First Kiss And The Last Love

First Kiss And The Last Love
BAB 9



Seperti hari - hari sebelum nya , Kania CS pergi berangkat sekolah berbarengan . saling menunggu di tempat yang seperti biasa nya . Tak terasa , sudah 6 bulan Kania menduduki bangku kelas 10 . Persahabatan yang terjalin pun bertambah semakin erat . Satu sama lain saling menguatkan .


" Gaess , Gua mau jujur sama kalian . Kemaren gua jadian sama anak kelas B". Cicie berkata pada CS nya ketika mereka ngumpul di kantin sekolah pas jam istirahat .


Mata nya melihat satu persatu sahabat nya . Terakhir bertatapan dengan wajah Kania , dia langsung menundukkan wajah nya . Tenggelam dalam gelas jus yang dia hisap sampe habis tak tersisa . Wajah nya terlihat putus asa .


" siapa ? " Kania bertanya penuh rasa ingin tahu dengan sorot mata yang tajam .


" emm , anak paskibra juga . dia ... " terdiam sesaat . " Nama nya Sultan ". jari jemari tangan nya sibuk meremas - remas rok seragam nya . Di antara semua nya , memang Cuma Cicie yang selalu terlihat anggun , modis dan rapi . Cara berbicara dan pemikiran nya pun masih terbilang paling polos . Namun juga kepintaran nya melebihi teman - teman se Genk nya .


" Haahhh ... ! Yang paling culun di antara Genk nya si Yadi kan? Yang tinggi dan selalu berpenampilan rapi ? " Tanya Rinrin dengan kaget nya .


" Hhhhh , yang angkuh dan sok kecakepan ! meskipun wajah nya emang cakep sih ! .hehe ... tapi , aduh nggak kuat itu pake topi nya selalu di kebelakangin , trus si tali topi nya pake karet gelang " . Yena ikut menimpali .


" hahhaa ... " . Yang lain nya cuma bisa menyahut dengan tertawa .


Cicie hanya bisa nyengir kuda mendapati ledekan dari teman - teman nya .


" Putusin sekarang juga . Gua nggak suka cowok angkuh itu ! . Suara Kania membuat teman - teman nya langsung memaling kan wajah pada nya .


" Lo udah ada rasa cinta , belom ? ". Tanya Kania lagi .


" Emm , belom sih . Tau sendiri kan , gua masih mikirin si Bambang , pacar gua yang dulu . lagian kita juga belom putus ". Jawab Cicie .


Sudah bisa di pastikan , Kania yang otoriter telah memberi keputusan , maka harus di laksana kan . Tanpa Kania sadari , dia pun telah menjadi angkuh dan arogan .


Mereka pun berbarengan menuju kelas mereka . Di depan kelas A , masih tersisa anak - anak yang nongkrong , Genk nya Yadi CS . Serentak mata mereka tertuju ke arah Kania CS yang berjalan memasuki Kelas B .


Sebagian anak - anak cowok yang suka iseng pada sibuk menggoda Cicie dan Yena . iya lah , di antara Genk Kania kan , yang paling cantik , mereka berdua .


Sultan berjalan menghampiri Cicie yang langkah nya sedikit lagi ke arah pintu kelas B .


Tangan sultan berusaha menggapai tangan Cicie .


" Cie , aku mau ngomong ben ... "


" Ntar lagi deh , lagi males ! ". Cicie memotong ucapan sultan dan menepiskan kasar tangan Sultan yang hendak menggapai nya . Bergegas langkah nya memasuki kelas . Kania yang berjalan paling depan , melirik sekilas ke arah mereka berdua dan tersenyum sinis .


Tatapan sultan beralih ke arah Kania , heran dengan sikap Cicie yang tiba - tiba berubah pada nya . Jadian saja baru sehari , kenapa Cicie langsung berubah . Apa yang terjadi ?. Beribu pertanyaan bersarang di benak Sultan .


Ingin rasa nya Sultan mengejar Cicie masuk ke dalam kelas B , tapi suara bel sekolah berbunyi menandakan jam istirahat telah berakhir . Sultan menghembuskan napas nya dengan kasar . Seperti nya dia masih harus menunggu beberapa jam pelajaran lagi , sampai bel pulang berbunyi . Dia pun berbalik badan lalu masuk ke kelas nya .


Baru saja dia kemarin merasakan bahagia cinta nya di terima Cicie , masa kebahagiaan nya hanya sehari . Dia pun berpikir keras , mungkin ada kesalahan nya dia di mata Cicie , sampai Cicie bisa berubah jutek pada nya . Ya , Sultan menyukai Cicie waktu pertama kali melihat nya saat ospek . Perasaan suka nya bertambah ketika mereka sama - sama masuk Paskibra .