
Hari perpisahan pun tiba , andre dan kedua orang tua nya akan pulang ke amsterdam .
Agus , kania dan yuliana yang mengantarkan mereka sampai bandara .
kania begitu berat melepaskan kepulangan andre , entah mengapa ia merasakan bahwa ini adalah pertemuan terakhir mereka .
" Ayo lah , sayang ... enggak usah nangis lagi . 2 bulan kan cuma waktu yang sebentar ", ucap andre , menyeka air mata yang keluar di sudut mata kania .
Dari semalaman kania menangis terus , sampai mata nya bengkak . Bahkan semalaman nyaris mata nya sulit terpejam . Dia merasakan gelisah yang belum pernah dia rasakan sebelum nya , entah kenapa .
Kania bergelayut manja di lengan andre , seakan dia tak ingin berpisah dari nya .
Andre mencari meja kosong saat mereka memasuki kafe di samping bandara . Dia lalu mempersilahkan mami papi nya dulu untuk duduk , saat mendapati dua meja kosong bersebelahan . Lalu dia duduk bersebelahan dengan kania , di meja yang satu nya lagi , berhadapan dengan kursi agus dan yuliana .
" udah dong , muka nya gak usah di tekuk gitu , yang ", ucap andre saat menoleh ke wajah kania di sebelah nya .
Perlahan dia merogoh saku celana nya , mengeluarkan benda kotak berlapis kan beludru . Lalu dia pun membuka kotak itu tepat di depan wajah kania .
" Sayang , di hadapan orang tua ku dan sodara ku , aku ikat diri mu dengan perhiasan ini ".
Kania terbelalak kaget melihat cincin yang berkilauan bertahtakan berlian yang berukuran besar di hadapan nya . Mulut nya sempurna membentuk hurup O , bola mata nya membesar dengan sempurna.
Tiba - tiba andre berlutut di hadapan kania , sambil meraih salah satu jemari tangan nya .
" Kania , would you be my wife ? "
Air mata yang dia tahan , lolos juga keluar dari mata nya .
" Terima ! , terima ! " . Suara dan teriakan orang - orang yang berada di cafe itu menyemangati kania untuk menerima cincin pemberian andre .
Bahkan sebagian pengunjung di situ ada yang berdiri memberi tepukan semangat .
Kania menoleh ke mami dan papi nya andre yang sedang berangkulan , lalu menoleh kan kepala nya menatap agus dan yuliana . Mereka pun menganggukan kepala nya memberi kode iya pada nya .
Lalu kania melihat orang - orang di sekeliling nya , terakhir dia menatap wajah lelaki tampan di hadapan nya yang sedang berlutut dengan kaki yang di tekuk sebelah .
" Yes ... Yes i do ! " , ucap kania lantang sembari menutup mulut nya dengan salah satu telapak tangan nya .
Suara tepukan dan teriakan bahagia pun riuh di seantero cafe itu .
Andre berhambur memeluk kania dan memutarkan badan nya saking bahagia nya .
Kemudian dia memasukan cincin bertahtakan berlian itu ke jari manis kania , setelah mendudukan nya terlebih dahulu di kursi .
Panggilan keberangkatan pesawat mengudara , mengharuskan mereka menghentikan acara penuh haru dan bahagia nya.
Kania mencium punngung tangan papi , lalu bergantian mencium punggung tangan mami serta memeluk beliau . Mami lalu mencium pipi kiri dan kanan calon menantu nya , sambil berkata ," tolong jaga hati anak mami , ya , meskipun nanti dia tak bisa berada di samping mu ".
Kania mengerenyitkan kening nya penuh keheranan , belum sempat dia bertanya apa maksud ucapan dari mami , andre membalikan badan kania dan memeluk nya , kemudian dia menghujani ciuman di pucuk kepala nya .
" Aku sayang kamu , I love you , honey . Apapun yang nanti terjadi , aku akan selalu mencintaimu ... camkan itu , sayang ". Andre berbisik di telinga kania , hembusan napas nya membuat kania bergidig geli .
Air mata perpisahan pun mengiringi keberangkatan andre beserta mami dan papi nya . Yuliana merangkul kania sepanjang perjalanan pulang ke rumah .