
π Ke esokan Hari nya π
Yena membalikan badan nya menghadap bangku Kania . Mulut nya terbuka hendak bicara , tapi sesaat terdiam lagi sambil menatap gelisah wajah Kania dan Rinrin .
Rinrin dan Kania refleks memandang wajah Yena , dan menunggu sampai keluar suara dari mulut dia .
" Nggak jadi , dah ". Yena langsung memutar lagi badan nya menghadap bangku dia .
" Apaan , sih Lo? nggak jelas banget ! ". Kania sontak menendang kursi yena. " Lo kalo mau ngomong , ngomong aja , pake nggak jadi segala ! . bikin orang penasaran saja "
" Iya nih , orang udah nunggu Lo ngomong , mangap aja lama , eh tau nya nggak jadi . Dasar zubedah ! " . Rinrin ikut menimpali sambil terkekeh .
" heh ! , bisa Lo jangan bawa nama nyokap gua , Mantili ! " . Yena langsung memutar badan nya menghadap Rinrin , mulut nya langsung manyun lima centi .
" hahhaa ... habis nya sih Lo bikin dongkol kita aja "
" ishh dah , udah deh malah jadi ribut . Lo mau ngomong apa an sih , barusan , zubedah ??? " . alih - alih melerai , Kania malah ikutan meledek Yena .
" cih , Lo juga malah ikutan si gendut jg sih , Kania !!! " Yena mulai merajuk kesal oleh perlakuan mereka berdua .
" hahaha ... ok deh , seriosa nih kita dengerin Lo ngomong ". Kania berhenti tertawa dan mulai menegak kan duduk nya , kepala nya di dekat kan maju ke arah punggung Yena .
" eung .... gini , emm ... emm "
" Lo apaan sih ? dari tadi , emm emm , embe ... maksud Lo ? " Kania mulai kesal , lalu menghempas kan kembali duduk nya ke sandaran kursi .
" Yaelah , nggak sabaran banget sih , jadi orang ! . Gua bingung , nggak tau harus mulai cerita dari mana yah ? " . Yena menggaruk kepala nya yang tidak gatal .
" haaddehh , ya mulai dari tadi lah , zubedah !!! Lo aja bingung mau cerita , apa lagi kita . kita kan bukan dukun , yang bisa segala tahu ! " . Kania memukul pelan bahu yena dengan kesal .
Rinrin yang dari tadi menyimak pembicaraan mereka berdua , hanya menggerakkan kepala nya sedikit sambil menopang dagu nya di meja .
" emm , Lo tau Nasir ngga ? anak kelas A ". tanya yena ke mereka berdua . Lirikan mata nya bergantian melihat ke arah Kania dan Rinrin .
" Gua nggak tau " Kania menjawab , kemudian bola mata nya pindah ke arah Rinrin .
" Yang tinggi , berkulit putih , Genk nya si Yadi , bukan ? " Rinrin bertanya balik .
" Terus , terus , apaan ? . Lo kayak tukang parkir aja , terus ... terus ! " Kania membentak Yena sambil memukul tangan nya ke meja .
" ehh , eh , maksud gua , terus dia nembak gua . Tapi gua belum jawab . Bingung mau jawab apa . " Yena langsung menungkupkan wajah nya di kedua tangan yang dia lipat di atas meja nya .
" gitu aja kog repot , sih ! . Kalo Lo suka , ya terima lah , kalo nggak suka , tinggal Lo tolak ! " . tegas Kania
Refleks Yena menjulurkan kepala nya ke arah Kania .
" Jadi nggak apa - apa nih , gua pacaran ? soal nya , gua juga suka sama dia . hehe ... habis nya dia ganteng sih ! " . Muka Yena langsung merah kuning hijau kayak lampu stop an
" Jiahhh , siapa juga yang nge larang ! . Kalo gua sih , malesin yang nama nya pacaran pacaran . ogah deh , jadi bucin ! " Kania mengibaskan telapak tangan nya ke wajah nya
" Asal satu syarat , jangan ganggu dan banyak nge larang Lo di Genk kita ! . Genk CA'RURON harus di prioritas kan ! ". Kania memberi perintah .
" Asik , jadi aku juga boleh pacaran nih , hehe ... ". Rinrin yang sedari tadi hanya diam menyimak , tiba - tiba berkata dengan wajah yang sumringah
" ehk , bacot ! . Kirain Lo nggak tertarik sama cowok ". Kania terkekeh sambil memukul lengan Rinrin .
" Aku normal kali , gendut juga kan , aku lumayan cantik ! " . Rinrin mengedip ngedipkan kedua mata nya sambil bergoyang kepala , ala ala penyanyi India .
" hahaha ... najis Lo ! " Cicie yang baru duduk di meja nya , tertawa ngakak melihat gaya Rinrin .
" eh , ngomong - ngomong , kalian dari tadi mencium aroma busuk ngga ? " Kania memandang satu persatu CS nya sambil hidung nya kembang kempis .
" hhh ... iya nih , aku juga baru ngeuh . apa ya ? " Rinrin mengedarkan kepala nya ke samping , ke belakang , ke kolong meja , sambil mengibas - ngibaskan tangan depan hidung nya .
" kayak bau - bau selokan , cubluk gitu , ya ! " . Cicie ikut mencari sumber bau busuk itu
sontak mereka berempat melirik ke meja Heru dan Apep . Kaki Heru satu di naikan ke atas meja . sepatu warior yang udah lepek , bau apek , mulut depan sepatu yang udah ngebuka sedikit , dia ikat pake karet gelang . Warna sepatu yang normal nya hitam putih , punya nya Heru lebih ke abu - abu gelap . Saking kotor tak pernah di cuci .
" hueekk , bau banget sih , sepatu Lo ... ru ? . udah gitu , belagu banget lagi , pake di taro di atas meja !!! " bentak Kania sambil menutup hidung nya .
" hehehe ... tadi pas mau masuk ke gang sekolah , sepeda gua sama Apep jatuh masuk selokan rawa rawa di samping sekolahan " . Heru cengengesan dengan tampang yang tak berdosa .
" Hheerruuuu ... kurang ajar , yaa !!! " Sontak mereka berempat melempari nya dengan apa pun yang ada di atas meja mereka