First Kiss And The Last Love

First Kiss And The Last Love
BAB 31



Sudah dua Minggu lama nya Kania menjalin cinta bersama Andre , setiap hari nya Andre tak pernah absen menelepon atau pun video call menghubungi nya . Setiap malam mereka menghabiskan satu atau dua poin jam untuk saling bercerita keseharian mereka , atau pun tentang kisah hidup mereka masing - masing di masa lalu


akhir nya benda pipih milik nya berbunyi juga , setelah hampir setengah jam lama nya kania menunggu . Tanggan nya begerak menggeser tombol hijau , kaki nya sengaja di lipat duduk manis di sofa kamar nya . Tak lama kemudian tampaklah seraut wajah tampan di layar telepon nya , wajah yang selalu dia rindukan


" Assalamualaikum , sayang ! ", Andre membuka percakapan


" Wa' Alaikum salam , kekasih hati ", balas Kania , yang masih saja terlihat malu - malu .


Entah mengapa Kania tak pernah jemu memandang wajah tampan Andre yang selalu saja membuat dia terpesona


"kamu lagi apa ?, udah isya belom ? "


" nanti aja , kan isya waktu nya panjang "


" honey , meskipun isya waktu nya panjang , tapi alangkah lebih baik jika sholat itu di segerakan "


meskipun Andre berdarah blesteran , kedua orang tua nya adalah muslim yang taat menjalankan kewajiban , maka nya Andre pun di didik untuk taat sedari kecil


Kania tertunduk malu mengingat kewajiban nya yang masih bolong - bolong belum sempurna


" isya dulu ya , nanti aku telepon lagi ! . sekalian ada kabar baik yang mau aku sampaikan " jelas Andre


" tapi aku gak mau kamu nanti sholat nya terburu - buru . fokus ya ", ucap nya lagi sambil tersenyum manis .


Kania pun membalas dengan anggukan


" Assalamualaikum , calon istri , muahhh , buat kening kamu ", ucap andre . Tak berapa lama kemudian wajah tampan di balik layar menghilang . Kania pun segera bergegas mengambil wudhu untuk menjalankan sholat isya .


πŸƒπŸƒπŸƒ


Setengah jam kemudian benda pipih nya berdering lagu thank you for loving me dari bon jovi , Kania dengan tidak sabaran lekas - lekas menggeser layar monitor nya


" Assalamualaikum , bidadari surga ku ", suara Andre di seberang telepon membuka percakapan


" Wa' Alaikum salam ", balas Kania


" sudah isya nya ?", tampak Andre mengalihkan telepon nya menjadi video call . Kania kemudian mulai menggeser panggilan video call nya


" nah , tambah cantik kalo udah di basuh air wudhu kan ! ", wajah tampan di depan layar tersenyum di depan Kania .


Kania menjadi salah tingkah di buat nya , selalu saja seperti itu , padahal sudah sering dia mendengar pujian itu terlontar dari bibir Andre


" em , tadi kata nya ada kabar baik yang hendak di sampaikan ? ", tanya Kania menutupi rasa grogi nya


Andre tak langsung menjawab , dia tetap tersenyum sambil mata nya tak berkedip memandang wajah Kania .


" honey , kamu kangen nggak sama aku ? ", tiba - tiba Andre melontarkan pertanyaan


kedua bola mata Kania membulat sempurna , lalu tangan nya sibuk menyelipkan pinggiran rambut nya ke telinga , menutupi rasa kikuk nya . pipi nya seketika merah merona .


" lalu , jika seandainya besok lusa aku ada di hadapan mu , lalu melamar kamu ke orang tua mu , apa kamu siap , honey ? , aku sudah meminta restu pada ortu ku , dan mereka tidak keberatan ", ucap andre


Kania terperanjat kaget , jelas saja dia tidak akan siap untuk segera menikah .


Dia masih harus menyelesaikan kuliah nya , bekerja dan membahagia kan kedua orang tua nya .


Kania tertunduk diam , tak mampu berkata - kata , jari jemari kanan nya sibuk memainkan dan memilin rok baju tidur nya


" honey , apa yang kamu risau kan ? , kamu masih belum percaya kesungguhan cinta ku ? , atau kamu memang tidak serius mencintai ku ? ", tanya Andre penuh selidik


" bukan begitu , sayang . Aku , a - aku ... em , aku hanya belum siap saja ", jawab nya lirih


" hei , honey , look at me ! , belum siap dalam hal apa ? , kamu dan keluarga mu tidak usah memikirkan apa pun , semua sudah di tanggung sama aku dan keluarga ku ", suara nya terdengar parau .


Kania menengadahkan kepala nya , menatap wajah tampan di hadapan nya , mata nya menatap tajam mencari kesungguhan di antara manik mata coklat pria blesteran itu .


" apakah ini tidak terlalu cepat ? ", tanya nya dengan lugu . Wajah nya terlihat merajuk .


" Sesuatu yang baik itu jangan di tunda - tunda . Aku ingin secepat nya menghalal kan dan memiliki mu , aku takut nanti kamu keburu di ambil orang ", sahut nya terkekeh


" dih , siapa pula yang mau sama cewek jelek kayak aku ", rungut Kania sambil berdecak . wajah nya dia tutupi dengan tangan sebelah kanan , karena tangan kiri nya memegang ponsel yang dia pakai untuk video call dengan Andre


Andre mengerutkan kening nya seketika mendengar ucapan Kania , raut wajah nya terlihat serius tanpa ada senyuman seperti biasa nya .


" Dengar yah , honey , buat aku itu kamu adalah bidadari surga ku , kamu adalah wanita tercantik yang pernah aku temui . Cantik wajah , juga cantik ahklak nya . Aku tidak mungkin salah memilih karena aku telah bertanya langsung pada pemilik hidup aku ", Jelas Andre


Mata Kania berkaca - kaca , dia tidak menyangka jika Andre seserius itu dengan nya . Dia sampai bertanya langsung pada pemilik Alam semesta ini . Dia tak kuasa menahan haru , betapa TUHAN Maha baik memberikan kesempurnaan cinta untuk nya


" so honey , would you marry me ? ", tanya Andre meminta lagi kepastian


" yes , yes i do ", Kania menangis terisak - Isak menahan rasa haru dan bahagia di hati nya


" Alhamdulillah ", ucap Andre . kepala nya dia tengadah kan ke atas , tangan nya mengusap seluruh wajah nya mengucap rasa syukur


" terima kasih , honey ... I love u so much "


Kania hanya mengangguk - angguk kan kepala nya menahan Isak tangis bahagia


" besok lusa aku melamar kamu , namun aku harus balik lagi ke sini , menyelesaikan skripsi dan wisuda ku . Setelah itu , baru aku akan menikahi mu . Tolong sampaikan kabar baik ini ke orang tua mu , yah ! "


Kania menjawab dengan anggukan kepala , tangan nya sibuk menyusut air mata bahagia yang terus mengalir di kedua sudut mata nya . Dia tak mampu berkata - kata , hati nya terlalu bahagia saat ini .


" don't cry , honey , aku gak akan rela mata indah mu harus bengkak . So , smile for me , please ! ", pinta Andre


Kania pun berusaha tersenyum , namun air mata bahagia masih saja tetap mengalir di kedua sudut mata nya