
...♡...
...ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH....
...♡...
...JAWAB GUYS, KARENA MEMBALAS SALAM ITU WAJIB....
...♡...
...TEMAN SEJATI ADALAH TEMAN YANG BERSAMA-SAMA DI AKHIRAT....
...《♡HATE WILLINGNESS♡》...
" Kalian ngapain di sini? Bubar-bubar. " Ucap Dosen yang baru datang.
Semua orang pun menatap pak dosen tersebut.
Waduh~
Semuanya pun pada bubar. Huft~ Akhirnya bisa kembali juga ke kelas. Dan, pastinya tidak berdesak-desakan. Kalau tidak, aku yang lagi hamil bakal kesakitan.
《~》
HUFT~
Akhirnya kelas kedua selesai juga. Aku masih ada waktu untuk bersantai-santai sebelum kelas selanjutnya. Lagian hari pertama kelasnya kok sebanyak ini. Ya, memang gak ada tugas atau apalah itu. Tapi, tetap saja. Kenapa banyak banget kelas hari ini?
" Kita ngantin yuk. Aku laper banget. Aku butuh nutrisi untuk membuat otak ku bekerja. " Tawar Septi.
Aku mengangguk setuju
Entah kenapa, aku langsung dekat dengan Septi. Padahal baru beberapa jam yang lalu aku dan Septi berkenalan.
Aku dan Septi berjalan menuju kantin. Lalu, menatap sekeliling kantin. Untuk mencari tempat duduk dan menu apa yang akan di pesan. Mata ku terhenti di satu titik. Aku melihat Fadli bersama segerombolan pria tadi tengah duduk di salah satu meja. Dan, Fadli tengah menatap diri ku.
" Han, cowok ganteng itu natap kita. Aduh, aku jadi kejang-kejang di buatnya. Gimana nih, Han. Kalau pria itu nyamperin kita. Terus dia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan salah satu dari kita. Terus dia nembak salah satu dari kita. Terus-terus satu sekolah heboh. Terus- " Heboh Septi.
Huft-
" Halunya jangan ketinggian mbak. Kalau jatuh, ntar sakit. " Potong ku.
Septi tetap saja mengoceh tidak jelas. Aku pun meninggalkan Septi dan menduduki salah satu meja kosong. Septi pun mengikuti ku dengan kesal.
" Kamu di sini aja. Jaga meja. Biar aku yang pesan. Mau pesan apa? " Tanya Septi dengan nada sinis.
" Samain aja. " Jawab ku.
Septi pun bangkit dari kursi lalu pergi memesan makanan.
Hp ku berdering tanda pesan masuk. Aku pun membukanya. Ternyata dari salah satu cowok di kelas ku. Tadi ada salah satu cowok yang meminta tukar no. Hp.
" Hai. Boleh duduk bareng gak? Aku dan teman ku gak ada tempat duduk. " Chat pria itu.
Aku melihat seisi kantin. Memang tidak ada meja kosong lagi. Dan, pria itu berada tidak jauh dari kursi ku. Aku pun kembali menatap Hp.
" Aku ijin dulu ke Septi. " Balas ku.
Beberapa saat kemudian Septi datang dengan membawa dua bakso. Lalu, ada seseorang yang membantu Septi membawakan dua es teh manis.
" Sep, Pandu minta gabung duduk di sini. Dan, dia juga bawa teman. Kamu mau bagi meja gak? " Tanya ku.
" Gpp lah. Orang cuma bagi tempat aja. Yang penting gak bagi hati. " Jawab Septi.
Aku langsung mengirim kan pesan untuk Pandu, pria yang meminta bergabung tadi.
" Septi ngijinin. Kalau mau gabung gak papa. " Chat ku.
Beberapa saat kemudian Pandu dan salah satu teman cowoknya datang. Lalu duduk di depan ku dan di depan Septi.
" Thank's, (Makasih) Han, Sep. " Ucapnya.
Aku dan Septi mengangguk.
" Aku dan Septi makan duluan Du. " Ijin ku.
Pandu mengangguk.
Beberapa saat kemudian pesanan Pandu datang. Kami pun memakan makanan kami dengan khidmat. Tidak ada satu pun yang berbicara lagi pada saat kami makan.
Dering ponsel ku kembali berbunyi.
Aku mengerutkan dahi kita melihat siapa yang chat. Dan, isi chatnya.
" Siapa mereka? " Chat itu.
Fadli?
Aku menatap sekeliling. Fadli yang ada di tempat duduknya, tengah menatap diri ku horor.
" Temen. " Balas ku.
Ngapain Fadli nelpon?
Aku mengangkat telfon Fadli. Dengan, sebelumnya menjauh terlebih dahulu dari teman-teman ku.
" Halo, Assalamu'alikum- " Buka ku.
" Wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh. Jangan dekat-dekat dengan pria ajnabi. " Potong Fadli, cepat.
Huft~
Kelihatannya Fadli cemburu. Ya, karena ini bukan kali pertamanya Fadli cemburu kan? Dia kan pernah cemburu dengan anaknya pak ustadz.
" Iya. Cuma bagi meja aja. " Jawab ku.
" Inget udah punya suami. Mau jadi ibu. Jaga diri. " Ingatkan Fadli.
" Iya-iya. Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh. " Kesal ku.
Aku langsung mematikan telfonan Fadli. Maklum ibu hamil kan mood nya gampang memuncak. Dan, sekarang aku tengah kesal dengan Fadli.
...-♡-...
" Tadi lucu banget kan, Han. Mau ketawa takut dosa. Gimana dong. " Ungkap Septi.
Aku dan Septi semakin tertawa. Karena kita baru saja melihat sesuatu yang lucu di ruang dosen. Dan, kita baru saja keluar dari sana.
" Iya-ya. Gimana dong? Tapi, gak bisa berhenti. Haduh. " Balas ku.
Ya allah, dosa gak sih ngetawain dosen sendiri?
" Udah ah. Capek aku ketawa terus. Perut ku sakit karena ketawa terus. " Akhiri ku.
" Iya. Udah ah. Aku juga ngerasa sakit. " Setuju Septi.
Aku dan Septi menyelesaikan ketawa kami. Kami pun melanjutkan langkah kami. Namun, seketika langkah ku kembali terhenti. Ketika melihat Fadli dan beberapa cowok.
" Ah!! A-ada ntuh. Ah!! Gimana nih, Han? Kelihatannya mereka mau nyamperin kita deh. " Heboh Septi.
" Kita lihat aja. Dia nyamperin kita atau enggak. Menurut ku sih enggak. " Tawar ku.
" Ih, mana mungkin. Pasti nyamperin lah. " Tolak Septi.
" Oke. Kita buktiin habis ini. " Tantang ku.
Dan,
Pada saat Fadli dan teman-temannya hampir dekat dari kami. Kami di buat penasaran akan apa yang selanjutnya di lanjutkan Fadli dengan teman-temannya.
Dan-
Fadli dan teman-temannya hanya melewati kami begitu saja. Aku yang menang pun menyombongkan diri ku ke Septi. Dan, pastinya tertawa keras. Karena melihat wajah Septi yang memerah
" Hahaha. Gimana? Benar kan? Mangkanya jangan terlalu ngarep jadi cewek. Gini kan jadinya. Hahaha. " Olok ku.
Septi menepuk lengan ku sedikit kencang.
" Aw. Sakit Sep. " Marah ku.
" Ya udah. Inpas kan? Kamu udah bikin aku malu. Aku juga udah balas dendam. " Sinis Septi.
Aku kembali tertawa. Wajah Septi tak henti-hentinya memerah.
" Kacian banget cih, temen ku satu ini. Sakit ya mbak. " Goda ku.
Aku langsung lari meninggalkan Septi yang hendak memukul ku lagi. Septi pun mengejar ku. Kami pun hanya dapat bermain kejar-kejaran.
Aku yang lagi berbadan dua pun tak kuat bila terus menerus lari. Tubuhku tak seperti dulu. Karena, hal itu Septi dapat menggapai ku. Lalu memukul lengan ku.
" Aduh!! Sakit woy!! " Kesal ku.
" Biarin. Mangkanya jangan buat temen sendiri malu. " Tak peduli Septi.
Aku memutar mataku, malas.
Huft~
" Terserah dah. " Tak peduli ku.
Aku dan Septi melanjutkan jalan kami. Menuju parkir.
...-♡BERSAMBUNG♡-...
^^^IH~ JADI KANGEN AMA SAHABAT. MOHON MAAF BUAT TYPO YANG BERTEBARAN. KARENA AUTHOR BELUM REVISI CERITA INI. AUTHOR PAMIT UNDUR DIRI YA, GUYS.^^^
^^^ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH.^^^
^^^SALAM SAYANG DARI AUTHOR.^^^
^^^☆♡☆^^^