First Kiss And The Last Love

First Kiss And The Last Love
BAB 7



๐ŸŒพ Se minggu kemudian ๐ŸŒพ


" Kaniaa , yena nggak pulang bareng sama kita lagi yah ? ". Rieka berlari menyusul langkah Kania dan Rinrin sepulang bubaran sekolah . Mereka lalu berjalan beriringan . Di susul dengan langkah cepat Amira yang menyusul mereka bertiga .


" Entah lah " Kania menggeleng dan menggidikan bahu nya .


" Semenjak dia pacaran sama Nasir , dia makin jarang pulang sama kita - kita , yah ? ". Sambung Amira .


Kania dan Rinrin saling melempar pandang satu sama lain . Berjalan menyusuri jalanan yang mulai di padati anak sekolahan yang baru pulang . Sejenak mereka berempat sama - sama terdiam . Sibuk melihat kiri kanan lalu lalang aktifitas orang - orang di sepanjang jalan raya .


" wajar sih , dia lupa diri . siapa sih cewek - cewek yang pada ngga mau di pacarin cowok anak kelas A ". Ucap Cicie memecah keheningan mereka . " apalagi Genk nya Yadi CS yang pada terkenal cakep - cakep gtu ". sambung nya lagi .


" nantilah , besok gua coba ngomong sama dia ." Kania menghembuskan napas nya dengan kasar .


" kayak nya , besok - besok juga gua bakalan jarang pulang bareng kalian deh ". Cicie menghentikan langkah nya dan memandang satu persatu sahabat nya dari samping .


" lha , kenapa Cie ? " tanya Amira


" Gua masuk Paskibra !". Cicie memalingkan wajah nya ke depan , dan mulai melangkah kan kaki nya perlahan .


" iya sih , di banding kan OSIS , Pramuka dan pencinta Alam , seperti nya Paskibra yang banyak menyita waktu ". Rinrin berkata sambil mengangguk - anggukan kepala nya .


" eh , Kania ! , gua baru inget nih ! " . Tiba - tiba Rieka berteriak dan menghentikan langkah nya . Mimik wajah nya mendadak serius . " tadi bubaran sekolah , gua ke toilet dulu . trus nggak sengaja gua lihat di tembok , ada coretan - coretan gede . Pas di tembok lorong sebelum masuk toilet ".


" lha , itu kan sudah biasa coretan di dinding toilet . Apa nya yang aneh ? " tanya Kania


" Masalah nya yang bikin gua kaget , ada tulisan nama Lo ! . Kania P*re* , Kania P**ac** ! .


" hahhh !!! . Apa Lo bilang ??? " Kania terkejut mendengar cerita Rieka . " Siapa yang sudah berani membangunkan Singa yang lagi tidur ! ". Kania geram sembari mengepalkan tangan nya .


" kira - kira siapa yah , yang cari mati sama Lo ?" . Rinrin menoleh ke arah Kania .


" Entah ! . Besok gua cari tau . Habis nanti dia sama gua , kalo ketemu ! " . Kania memukulkan kepalan telapak tangan kanan ke tangan kiri nya .


Tak terasa mereka pun sudah harus pisahan di gang yang menuju arah pulang masing - masing . Kebetulan jalan besar antara gang Kania dan Amira saling bersebrangan . Sedangkan Cicie , Amira , dan Rieka masih berjarak sekitar 10 menitan beda nya .


" ok deh , Mentemen ... sampai jumpa nanti besok di sekolahan . kita bahas dan selidiki lagi besok yah ! " . Kania dan Amira berpamitan dan melambaikan tangan pada sahabat - sahabat nya .


Jarak dari gang besar menuju rumah Kania , masih sekitar 5 menitan yang harus dia tempuhi .


Sepanjang perjalanan pulang , dia terus berpikir dan mengingat - ngingat , kira - kira dia punya musuh siapa saja .


" Gggrrtt ... ," Kania menjambak kasar rambut nya ke belakang


Sampailah dia menuju halaman rumah , perlahan dia membuka pintu ruang tamu .


Tubuh nya dia hempaskan kasar ke sofa ruang tamu . Tas dia lemparkan ke sembarang tempat


Pandangan nya mengitari sudut - sudut rumah nya . Raisa belum tiba di rumah , pasti main dulu dengan teman - teman sekelas nya . kosong dan hampa perasaan Kania . seperti nya , dia harus terbiasa dengan kesepian di rumah nya . Betapa dia merindukan suasana seperti dulu lagi . Dulu mama nya selalu menyambut nya di depan pintu , setia mendengarkan cerita dia seputar rutinitas yang di lakukan oleh Kania . Dan biasa nya , Mama nya sudah menyodorkan makanan sambil mendengarkan cerita , keluh kesah Kania .


Sekarang tidak ada lagi suasana sepeti dulu . Suasana yang selalu membuat hangat hati Kania .


Ma , Kania kangen sama mama , kangen kasih sayang Mama seperti dulu lagi


Air mata menetes di pipi nya . semakin lama , semakin banyak membanjiri wajah nya . Menangis lama sampai dia tertidur lelap di sofa ruang tamu