
Gifyka dan Mario mundur perlahan ketika mereka bertemu dengan lima kurcaci yang berpenampilan aneh dengan pakaian warna warni. Mereka berdua tak tahu dari mana datangnya kurcaci-kurcaci itu. Suara kurcaci itu sangat lucu, apalagi jika sedang tertawa. Andai saja mereka sedang tidak berada di situasi seperti ini, pasti Gifyka dan Mario akan tertawa sampai terpingkal-pingkal. Sayang sekali mereka dalam situasi yang mencekam.
"Mendekatlah, Tuan Putri Gifyka." ujar salah satu kurcaci dengan warna pakaian merah. Kurcaci itu terlihat asik memakan biji kacang yang ada dalam keranjangnya. Di antara mereka berlima, setiap kurcaci memang membawa satu keranjang masing-masing.
"Kalian siapa dan mau apa?!" tanya Mario berdiri di depan Gifyka. Lelaki jangkung itu terlihat berusaha melindungi Gifyka.
"Kami ini baik, kami akan berusaha membantu Tuan Putri menghancurkan kerajaan Laxymuse." jawab kurcaci yang memakai baju berwarna kuning.
"Dari mana kalian tahu?" Gifyka nampak heran.
Mereka berhenti berjalan mundur. Kelima kurcaci itu pun sama, berhenti mengejar. Mereka saling diam dalam kegelapan. Kaki mereka masih kuat untuk menopang beban berat meski sebenarnya sudah tak mampu.
"Kami ini dulu yang menolong Tuan Putri Nafita ketika Tuan Putri dibuang oleh Raja Laxymuse. Kami sudah berjanji dengan Tuan Putri Nafita untuk membantu menghancurkan Raja Ortofus ketika nanti saatnya tiba perjanjian yang sudah mereka buat." kelima kurcaci itu sekarang malah memilih duduk sambil menikmati buah-buahan yang ada di dalam kerangjang masing-masing.
"Duduklah Tuan Putri, akan kami ceritakan tentang keadaan ini yang sebenarnya dan tentang siapa Tuan Putri Gifyka sampai Raja Ortofus mengejar-ngejar Tuan Putri dan inginkan Tuan Putri datang ke kerajaan khayangan." titah kurcaci yang memakai baju berwarna ungu. Kurcaci itu terlihat yang paling tampan di antara kurcaci lainnya. Buah yang dia makan juga banyak, ada beberapa macam buah dan sekarang dia sedang memakan buah peer.
"Yo, kita harus percaya atau gimana?"
"Dengarkan saja dulu."
Gifyka dan Mario pun akhirnya duduk menuruti permintaan kurcaci itu. Dirinya akan mendengarkan cerita.
"Jadi gimana ceritanya?" jujur saja Gifyka penasaran.
"Dulu, saat Tuan Putri Nafita bermain ke bumi dan menyamar sebagai manusia. Tuan Putri Nafita tidak sengaja bertemu dengan Yudha. Dari pertemuan itu, timbullah perasaan suka satu sama lain, karena Tuan Putri Nafita sungguh sangat mencintai Yudha, akhirnya Tuan Putri sering kabur-kaburan dari khayangan dan hanya izin kepada Ratu khayangan. Sampai pada suatu ketika Raja Ortofus mengetahui hal ini," mengalirlah cerita tentang Nafita dan Yudha dari bibir kurcaci yang memakai baju berwarna hijau.
"Berhentilah mengambil punyaku!" sentak kurcaci yang memakai baju berwarna ungu kepada kurcaci yang memakai baju berwarna biru.
"Hihihi... Ini sangat enak." cengir kurcaci yang berbaju biru. Bukannya takut, tapi kurcaci itu malah semakin mengambil lagi dan lagi makanan yang ada di dalam keranjang kurcaci berpakaian ungu.
"Yak, itu buahku!" teriak kurcaci berbaju ungu.
Gifyka terkikik melihat perdebatan kecil mereka yang memperebutkan buah-buahan. Sangat lucu dan itu pemandangan langka. Mario sampai tertegun melihat Gifyka tertawa melihat perdebatan antara kurcaci itu. Tapi dalam hatinya tersenyum karena bisa melihat tawa Gifyka lagi.
"Kalian diamlah! Mengganggu saja." tegur sang kurcaci yang berpakaian merah.
Mereka berdua langsung diam dan kembali menikmati makanan dalam keranjang mereka masing-masing.
"Lalu bagaimana lanjutannya?" Gifyka terlihat tertarik dan menunggu mereka bercerita lagi.
"Raja Ortofus berniat akan menikahkan Tuan Putri Nafita dengan Raja dari kerajaan Orexo yang ada di ujung bagian utara. Tapi karena Tuan Putri mencintai Yudha, akhirnya Tuan Putri menolak secara blak-blakan dan itu membuat Raja Orexo marah sehingga terjadi peperangan dan mengakibatkan adik dari Raja Ortofus mati tertusuk pedang oleh Raja Orexo. Peperangan itu berakhir saat adik dari Tuan Putri yang masih berusia tujuh tahun ikut mati terbunuh oleh tangan kanan Raja Orexo. Dan itu membuat Raja Orexo senang, seolah rasa sakit hatinya impas terbayarkan karena kematian adik Raja Ortofus dan putri kedua Raja Ortofus,"
"Saking marahnya Raja Ortofus dengan Tuan Putri, akhirnya Raja Ortofus memilih mengeluarkan Tuan Putri dari khayangan. Sungguh, Tuan Putri dilempar dari khayangan begitu saja dan akhirnya terjatuh di pelataran kerajaan kurcaci. Tuan Putri tidak bisa terbang tanpa selendang, maka dari itu Tuan Putri tidak sengaja terjatuh di kerajaan kami. Saat itu kondisinya sangat memprihatinkan, Tuan Putri sempat tidak sadarkan diri selama seminggu. Tapi syukurlah saat tabib kurcaci memberinya ramuan rutin setiap hari, akhirnya Tuan Putri sadar." kurcaci yang berbaju hijau berhenti sejenak kemudian memakan buah apel dari keranjangnya.
Mario menyimak tak menyangka bahwa Nafita adalah perempuan dari keturunan kerajaan khayangan. Tapi semua ini benar-benar nyata, bukan rekayasa.
"Sampai saat Tuan Putri sehat, kami mengantarnya sampai bumi dan bertemu dengan Yudha. Mereka akhirnya menikah, dan saat Tuan Putri Gifyka lahir tiba-tiba Raja Ortofus datang dan ingin mengambil Tuan Putri untuk dibawa ke khayangan. Kata Raja Ortofus Tuan Putri Gifyka itu adalah gen dari masa depan. Raja Ortofus juga bilang bahwa Ratu sudah berubah menjadi sebuah teko kristal dan tidak bisa menjadi seorang Ratu lagi kecuali jika Tuan Putri kembali ke khayangan."
"Gen masa depan?" Gifyka nampak tertarik akan hal itu.
"Ya, gen masa depan. Tuan Putri Gifyka ini sebenarnya masih sangat muda, bisa dibilang masih anak-anak apabila Tuan Putri terlahir dari keturunan seorang Raja. Tapi karena Tuan Putri keturunan dari manusia, jadi Tuan Putri sudah remaja. Kepemimpinan kerajaan khayangan milik Raja Ortofus akan digantikan oleh Tuan Putri mulai dari sekarang. Itu sudah perjanjian Tuan Putri Nafita yang akan menyerahkan Tuan Putri Gifyka kepada Raja Ortofus ketika usia Tuan Putri memasuki angka tujuh belas tahun. Tuan Putri akan memimpin Laxymuse sampai nanti, pemimpin masa depan."
Gifyka nampak murung mendengar kenyataan itu. Apa itu artinya dirinya akan meninggalkan bumi dan hidup di khayangan? Gifyka tidak mau, dia ingin terus berada di bumi dan bersama dengan Mario. Lelaki yang dia cintai.
"Bungalow itu adalah tempat di mana Tuan Putri Nafita tinggal selama di bumi. Di sana pula Tuan Putri dan Yudha menikah sampai usai bulan madu, mereka pindah ke Jakarta dan meninggalkan bungalow."
Sekarang Gifyka paham, kenapa bungalow itu masih tetap dijaga sampai sekarang. Ternyata terdapat banyak sejarah.
"Aaa....! Rio tolong!" teriak Gifyka tiba-tiba.
"Tuan Putri!" teriak para kurcaci itu bersamaan.
"Gifyka!" Mario ikut kaget saat Gifyka berteriak. Bahkan tubuh Gifyka sudah tidak ada di antara mereka.
"Ke mana Gifyka? Ke mana dia?" Mario celingak-celinguk mencari keberadaan Gifyka yang menghilang entah ke mana.
"Ini pasti karena mereka sudah menemukan jaring-jaring anti kalung veromon." ujar kurcaci berpakaian merah.
"Jaring-jaring anti kalung veromon?" Mario menatap kelima kurcaci itu tak mengerti. Apa maksud dari mereka?
"Iya, mereka sudah berhasil membawa Tuan Putri ke khayangan menggunakan jaring-jaring anti kalung veromon. Mereka tidak bisa menyentuh Tuan Putri karena ada kalung veromon yang menggantung di lehernya. Tapi dengan jaring itu, mereka bisa membawa Tuan Putri ke khayangan."
"Lalu apa yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan Gifyka?" Mario panik setengah mampus mendengar bahwa Gifyka dibawa ke khayangan. Bagaimana jika Gifyka diperlakukan tidak baik di sana? Pikiran-pikiran aneh berkelebat di otak Mario.
"Kita harus menunggu Tuan Putri Nafita dulu, baru kita melakukan tindakan."
"Argh...! Gifyka!" Mario menjambak rambutnya sendiri. Kenapa dirinya terlalu teledor dalam menjaga Gifyka. Padahal Mario tepat berada di sisi Gifyka. Bahkan tadi Gifyka sempat menyandarkan kepalanya ke dada bidangnya.
~**~
To Be Continue...