First Kiss And The Last Love

First Kiss And The Last Love
BAB 2



Kania dan Rinrin memasuki ruang kelas kelas mereka , mencari deretan bangku kosong yang bisa mereka duduki bersama . Bangku yang tersisa hanya tinggal di pojok , kedua dari belakang , karena hampir semua bangku telah terisi.


Di belakang bangku mereka di duduki dua cowok , di depan mereka dua cewek . Rinrin menarik tangan Kania menuju bangku kosong yang akan mereka duduki .


" Kania , aku duduk nya dekat tembok ya? kamu di sebalah sini aja" . Rinrin mulai sibuk meletakan tas dan menggeser kursi nya .


" hmm ..." Kania mengangguk dan menjawab dengan ekspresi yang datar . Dia menggeser kan kursi tempat nya dia untuk duduk.


" hai, aku yena... dan ini sebelah aku nama nya cicie . kalian nama nya siapa ? " cewek yang duduk di depan Kania membalikan tubuh nya dan menjulurkan tangan untuk bersalaman . Yena berkulit putih , mata sipit , hidung nya minimalis , bibir tipis , rambut ikal sebahu .


Duduk di sebelah nya dia , bernama cicie . orang nya cantik . Mata nya juga sipit , bulu mata lentik , hidung mancung , berkaca mata . Rambut nya hitam dan panjang sepinggang . Berponi mirip pagar bambu , yang di rapihkan memakai gel rambut . Dan yang bikin cicie terlihat lucu , sebagian poni nya menjulang ke atas , mirip benteng Takeshi yang di bikin tegak memakai Gel rambut . wajah nya di poles memakai make up tipis , bibir merah memakai lips gloss . Badan nya tinggi kurus , berpakaian seragam rapi dengan ikat pinggang yang besi nya mengkilap . Saking mengkilap nya , seperti nya bisa di pakai untuk mengaca diri .


Yena dan cicie terlihat modis sekali . Berbeda dengan Kania yang penampilan nya asal - asalan. Wajah pun hanya memakai bedak bayi saja . Padahal muka nya dia pas - pas an . Mata sendu ,hidung yang tidak terlalu mancung , badan nya tidak tinggi , kulit nya juga tidak terlalu bagus . Ahk , pokok nya Tidak ada sedikit pun yang menarik dari diri nya .


Masih mendingan Rinrin , walaupun berbadan gemuk , tapi dia memiliki wajah yang cantik . rambut nya lurus sebahu , mata nya sipit , hidung mancung . senyum selalu menghiasi wajah nya dan memberikan keteduhan buat siapa saja yang melihat nya.


" Hai , juga . Aku Rinrin , dan ini Kania " Rinrin yang membalas sapaan Yena dan menyalami tangan mereka . Kania pun ikut menyalami sambil tersenyum dengan terpaksa .


Mereka berempat pun terlibat obrolan kecil , seperti menanyakan rumah masing - masing , dan tempat tinggal mereka .


" Gua Heru , dan di sebelah gua nama nya Apep " . Heru nyengir kuda memperkenal kan diri nya . Badan nya gemuk . Rambut kribo di papas ke atas mirip rumput nakal liar yang suka di Pakai pagar rumah sama orang - orang yang tinggal di komplek jaman dulu . Wajah pas - pas an. Dengan bibir tebal yang berbentuk love . Kemeja nya di keluarkan dan berwarna kusam . dengan kancing yang di lepas dua dari atas . Mirip mirip Bang haji Rhoma , gitu lah .Terlihat sekali kalo dia memakai seragam bekas .


Di sebelah nya bernama Apep , dengan gaya nya yang so cool. Yah , wajah nya lumayan manis lah , kulit hitam manis , hidung mancung , tahi lalat di dagu , bulu mata hitam dan agak lentik . Tapi penampilan nya tak jauh beda dengan Heru . Urakan dan terkesan mirip Koboy dangdut .


" idihhh , najis deh . Sumpah demi apapun , yah... gua kagak nanya ! " Kania berkata dengan ketus nya .


" Hallah... sok imut banget sih , Lo !!! mereka yang cantik aja , nggak judes kayak Lo !!! . Asal Lo tau yah , gini - gini ... Gua ketua Gank Zig zag yang terkenal . Dan gua di sini jadi pelajar abadi , yang nggak naik 3 kali ".


Dengan marah dan sombong nya Heru menepukan dada sambil berkacak pinggang .


" Hehhh... bodo amat ,yah !!! Lo mau ketua Gank apa pun , gw nggak takut . Selama Lo makan nya nasi , sama kayak gua . Dan bukan makan batu bata !!! . Badan Lo tinggi gede juga , gua kagak takut . Nggak usah pake teraje buat gebukin Lo !!! "


Dengan songong nya , Kania menjawab . Heru membelalakkan mata nya terkejut . Gadis bertubuh mungil , nggak ada takut - takut nya sama dia .


" Husss... udah kalian jangan berteman , ehk ... jangan bertengkar ! . Tuh lihat , guru udah masuk kelas " . Rinrin menengahi mereka . Dan terpaksa Kania juga Heru langsung duduk di bangku nya masing - masing .