa turun lagi setelah ini. Kalau gak mau cari yang lain aja neng. " Kesal bapak penjual itu.


" Hadeh~ Amsyong dah. " Batin bapak penjual itu.


" Yah kan. Pasti kena. Memang terbaik istri ku ini. " Batin Fadli.


Hana terkekeh.


" Yes, berhasil! Kena tangkap juga akhirnya. Asik-asik-asik. Yes! " Batin Hana, bersorak.


" Mau dong pak. Saya pesen tanaman itu tiga ya pak. Sekalian sama pot dan pupuk nya, pak. " Terima ku.


Bapak itu meminta anak buahnya memasukan pesanan Hana ke dalam mobil. Setelahnya Hana membayar pesanannya itu.


" Makasih pak. Saya pamit dulu, pak. Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh, pak. " Pamit Hana, setelahnya ia dan Fadli telah masuk ke dalam mobil.


Bapak penjual itu mengangguk pasrah.


" Wa'alaikum salam, neng. Ati-ati, neng. " Balas Bapak penjual itu.


Hana mengangguk sebagai jawabannya.


Fadli mulai menjalan kan mobilnya. Tak ada percakapan dalam mobil itu. Hanya hening. Mereka berdua telah terbiasa dengan keadaan itu. Jadi tak ada niatan untuk membuat itu menjadi lebih baik di dalam fikiran mereka berdua.


Hana menatap penjual-penjual disekitar jalanan. Netra matanya menangkap penjual yang ada di sekitar sana. Hana pun tertarik ke toko itu.


" Stop di toko itu, Fad! " Pinta Hana, sambil menuding salah satu toko.


" Beli apa lagi? Emang gak cukup tanaman itu aja? " Batin Fadli.


Fadli menuruti permintaan istrinya itu. Ia menghentikan mobilnya di toko itu. Toko itu memiliki area parkir yang cukup luas, sehingga mobil dapat terparkir di dalam sana.


Fadli dan Hana memasuki toko itu. Fadli dan Hana merasa sangat kagum dengan toko ini. Pasalnya toko ini menjual berbagai kebutuhan, koleksi, souvenir DLL yang bertema islam.


" Masya allah. Kenapa aku baru tahu tempat ini? Sungguh sangat menenangkan, apalagi dengan murotal ayat Al-Qur'an terdengar sangat jelas di sini. Sungguh indah ciptaan mu, ya allah. " Batin Fadli dan Hana.


Hana berjalan berkeliling, yang di ikuti Fadli di belakangnya. Hati Hana bergetar saat melihat-lihat. Sungguh ini sangat indah dan tenang untuk Hana dan fadli. Hati mereka tiba-tiba menghangat hanya melihat hiasan yang bertema islam ini.


...-♡BERSAMBUNG♡-...


^^^TERIMA KASIH BUAT PARA READERS. AUTHOR SAYANG BANGET SAMA KALIAN. MAAF GUYS, PART INI TIDAK TERLALU MAXIMAL. MOHON MAAF BUAT TYPO YANG BERTEBARAN. KARENA AUTHOR BELUM REVISI CERITA INI. AUTHOR PAMIT UNDUR DIRI YA, GUYS.^^^


^^^ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH.^^^


^^^SALAM SAYANG DARI AUTHOR.^^^


^^^☆♡☆^^^