
...♡...
...ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH....
...♡...
...JAWAB GUYS, KARENA MEMBALAS SALAM ITU WAJIB....
...♡...
...SEMOGA PERTEMUAN TERAKHIR KITA SEBELUM MASUK PERKULIAHAN YANG BERBEDA, KITA TETAP DAPAT MENJAGA TALI SILATURAHMI KITA...
...《♡HATE WILLINGNESS♡》...
(HANA HILMI POV)
" Umi.. ayolah mi. Kali ini aja lah mi. Cuma kali ini aja. Besok-besok gak akan lagi deh. janji. Ya? Pliss. " Mohon ku.
Aku melangkahkan diri ku ke arah umi yang terus menerus melangkah.
" Gak boleh, hilmi. Kalau umi bilang enggak ya enggak. " Kekeuh umi.
Aku menghentikan langkah ku.
" Umi, Ini acara terakhir SMA ku. Setelah ini gak akan ada acara lagi, umi. Sebelumnya aku belum pernah ikut acara kayak gini-gini. Aku juga pengen ngerasain yang teman-teman aku rasain, umi. " Bujuk ku.
" Hilmi! Denger! Kalau acara ini dari sekolahan kamu, umi pasti ijinin kamu. Tapi, ini bukan dari sekolahan kamu. Umi takut kamu kenapa-kenapa. Dan lagi, temen-temen kamu tak sebaik seperti temen-temen kamu yang di pondok. Ngerti! " Marah Umi.
Air mataku mulai menggenang.
Aku tahu. Teman-teman ku di sekolah yang baru 3 tahun ku tempati bukanlah teman-teman yang baik, menurut ku. Mereka terlalu bebas. Karena sekolahan ku kali ini bukanlah negri yang memiliki aturan yang ketat. Seperti diwajibkan memakai ini. Dan di larang melakukan ini.
Mereka terlalu bebas tuk memilih pakaian dan pergaulan. Bila mereka terkena masalah besar, uang akan menyumpal mulut-mulut guru di sana. Ya memang mereka bukanlah murid-murid yang bodoh. Mereka sangat pintar-pintar. Karena sekolahan yang baru beberapa hari yang lalu ku lulusi ini adalah sekolahan yang cukup di minati di kota ini.
Dan, karena pergaulan mereka yang terlalu bebas dan uang yang akan selalu mereka berikan demi keinginan yang mereka ingin kan, aku bahkan tak punya satu pun sahabat. Aku takut mereka membawa pengaruh buruk pada ku dan melakukan hal yang buruk dengan uang mereka kepada keluarga ku. Tapi, tetap saja aku ingin merasakan seperti apa yang mereka rasakan untuk sekali saja.
Aku dulu sempat memondok di salah satu pondok pesantren. Namun, karena aku yang sempat sakit cukup parah, akhirnya umi dan abi meminta ku melanjutkan pendidikan SMA nya di sekolahan ku itu. Agar memudahkan orang tua ku untuk merawat ku. Sungguh saat itu aku sangat sedih karena harus meninggalkan sahabat dan teman-teman ku. Namun, bagaimana lagi?
Karena pada saat itu waktu pendaftaran untuk negri telah usai. Aku pun di daftarkan ke sekolahan ku itu. Dengan orang tua ku yang hampir tak bisa makan karena melunasi uang pendaftaran ku, yang amat sangat mahal. Dan, dengan sedikit keberuntungan diriku, melewati tes yang cukup susah. Kalau semua itu tak terjadi mungkin aku harus mengulang kelas tahun berikutnya.
" Tapi, aku pengen seperti mereka, umi. Cuma untuk pesta perpisahan ini saja. Setidaknya aku memiliki beberapa kenangan di masa SMA ku ini. Dan, ini baru pertama kalinya aku di ajak sama salah satu temanku, umi. " Sedih ku.
Aku menatap umi senduh.
Umi berjalan ke arah ku. Dan, menggapai pundak ku.
" Kamu beneran pengen ke sana? " Pastikan umi.
Aku mengangguk lemas.
Sebenarnya aku sedikit tak yakin dengan keinginan ku ini. Dari uang yang harus dibawa cukup banyak. Dan, aku takut akan terjadi sesuatu padaku.
" Ya udah. Gak papa. Tapi, ada satu syarat. Kamu harus jaga diri kamu baik-baik. Jangan melakukan perbuatan yang dilarang Allah. Ngerti? " Setuju umi.
Aku tersenyum cerah.
" Beneran umi? Makasih umi. " Syukur ku.
Aku langsung memeluk umi.
Beberapa saat kemudian aku tersadar akan suatu hal-
" Tapi, uangnya dari mana? Uang buat ikutnya kan mahal. " Khawatir ku, tiba-tiba.
" Gak papa. Umi punya sedikit uang berlebih. Jadi kamu bisa pakai uang itu. " Jawab umi.
Aku kembali tersenyum cerah.
" Makasih umi. " Ucap ku.
...-♡-...
Aku menatap sekeliling. Sungguh ini acara yang sangat mewah. Di sini tak ada satu pun orang yang berhijab. Mereka yang memiliki gender perempuan memakai baju kekurangan bahan. Mungkin bisa di bilang seperti tak memakai baju.
naudzubillah min dzalik, deh. Bila aku memakai baju itu.
Namun, yang laki-lakinya memakai baju beragam. Ada yang baju formal, Ada yang memakai baju santai. Dan, ada juga yang memakai baju kelewat santai. Hadeh~ Sungguh unik teman-temanku ini.
" Eh, ada Ilmi. " Sapa seseorang.
Memang teman-teman ku di SMA selalu memanggil ku Ilmi. Katanya sih biar keren aja. Aku tak tahu dari mana kerennya. Perasaan ku itu biasa aja deh. Gak terlalu wow banget.
Aku menatap orang itu.
Sungguh bila aku tak memiliki kesopanan pasti aku akan menatap seseorang itu dengan penuh kejijikan dan rasanya ingin memuntahkan seseorang itu.
Aku tersenyum kepada seseorang itu.
" Hai, Put. " Balas ku.
Seseorang itu bernama putri. Putri adalah satu-satunya orang yang mengajak ku untuk menghadiri pesta ini. Aku sebenarnya tak terlalu kenal dengan putri. Ya, mungkin karena aku dan putri berbeda kelas. Pada saat itu, tiba-tiba saja dia datang ke kelas ku dan mengajak ku secara eksklusif.
Putri juga salah satu dari perempuan dari banyaknya perempuan di sini yang memakai baju kurang bahan. Putri memakai baju yang tak menutupi bagian-bagian aurat yang harus ditutupi.
" Kamu kok pake hijab sih? Ya paling enggak jangan pakai hijab panjang kaya gini. Kamu kan bisa melipatnya. Jadi kan bisa terlihat lebih cantik. Bukan kayak gini. Ini malah ketutupan banget. " Cerocos Putri.
Aku hanya menanggapinya dengan tersenyum.
Aku tak perduli apa tanggapan orang-orang padaku. Karena aku telah melakukan hal yang benar. Aku tak melakukan kesalahan. Ini memang pakaian yang seharusnya di pakai seseorang wanita muslimah. Ini adalah identitas ku.
Putri masih meneruskan cerocos nya. Yang tak ku tanggapi sama sekali. Atau malah aku merasa cerocosan nya Putri adalah angin lalu.
" Ah udah lah. Kamu juga gak akan dengerin aku. Mending kita duduk disana. " Akhiri Putri, dengan menunjuk salah satu meja yang dikelilingi kursi-kursi.
Lah itu tahu. Kenapa gak dari tadi aja sih berhenti nyerocos nya? Kan aku sudah capek berdiri dari tadi, sambil dengerin cerocosan unfaedah milik Putri.
Aku mengangguk.
Aku dan Putri melangkahkan kaki ke arah meja yang ditunjuk Putri. Aku menduduk kan diri di salah satu kursi di sekeliling meja ini.
Ku tatap sekeliling. Ternyata uang mahal masuk pesta ini karena mereka menyewa salah satu artis papan atas.
Pantes mahal. Buat apa sih nyewa orang papan atas? Habis-habisin duit aja. Dasar orang kaya. Gak punya moral.
...-♡BERSAMBUNG♡-...
^^^AUTHOR UPDATE LOH. GIMANA KESANNYA? SEMOGA PADA ENJOY BACA CERITA INI YA GUYS. DAN, MAAF BILA ADA TYPO BERTEBARAN. AUTHOR ANGGER UPDATE AJA TANPA DI BACA ULANG. HEHEHE. OK SEE YOU, GUYS.^^^
^^^ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH.^^^
^^^SALAM SAYANG DARI AUTHOR.^^^
^^^☆♡☆^^^