HATE WILLINGNESS

HATE WILLINGNESS
EPISODE 27



...♡...


...ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH....


...♡...


...JAWAB GUYS, KARENA MEMBALAS SALAM ITU WAJIB....


...♡...


...KU LAKUKAN INI DEMI KAMU. MESKI INI MENYAKITI KU. AKU TAHU KAMU MEMBENCI INI. AKU PUN BEGITU, AKU MEMBENCI INI. AKU TAK MERELAKAN INI. AKU MEMBENCI KERELAAN INI. NAMUN, INI YANG TERBAIK BUAT KITA....


...TERKADANG YANG MENURUT KITA BURUK ADALAH YANG TERBAIK UNTUK KITA....


...《♡HATE WILLINGNESS♡》...


" Han, aku mau bantuin lainnya. " Pinta Fadli.


Aku mengangguk.


Para laki-laki masuk ke dalam. Mereka membawa jasadnya ibu Ikmal menuju masjid. Semua orang menuju masjid. Ku titipkan Ikmal pada Fadli ketika telah sampai di masjid. Lalu para lelaki menyolati ibunya Ikmal. Para perempuan menunggu di luar.


《~》


Aku, Fadli dan anak-anak dalam perjalanan pulang menuju rumah ku. Aku meminta anak-anak istirahat sebentar di rumah, kecuali Gabriella. Gabriella tak pernah di ijinkan bermalam di luar. Jadi, ia pulang kerumahnya sendiri. Ikmal dari tadi sudah tertidur di gendongan Fadli.


Ku buka pagar rumah dan pintu rumah. Ku biar kan beberapa saat sampai semuanya masuk. Lalu menutup pagar.


Yang laki-laki tidur beralasan kasur lipat di ruang tengah. Dan, yang perempuan di kamar ku dan Fadli.


...-♡-...


" Bangun dek. Kita sholat tahajud dulu. " Bangun kan ku.


Lina, Akila, Sinta mulai membuka matanya dengan sesekali mengedipkan matanya. Mereka masih mengantuk. Aku terkekeh melihatnya.


" Ayo bangun, dek. Sebentar lagi mau sholat subuh. Ntar kita tidak bisa sholat tahajud. " Perintah ku.


Mereka mulai mendudukan diri.


" Iya-iya mbak. Tapi tunggu sebentar. Kila masih belum sadar sepenuhnya. Lima menit lagi. " Racau Akila.


Aku tak henti-hentinya terkekeh.


" Ya allah. Ayo bangun. Gimana bacaan doa tidurnya. " Ingat kan ku.


Mereka membaca *doa bangun tidur*. Aku dan adek perempuan menunaikan sholat berjamaah. Sedangkan yang para lelaki sholat di masjid.


...-♡-...


Aku dan adek perempuan tengah memasak buat makanan kami. Sedangkan yang cowok membersihkan rumah. Setelahnya kami mengumpul di meja makan. Kami memakan makanan dengan sangat lahap.


Beberapa hari ini aku full time bersama anak-anak. Meski aku harus bekerja, setidaknya pulang-pulang sudah di sambut anak-anak. Mereka tinggal di sini beberapa hari.


Meski aku dan Fadli harus berdempatan dengan anak-anak pada saat tidur. Meski harus bersempit-sempitan tidurnya. Setidaknya kehangatan ini lah yang membuat aku dan Fadli melupakan semua itu. Kehangatan ini sangat mahal dari pada harus membagi tempat tidur.


...-♡-...


{BEBERAPA HARI KEMUDIAN}


Aku tengah memikirkan sesuatu. Beberapa hari ini aku tak terlalu memikirkan hal ini dengan mendalam. Kali ini aku harus memikirkan ini dengan baik-baik.


" Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. " Salam Fadli.


Aku menghampiri Fadli yang baru membuka pintu rumah.


Ku salimi tangan Fadli.


" Wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh. " Balas ku.


Fadli berjalan menuju kamar. Aku menunggunya di ruang tengah.


" Kamu kenapa masih di sini? " Tanya Fadli, menghampiri ku.


" Gak papa. Masih belum ngantuk. " alibi ku.


Fadli duduk di samping ku. Kami berdua menonton tv. Sesekali aku melirik Fadli.


" Fad! " Panggil ku.


" Iya? " Respon Fadli.


" Kalau seandainya aku ijinin kamu buat menikah lagi gimana? Kamu mau? " Tanya ku.


" Tentu saja tidak. " Dingin Fadli.


Huft~


Ya allah kuat kan hamba. Ini yang terbaik untuk ku dan Fadli.


" Padahal ada Kanza. Dia cantik, solehah, kalem, muslimah. Yakin gak mau sama dia? " Coba ku sekali lagi.


" Enggak. Aku gak butuh lainnya. Aku hanya butuh kamu. " Tolak Fadli.


DEG


Gimana aku dapat ninggalin kamu dengan tenang, bila kamu mengatakan seperti itu? Kamu gak boleh mengatakan seperti itu. Aku akan pergi ninggalin kamu. Kamu gak boleh bergantung sama aku.


" Sudah lah, Han. Kelihatannya kita perlu tidur. Kamu sudah mulai ngawur. " Potong Fadli.


Fadli pergi menuju kamar.


Maafin aku, Fad. Aku bukan istri yang baik buat kamu. Maaf. Semoga kamu mendapatkan yang terbaik. Aku pengen semua orang di sekitar ku bahagia. Termasuk kamu, Fad. Tak peduli meski ini menyakiti ku.


Kalau boleh bilang, ini sangat sakit. Tak pernah selama hidup ku berfikir akan merelakan suami ku untuk mendua. Aku tak sekuat itu untuk diduakan, Fad. Tapi, aku tak mau kamu bersedih karena kepergian ku, Fad.


Berat sekali, ya allah.


Air mata ku mengalir begitu saja.


Aku ingin memberikan mu pengganti yang terbaik. Seperti Kanza, Fad. Dia wanita solehah. Aku gak mau kamu salah memilih pengganti diri ku. Ini cobaan di rumah tangga kita, Fad. Semoga dengan rahmatnya aku dan kamu di kuat kan menghadapi percobaan ini.


Sebelumnya aku telah membicarakan kebaikan Kanza ke Fadli. Berniat Fadli akan tertarik pada Kanza. Namun, nihil. Fadli tetap tak meresponnya. Kali ini aku mencoba membahas menawarkan Fadli untuk menikah lagi. Tapi, Fadli malah menolaknya mentah-mentah.


Aku harus apa lagi, ya allah? Beri hamba pertunjuk.


...-♡-...


Aku memakan makanan ku. Sesekali melirik Fadli.


" Fad. Enak loh punya istri dua. Kalau aku gak ada istri kedua kamu bisa gantiin aku. Apa lagi istrinya seperti Kanza. " Coba ku.


Aku sangat takut mengatakan ini. Karena Fadli tak berbicara lagi dari kejadian kemarin. Memang Fadli jarang bicara. Tapi, biasanya dia akan merespon omongan ku dengan berdehem atau mengangguk. Namun, kali ini tidak sama sekali. Dia tak merespon apa pun.


Fadli menghentikan makannya.


" Tolong jangan membuat diri ku tidak mood untuk makan. " Dingin Fadli.


Aku hanya menunduk dan melanjutkan makanan ku.


Astaghfirullah hal adzim.


Serem banget Fadli kalau lagi dingin kaya gini. Tapi, kenapa dia masih ganteng aja ya? Eh, kok malah bahas itu sih. Hana-hana.


Huft~


...-♡-...


{KEESOKAN HARINYA}


Aku dan Fadli tengah menonton tv di ruang tamu. Lagi-lagi aku melirik Fadli.


" Fad, Kanza hafidzah loh. Bener-bener sempurna banget. Kelihatannya Kanza tak punya satu pun kekurangan, deh. " Ucap ku.


Fadli tak merespon apa pun.


Dia hanya mengganti saluran tv.


" Fad! Dengerin aku dong. " Kesal ku.


Fadli tetap tak merespon.


" Kamu gak mau punya istri kaya Kanza? Dia itu sempurna banget loh. " Coba ku, sekali lagi.


" Tolong Hana jangan membicarakan hal yang gak guna kaya gini. " Tegas Fadli.


" Terus aku harus gimana? Biar kamu respon aku. " Kesal ku.


Aku pergi dari ruang tamu menuju kamar. Tak memperdulikan Fadli yang memanggil ku. Ku kunci pintu kamar.


Aku terduduk di atas ranjang.


Ini sangat berat Fadli. Aku harus menyiapkan diri ku setiap mengatakan ini. Aku harus menahan rasa sesak ku. Menunggu kamu merespon diri ku. Tapi, aku tak akan kuat untuk seperti itu terus-menerus. Aku seorang wanita. Aku tak menginginkan ini. Namun, keadaan memaksa ku.


Air mata ku mulai mengalir.


" Han!! Kamu kenapa sih!?? Jangan buat aku terus kebingungan dengan sikap kamu!! Aku mohon! Han!! Hana!! Hana Hilmi!!!" Teriak Fadli.


Fadli mencoba mengetuk pintu kamar.


" Tolong kamu jujur!! Kita ini suami istri!! Kamu benar-benar membuat ku bingung, Han!!! Tolong buka pintunya Han!!! Kita harus bicara in ini dengan baik!!! Jangan seperti ini!! Aku mohon buka pintunya, Han!!! " Mohon Fadli.


Aku berjalan ke arah pintu. Ku buka pintu itu.


Kriet~


...-♡BERSAMBUNG♡-...


^^^MENURUT KALIAN HANA INI EGOIS APA ENGGAK SIH? AUTHOR BINGUNG. KIRA-KIRA HANA BAKAL JUJUR GAK YA? MOHON MAAF BUAT TYPO YANG BERTEBARAN. KARENA AUTHOR BELUM REVISI CERITA INI. AUTHOR PAMIT UNDUR DIRI YA, GUYS.^^^


*...* :


^^^الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ^^^


Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali.


^^^ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH.^^^


^^^SALAM SAYANG DARI AUTHOR.^^^


^^^☆♡☆^^^