
...♡...
...ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH....
...♡...
...JAWAB GUYS, KARENA MEMBALAS SALAM ITU WAJIB....
...♡...
...HUBUNGAN DAPAT TERJALIN DENGAN KEJUJURAN. BILA TERDAPAT DUSTA DI DALAMNYA. MAKA HANCURLAH HUBUNGAN ITU....
...《♡HATE WILLINGNESS♡》...
" Tolong kamu jujur!! Kita ini suami istri!! Kamu benar-benar membuat ku bingung, Han!!! Tolong buka pintunya Han!!! Kita harus bicara in ini dengan baik!!! Jangan seperti ini!! Aku mohon buka pintunya, Han!!! " Mohon Fadli.
Aku berjalan ke arah pintu. Ku buka pintu itu.
Kriet~
《~》
" Han? Kamu kenapa? " Bingung Fadli.
Aku mendekap tubuh Fadli erat, yang di balas olehnya dengan hal serupa.
" Kamu kenapa, Han? " Tanya Fadli.
" Sakit. Ini sangat sakit. " Racau ku.
" Apanya yang sakit? " Tanya Fadli sekali lagi.
Aku melepas paksa pelukan ku. Aku kembali menutup pintu kamar dan menguncinya. Membiarkan Fadli kebingungan. Aku merebahkan diri ku diatas ranjang. Ku coba menutup mata ku meski berat.
...-♡-...
Aku keluar dari kamar. Aku harus masak. Aku harus kerja hari ini. Meski berat, tapi aku harus melakukannya. Tiba-tiba langkah ku terhenti. Tangan ku di genggam oleh seseorang. Aku menoleh mentap orang itu.
" Tolong jangan begini? Kamu membuat diri ku kebingungan. " Mohon Fadli.
(HANA HILIMI POV OFF)
(AUTHOR POV ON)
Fadli menatap Hana senduh.
" Kamu anggap diri ku ini siapa? Aku ini suami kamu. Tapi, dimana hormat mu pada ku. Aku tahu semua wanita mudah mengambek. Tapi, aku mohon beri tahu aku apa yang tengah kamu rasakan. Kita ini suami istri. " Ungkap Fadli, lirih.
Hana tersentak dengan ucapan Fadli.
Ia tak menyangka akan seperti ini.
" Aku ini suami kamu, Hana. Tolong jangan begini terus. Hargai keberadaan ku. Meski sedikit. Aku tahu kita bermula dengan tragedi. Tapi, tak menutup kemungkinan bahwa aku kini adalah suami kamu. " Senduh Fadli.
Air mata Hana mulai menggenang di kelopak mata Hana.
" Buat apa aku di sini? Bila aku tak sama sekali engkau anggap. " Ucap Fadli.
Fadli melepaskan genggaman nya. Fadli beranjak dari tempatnya. Hana memeluk Fadli dari belakang agar menghentikan langkah Fadli.
Hana menangis di balik punggung Fadli.
" Maaf. Maaf.. Ini semua demi kebaikan kita. Tapi, aku tak sanggup Fad. " Sesal Hana.
Fadli tak merespon apa-apa. Hana berdiam sejenak sebelum mengatakan sesuatu.
" A-aku.. ijinin kamu menikah lagi, Fad. " Ucap Hana.
Amarah Fadli mulai memuncak mendengar ucapan Hana. Ia kembali beranjak, tak menghiraukan Hana yang memeluknya agar menghentikan langkahnya.
" Fad! Fadli!! " Teriak Hana.
Hana mulai histeris melihat Fadli ingin keluar rumah. Fadli ingin menggapai pintu. Ia butuh keluar sejenak.
" Fadli. maafin aku, Fadli. Fadli. " Batin Hana.
Hana sangat hancur kini.
" Aku gak bisa nemenin kamu terus. Aku harus pergi untuk selamanya dari kehidupan kamu. " Ucap Hana lirih.
Belum sempat Fadli menyentuh ganggang pintu ia harus menghentikan langkahnya. Karena mendengar ucapan Hana.
" Apa maksud kamu? Emang kamu mau kemana? " Dingin Fadli. Matanya mulai memerah.
Hana tersentak dengan perlakukan Fadli. Memang Hana tak merasakan sakit sama sekali. Tapi, baru pertama kali Fadli melakukan hal ini kepadanya. Bahkan selama Hana berumah tangga dengan Fadli tak pernah sekali pun di perlakukan seperti ini. Mungkin Fadli hanya pergi atau diam seribu bahasa. Kini Hana sangat takut di buatnya.
" A-aku.. harus pe-pergi selamanya. " Gagap Hana.
" Siapa yang ijinin kamu pergi? " Tanya Fadli.
" Allah. Allah meminta ku pergi dari mu. Aku sakit. Aku tak akan lama lagi di dunia ini. " Jawab Hana.
Cengkeraman Fadli terlepas. Fadli menatap Hana parau.
Akhirnya pertahanan Hana goyah. Hana tak dapat menutupi ini lagi. Hana harus mengatakan yang sebenarnya.
" A-apa maksud kamu? " Pastikan Fadli.
" A-aku sakit. Dulu aku pernah sakit. Sampai-sampai aku harus keluar dari pondok untuk menjalani pengobatan intensif. Ku fikir saat itu aku telah sembuh. Tapi, kini aku merasakan pusing, mual, muntah-muntah. Ku fikir penyakit ku semakin parah. " Ungkap Hana.
Fadli mencium kening Hana cukup lama. Air mata Hana masih keluar. Air mata Fadli mulai menitik.
" Ya allah, Hana. Kamu telah menanggung ini selama ini. Maafkan diri ku Hana. Yang malah menghina kamu. Padahal kamu kini membutuhkan dukungan ku. " Batin Fadli.
" Jadi aku minta kamu menikah lagi. Kamu ikhlaskan aku. Kamu harus hidup tanpa diri ku. Dan, ku fikir Kanza adalah yang terbaik buat kamu. Aku ikhlas kamu menikah lagi. " Ucap Hana, lirih.
Fadli menyudahi kegiatannya tadi. Fadli menatap Hana lekat-lekat.
" Tidak Hana. Aku tak akan menduakan mu selagi kamu masih ada. Dan, bila diri mu tak ada sekali pun aku tak akan menduakan mu. Mungkin aku akan menduakan mu pada saat diri ku terpaksa melaksanakannya. Tapi, akan ku usaha kan untuk tidak menduakan mu sampai kapan pun itu. " Ucap Fadli, melembut.
Fadli kembali mencium kening Hana. Hana hanya menutup matanya membiarkan air matanya berjatuhan.
...-♡-...
(AUTHOR POV OFF)
(HANA HILMI POV ON)
Setelah kejadian tadi pagi aku maupun Fadli makin menjauh. Tak tahu kenapa. Aku tengah duduk di lantai teras luar rumah. Ku tatap bintang-bintang.
Tak seharusnya aku seperti ini. bagaimana pun hubungan terbentuk tak boleh ada sebuah kebohongan sama sekali. Fadli adalah suami ku. Pasangan hidup ku. Sudah seharusnya aku mengatakan ini dari sejak lama.
Kini aku dan Fadli semakin menjauh dari biasanya. Ada sesuatu yang membatasi kami. Kami tak dapat mendekat.
Aneh. Sangat aneh. Baru pertama kalinya diri ku merasakan seperti ini. Dahulu aku tak pernah memikirkan kejujuran dalam hubungan mana pun. Dulu aku malah tak menginginkan orang lain mengetahui penderitaan ku. Kini mau tak mau aku harus memberi tahukan semua yang kurasakan pada seseorang.
Apakah selama ini aku telah egois? Hanya melakukan kehendak ku. Aku tak memikirkan pendapat Fadli.
Sesak. Hati ku sangat sesak. Kenapa semua ini tak membaik, malah semakin memburuk.
...-♡-...
{DI TEMPAT LAINNYA}
(HANA HILMI POV OFF)
(FADLI FIRDAUS POV ON)
Aku mengendarai motor ninja ku untuk pulang ke rumah.
Aku masih terlalu terkejut atas kejadian tadi pagi. Sangat sulit diri ku menerima kenyataan itu.
Kenapa selama ini Hana tak mengatakannya pada ku? Aku tak butuh orang lain selain Hana. Aku telah memiliki Hana.
Seharusnya aku membantu Hana. Tak seperti ini. Aku terlalu kecewa kepada Hana. Tapi, Hana adalah manusia. Dia pasti akan melakukan kesalahan. Namun, aku tak dapat menerimanya untuk sekarang ini.
Maafkan aku Hana. Aku baru-baru ini tahu penderitaan mu. Aku terlalu tidak peka dengan kamu. Aku terlalu cuek dengan kamu, Han. Aku sangat menyesal Hana.
Banyak sekali rasa yang berkecamuk di dalam hati ku. Banyak masalah dalam fikiran ku.
Sudah hilang masa remaja ku dulu. Masa diri ku yang masih senang-senang. Aku harus lebih dewasa lagi. Dan, pastinya untuk menjadi kepala rumah tangga ku.
...-♡BERSAMBUNG♡-...
^^^NAH, BUAT PARA PASUTRI ATAU BUAT ORANG-ORANG YANG MEMBANGUN HUBUNGAN TIMBAL BALIK DAN, PASTINYA BUAT BEKAL AUTHOR NANTI. HARUS DI CATAT PESAN MORAL DARI PART INI. BUAT KALIAN YANG SUDAH DEWASA TAPI PIKIRANNYA MASIH ANAK-ANAK. DUNIA TAK AKAN SELALU MENURUTI MU. DUNIA MEMINTA MU DEWASA DALAM MEMILIH JALAN MU. KALIAN AKAN GAGAL BILA MASIH BERFIKIRAN SEPERTI ANAK-ANAK. AYO BERSAMA MENJADI LEBIH DEWASA LAGI. MOHON MAAF BUAT TYPO YANG BERTEBARAN. KARENA AUTHOR BELUM REVISI CERITA INI. AUTHOR PAMIT UNDUR DIRI YA, GUYS.^^^
^^^ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH.^^^
^^^SALAM SAYANG DARI AUTHOR.^^^
^^^☆♡☆^^^