First Kiss And The Last Love

First Kiss And The Last Love
BAB 16



Waktu menunjuk kan pukul 05 . 30 saat Kania terbangun dari tidur nya . Saat mata nya terbuka , dia langsung di suguhi sesosok wajah tampan yang tidur sambil terduduk , kedua paha nya dia pakaikan menjadi bantalan selama Kania tertidur .


*********Yaa TUHAN , ternyata aku tidur di Sultan semalaman , apakah dia tidak merasakan pegal kaki nya aku pakai sebagai sandaran ?! .


Dan Ya TUHAN , saat tertidur pun dia begitu tampan . Apakah yang semalam terjadi itu , bukan mimpi ?! . jika hanya mimpi , aku mohon TUHAN , jangan bangun kan aku , Tapi jika itu nyata , aku ingin dia menjadi milik ku selama nya , karena aku sudah memberikan ciuman pertama pada nya. batin Tania*******


Untuk beberapa saat dia terpaku menatap keindahan sosok wajah di hadapan nya , dia menatap dalam - dalam wajah Sultan , ada perasaan yang sulit dia gambarkan , dia tidak menyadari jika diri nya telah jatuh cinta pada sosok lelaki yang sebelum nya tidak dia sukai .


Sultan menggeliatkan badan nya , namun mata nya masih tetap terpejam . Kania yang masih tertidur di pangkuan sultan , seketika bergegas mendudukkan badan nya , dia rapih kan rambut nya dengan sela - sela jemari nya . Pipi nya bersemu merah merona , saking malu nya jika sultan terbangun dan mendapati diri nya yang sedang menatap wajah nya sedari tadi .


Syukurlah , Sultan tidak terbangun juga dari tidur lelap nya , meskipun saat itu posisi tidur nya terduduk bersandarkan bantal yang di senderkan ke dinding tembok .


kepala nya dia putarkan ke sekeliling , dia melihat teman - teman nya masih tertidur pulas . Pelan - pelan dia bangunkan Rinrin , Yena dan Rieka untuk segera bersiap membikin tumpeng .


Saat mereka memasak di dapur dengan sibuk nya , Kania masih membayang kan kejadian semalam , pikiran nya menerawang , bibir nya masih merasakan lembut nya bibir sultan yang mencium nya .


Dia senyum - senyum sendiri , tanpa dia sadari sedari tadi Rinrin terus memperhatikan sikap sahabat nya yang terasa aneh


" woei , Kania ... elo ngapain dari tadi senyum - senyum sendiri ?! , Lo kerasukan jin apa semalam ? , nyebut Lo , istighfar " , tanya Rinrin yang tangan nya tetap sibuk di depan wajan .


Sontak Rieka dan Yena pun menoleh kan wajah nya ke arah Kania .


Kania pun kaget , langsung gelagapan saat di tatap sahabat - sahabat nya dengan sorot mata penuh tanda tanya .


" I-iitu , emm , i-itu " , Kania menjawab ambigu sambil menggaruk - garuk kepala nya yang tidak gatal


Ketiga sahabat nya saling bertatapan dengan heran nya , lalu kembali menatap Kania meminta jawaban yang akan keluar dari mulut nya


" elo kenapa sih , dari tadi gue perhatiin beda banget , semalem mimpi apaan ?! " , tanya Rinrin lagi penuh selidik .


" ayo cerita deh , jangan bikin kita penasaran " , desak Rinrin .


Kedua sahabat nya ikut mendekati Kania dengan rasa ingin tahu


Rinrin memandang satu persatu sahabat nya , dia menghela napas pelan , kemudian menundukan kepala nya sambil bergumam pelan , namun masih terdengar di telinga ketiga sahabat nya itu .


" Gua semalem di cium sultan "


" appaa ? , di ciumm ?! ", serentak mereka terkaget , dengan tangan yang menutupi mulut mereka . Bola mata mereka membesar se akan tidak percaya dengan apa yang barusan di kata kan Kania


" Ishh , hussstt ! , kalian jangan keras - keras dong suara nya , nanti terdengar orang lain , aku malu nih ! " , rengek Kania


" teruss , teruss ? ", tanya ketiga sahabat nya tidak sabaran menunggu cerita dari Kania


" eits dah , kalian ini , terus terus aja sih , kayak tukang parkir nih ", rungut Kania


" gua kan , malu ", rengek Kania . Muka nya memerah , kemudian dia tutupi memakai kedua tangan nya .


Dari arah depan terdengar suara - suara dan langkah - langkah yang bergerak menuju ruang dapur


Kania kelabakan , sikap nya langsung salah tingkah , mirip sekali seperti anak kecil yang lagi ketahuan makan permen sama ibu nya . Dia malu dan belum siap untuk bertatap muka langsung dengan Sultan .


" please , kalian jangan ledek gua dulu ya ! , jangan dulu nanya apa - apa , pura - pura nya kalian nggak tahu apa - apa , yaa ! ", suara Kania di tekan kan pelan , sambil kedua telapak tangan nya di satu kan , dengan wajah memelas dan terlihat panik


" nanti Lo hutang cerita sama kita - kita , ya !! " , ancam Rinrin dengan sorot mata nya yang horor