
...♡...
...ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH....
...♡...
...JAWAB GUYS, KARENA MEMBALAS SALAM ITU WAJIB....
...♡...
...BUAT APA BERTAHAN PADA HUBUNGAN YANG TIDAK DAPAT DI PERTAHANKAN? SEMUA ITU HANYA SIA-SIA BELAKA....
...《♡HATE WILLINGNESS♡》...
⚠️ADA BEBERAPA KATA KASAR DI SINI⚠️
" Ah udah lah. Kamu juga gak akan dengerin aku. Mending kita duduk disana. " Akhiri Putri, dengan menunjuk salah satu meja yang dikelilingi kursi-kursi.
Aku mengangguk.
Aku dan Putri melangkahkan kaki ke arah meja yang ditunjuk Putri. Aku menduduk kan diri di salah satu kursi di sekeliling meja ini.
Ku tatap sekeliling. Ternyata uang mahal masuk pesta ini karena mereka menyewa salah satu arti papan atas.
Pantes mahal. Buat apa sih nyewa orang papan atas. Habis-habisin duit aja. Dasar orang kaya. Gak punya moral.
《~》
Aku mendengar sesuatu keributan. Ku toleh kan kepala ku kepada keributan itu.
Di sana terlihat seseorang yang tengah mengamuk, pada salah satu gerombolan pria di sana. Aku tahu, gerombolan pria itu adalah gerombolan pria populer di sekolahan ku. Karena ketampanan, kekayaan, dan kepintaran mereka. Bahkan ada beberapa dari mereka sudah di berikan tanggung jawab oleh keluarga mereka.
Aku rasa perempuan itu adalah salah satu mantan atau pacar pria yang bergerombol itu. Dan, perempuan itu adalah salah satu perempuan populer di sekolah. Entahlah aku terlalu tak peduli sampai-sampai hanya mengetahui bahwa mereka populer. Eh, atau terlalu banyaknya pacar segerombolan pria itu, sampai-sampai aku tak mengingat siapa saja pacar mereka.
Huft~
Sebenarnya aku cukup populer di sekolahan. Bukan karena cantik soalnya aku tak secantik itu. Bukan karena harta soalnya aku bukan lah seorang yang berlebih. Atau bukan karena kecerdasan soalnya masih ada banyak orang yang lebih pintar dari ku. Aku populer karena penampilan ku yang sangat tertutup dan pergaulan diri ku yang sangat ku batasi.
" Eh, kesana yuk. Kelihatannya ada drama bagus nih. " Ajak Putri.
Aku mengangguk malas.
Sebenarnya memang aku kepo dengan apa yang terjadi disana. Tapi, aku juga sangat malas. Jadi aku hanya menanggapinya dengan rasa malas.
Aku dan Putri berjalan ke arah gerombolan itu. Disana sudah cukup banyak orang yang ingin menonton. Jadi, aku dan Putri harus sedikit menerobos beberapa orang yang ada di sana.
Ku lihat segerombolan pria itu hanya duduk tenang saja, tanpa menanggapi ucapan si perempuan.
" Lo tega banget sih!! Gua sudah kasih lo semua yang gua miliki. Tapi, lo malah mutusin gua dan malah pacaran sama Cinta. Padahal dulu gua rela lo dua in. Eh, lo malah mutusin gua karena jalang kayak dia!!! " Marah perempuan itu, dan diakhir kalimatnya ia menunjuk salah satu perempuan yang sedang menonton disana.
Oh~ ternyata cuma masalah di putusin. Kalau gitu ngapain aku kesini. Bikin capek aja.
Lagian jadi perempuan bodoh banget. Orang si cowok sudah dari awal nyakitin malah di pertahanin. Mangkanya kalau di kasih rayuan embel-embelan pacaran jangan di terima. Kalau sudah putus malah sakit hati. Gak bisa ngelakuin apa-apa dan ngak dapat apa-apa. Malah rugi sendiri.
Mending nungguin pria yang mau ngasih kepastian buat dia. Biar kalau cerai setidaknya dapat harta suami, meski dikit. Tapi, kalau bisa jangan cerai. Karena perceraian itu di benci Allah SWT.
Si pria tadi mulai berdiri, dan menghadap sang mantan pacar.
" Siapa lo yang harus ngatur-ngatur hidup gue? Lo tuh gak lebih dari cewek murahan yang hanya gue mainin. " Sarkas si cowok. Setelah nya ia tersenyum, mengejek.
Lah, kalau si cewek murahan terus si cowok apa? Kan cowoknya relain buang waktunya buat ngeladeni si cewek. Bukan kah malah lebih rendah si cowok dari pada si cewek.
Ku lihat banyak orang yang tersenyum mengejek si cewek, termasuk Putri.
Kasian banget sih cewek.
Aku tak menunjukan wajah apa pun pada drama ini.
PLAK
Si cewek menampar si cowok.
Waduh. Pasti sakit dah tuh.
" Brengsek ya lo!!! " Caci perempuan itu.
" Cukup! Lo jangan bikin acara gua berantakan karena drama lo!! " Tegas Putri.
Putri adalah salah satu wanita yang populer karena kecantikannya dan kelebihan lainnya. Bisa dibilang aku dan Putri memiliki tingkat kecerdasan yang sama.
Si perempuan itu menatap sinis Putri.
" Awas ya, lo. " Sinis perempuan itu. Entah di berikan buat siapa.
Aku rasa si perempuan adalah musuh yang pernah berurusan dengan Putri. Entah karena apa. Tapi, aku tak peduli.
" Ok, sekarang semuanya bubar. " Instruksi Putri.
Aku pun hanya melakukan apa yang di instruksikan putri. Namun, langkah ku terhenti karena-
" Ilmi lo bareng gua. " Pinta Putri.
Aku mengangguk.
Aku dan Putri menghampiri para segerombolan pria populer itu.
" Lo bisa gak sih gak bikin masalah. Lo itu sudah bukan anak SMA lagi yang sukanya mainin cewek. Lo harus dewasa dikit. " Nasehat Putri.
" Apaan sih lo! Bukannya khawatirin gua malah marah-marah, gak jelas. Bacot tau gak lo! " Kesal pria itu.
Aku sebenarnya tidak kaget bila Putri memarahi pria itu. Karena si pria itu adalah saudara sepupu Putri. Tidak ada satu pun murid sepantaran ku tak mengetahui nya.
Putri menjewer telinga pria itu, dan membisikan sesuatu. Entah apa yang tengah di bisikan Putri ke pria itu, sampai-sampai si pria ikutan berbisik ke Putri. Aku tak peduli tentang itu.
Tapi, ada sedikit aneh disini. Ada golongan pria lainnya yang ikut gabung di meja ini. Yang ku yakini mereka juga populer di sekolahan ku. Namun, golongan pria itu adalah musuh bebuyutan golongan saudara sepupu Putri.
Aku sedikit agak curiga.
Gak akan terjadi sesuatu yang buruk kan?
" Ilmi. " Panggil Putri.
Aku pun kembali tak menghiraukan kekhawatiran ku itu.
" Iya? " Tanya ku.
" Ayo kita ke meja kita. " Ajak Putri.
Aku mengangguk.
Aku Dan Putri kembali ke meja kita tadi.
" Ok semuanya. Maaf karena tadi ada sedikit permasalahan. Tak usah menunggu lama-lama lagi, mari kita sambut penyanyi yang telah kita undang. " Ucap host dari pesta ini.
Setelahnya ia memanggil penyanyi papan atas yang telah di undang. Dan, keluar lah penyanyi tersebut. Lalu penyanyi itu menyanyikan lagu miliknya.
Aku sedikit terhanyut dalam lagu itu. Aku mencoba menikmatinya. Aku tak mau munafik bahwa aku tak suka dengan lagu. Aku sangat menyukai lagu. Tapi, masih dalam batasnya.
Lirik nya sangat ku sukai. Aku dapat merasakan apa yang penyanyi itu sampaikan lewat lirik-lirik lagu.
Banyak orang yang berteriak histeris, dan ikut bernyanyi. Dan, ada yang nangis-nangis karena harus berpisah dengan teman SMA nya.
" Ilmi. " Panggil Putri, lagi.
" Eh, iya? " Kaget ku.
" Bagus kan lagunya? " Tanya Putri.
Aku tersenyum dan mengangguk.
" Betewe kamu gak pengen makan atau minum? Dari tadi kamu belum ngambil salah satu hidangan yang di hidangkan. " Penasaran Putri.
...-♡BERSAMBUNG♡-...
^^^YEY, AKHIRNYA SELESAI NULIS JUGA. SEMOGA KALIAN SUKA DENGAN PART INI. DAN, MAAF BILA BANYAK KATA KASAR DISINI. AUTHOR MOHON MAAF BILA BANYAK TYPO YANG BERTEBARAN. KARENA MASIH BELUM DI REVISI.^^^
^^^ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH.^^^
^^^SALAM SAYANG DARI AUTHOR.^^^
^^^☆♡☆^^^