First Kiss And The Last Love

First Kiss And The Last Love
LEMBARAN BARU ( BAB 47 )



Kania berjalan tergesa - gesa memasuki gedung bertingkat tinggi . Penampilan nya terlihat sempurna dengan pakaian kerja yang sangat elegan . Walau pun memakai pakaian kerja yang sopan , namun siapa pun lelaki yang melihat nya , akan tetap melihat kesan sexy pada diri nya .


Hari ini hari yang sangat spesial untuk nya , karena hari ini dia akan memulai kerja di perusahaan swasta yang ternama dan bonafit . Tempat kerja yang selalu di idamkan banyak orang , karena untuk bisa di terima kerja di sini , harus melewati seleksi yang ketat dengan para pesaing yang pintar .


Beruntung nya dia , setelah lulus kuliah dengan nilai yang tinggi , dia tidak perlu lama - lama menunggu untuk menganggur . Dia melamar pekerjaan ke dua perusahaan yang bergengsi , dan kedua - dua nya menerima lamaran nya . Tetapi dia memilih Perusahaan XXX untuk dia kerja .


Upss ... dia berlari tergopoh - gopoh saat pintu lift hendak tertutup . Dia pun mencoba tersenyum pada beberapa orang yang berada di dalam ruangan lift itu . Dia melirik arloji di pergelangan tangan nya , masih menyisakan waktu sekitar sepuluh menit lagi untuk sampai menghadap ruang direksi .


Dia memutarkan pandangan nya ke sekeliling saat dia yakin tidak salah menginjak ruangan yang akan dia tuju setelah sebelum nya di beri tahu via telepon .


Tok ... tok


Kania dengan sopan mengetuk pintu ruangan yang dia tuju . " Masuk ". Suara dari dalam ruangan terdengar memberi perintah . Dia pun membuka perlahan pintu ruangan .


" Pagi , bu ". Sapa kania dengan mengangguk kan kepala nya sopan saat mata nya mendapati seorang wanita paruh baya yang sedang duduk di depan meja kerja .


" Silahkan duduk ", ucap wanita itu tegas . Di dada nya tampak name tag bertuliskan nama sonya .


" Saya kania , bu . Saya siap memulai kerja hari ini ". Dia berkata sopan setelah dia duduk di atas kursi yang sudah di sediakan .


Wanita itu membetulkan letak kaca mata nya yang merosot di batang hidung nya . Mata nya menatap tajam ke arah nya . Bola mata nya bergerak melihat penampilan kania dari atas kepala sampai ujung kaki .


" Baik lah . Kamu sudah tahu posisi yang akan kamu tempati ? "


" Iya , bu "


" Kamu akan menjadi sekertaris kepala divisi , dan saya harap kinerja kamu bisa di bangga kan "


" Terima kasih atas kepercayaan yang telah di berikan . Saya akan berusaha untuk tidak mengecewakan "


" Ruangan kamu di lantai atas , nanti kamu cari tempat yang bertuliskan ruang direktur . Selamat bergabung dan bekerja dengan kami ".


Bu sonya berdiri dan memberikan tangan nya untuk bersalaman .


" Terima kasih banyak untuk semua bantuan nya , bu ", ucap nya sambil membalas jabatan tangan dari bu sonya .


_


_


_


Ruangan besar tadi nya senyap dan hanya terdengar suara - suara dari komputer saja , tiba - tiba mendadak riuh dengan kehadiran nya di ruangan itu .


Ruangan yang dominan kebanyakan nya lelaki , menjadi tidak fokus pada pekerjaan nya saat melihat kecantikan kania . Bahkan sampai ada yang sibuk hendak menghampiri nya .


Kania hanya tersenyum ramah membalas godaan dari lelaki - lelaki di ruangan itu .


Tiba - tiba terdengar suara deheman keras yang memecahkan suasana riuh keramaian . Semua mata berpaling ke sumber deheman tersebut , terlihat sosok lelaki tampan dengan wajah yang dingin , berdiri menatap tajam pada orang - orang yang berada dilantai itu .


Semua orang kembali duduk di kursi nya masing - masing dan sibuk melanjutkan aktifitas mereka saat mereka tahu siapa si empunya suara deheman tersebut .


Kania mengerutkan dahi nya ketika melihat pemandangan tersebut . Ingin rasa nya dia tertawa saat melihat kejadian tersebut , tetapi dia urungkan saat itu juga saat diri nya bertatapan langsung dengan lelaki angkuh yang sedang menatap tajam ke arah nya .


Kania menganggukan kepala nya dengan hormat , lalu dia perlahan berjalan menghampiri nya .


" Selamat pagi , pak . Saya kania , sekertaris baru direktur di sini . Boleh saya tahu di mana ruangan pak direktur ? ", tanya nya sopan .


Lelaki tampan bertubuh atletis itu hanya memandang datar pada nya , kemudian dia membalikan badan nya dan membuka pintu yang sebelum nya dia belakangi , lalu begitu saja dia memasuki pintu itu tanpa menjawab sepatah kata pun pertanyaan dari kania .


Kania mendengus kesal melihat ke angkuhan lelaki itu , namun tak lama dia membelalak kan mata nya seketika , saat dia melihat pintu di hadapan nya yang bertuliskan , ruangan direktur . Dia pun menepok jidat nya , lalu menggaruk kepala nya yang tidak terasa gatal .


Dia berdiri mematung di depan pintu yang sebelum nya di tutup oleh lelaki itu . Tak tahu apakah dia harus masuk atau tidak , saat membayangkan nanti nya reaksi yang akan dia terima dari lelaki itu .


Setelah lama dia terdiam dan berpikir , dia pun memberanikan diri nya hendak mengetuk pintu . Di kumpulkan nyali nya untuk menghadapi resiko yang akan dia dapati . Dengan penuh semangat dan keberanian yang dia kumpulkan , dia mengepalkan tangan nya hendak mengetuk pintu kuat - kuat . Tetapi dengan waktu yang bersamaan pula , pintu yang dia ketuk pun terbuka dari dalam oleh seseorang . Alhasil kepalan tangan nya tepat mendarat ke wajah orang yang membuka pintu nya .


Kania menjerit kaget dan secepat mungkin menarik kepalan tangan nya , walau pun terlambat dia lakukan .


Lelaki di hadapan nya mengusap pelan hidung nya yang mancung saat terkena kepalan tangan kania . wajah nya memerah menahan amarah .


Kania menunduk kan kepala nya dengan penuh rasa malu . Tangan nya meremas - remas ujung blazer nya . Tingkah nya gugup saat itu juga .


" Ma - ma - af ". Hanya kalimat itu yang keluar dari bibir mungil Kania dengan terbata - bata .