First Kiss And The Last Love

First Kiss And The Last Love
BAB 45 ( BERTEMU DENGAN MU )



Kania terpaku mematung , kaki nya berat untuk ia langkah kan . Dia tertegun menatap bangunan seperti kastil kecil di hadapan nya .


Sekarang dia sudah berada di amsterdam , tepat nya dia sedang berada di hadapan makam keluarga besar papi nya andre .


" Kania , kamu yakin masih mau melanjutkan ? ". Suara lembut mami membuyarkan lamunan nya .


Mami merentangkan sebelah tangan nya untuk di raih oleh kania . Kania menganggukan kepala nya , lalu meraih uluran tangan mami .


Betapa takjub nya kania saat memasuki bangunan yang terlihat sudah tua , namun tetap terkesan mewah dan terawat .


Para leluhur andre dari papi nya memang asli berdarah sini , sedangkan mami nya asli berdarah Jawa .


Kania menghentikan langkah nya saat tubuh nya hendak menubruk tubuh mami yang berjalan di depan nya dan mendadak berhenti .


Kania celingukan bingung , dia menggaruk kepala nya yang tidak gatal . Namun dia terkesiap saat melihat sebuah batu nisan di hadapan nya .


perlahan dia melepaskan pegangan tangan mami yang sedari tadi memegang nya . Kaki nya bergerak maju mendekati makam yang terlihat megah dan masih baru di antara beberapa makam di dalam nya .


Mami dan papi nya andre membiarkan kania untuk mendekat menuju makam anak semata wayang nya .


Kania menolehkan kepala nya ke belakang menatap wajah mereka yang terlihat gundah . Dari tatapan mata mereka , kania yakin jika dia telah sampai di tempat yang dia tuju .


Dia terdiam beberapa saat di hadapan makam andre , lalu tubuh nya berlutut memegangi nisan yang bertuliskan nama kekasih nya .


" Assalamualaikum , mas ". Tubuh nya bergetar saat mengucapkan salam , mata nya mulai memerah . Dia sudah berjanji dalam hati nya untuk tidak menangis di sini .


Kemudian dia membuka Al - Qur'an yang dia bawa dari dalam tas nya , dia lantunkan ayat - ayat dan doa untuk Andre . Papi dan mami ikut berdoa di samping kania , lalu mereka memberikan bunga untuk di tabur .


" Mas , sekarang aku pamit pulang . Terima kasih pernah hadir dan mengisi hidup ku . Cinta mu adalah yang terindah dalam hidup ku ". Kania menciumi pusara andre , tangis yang ia tahan sedari tadi pun pecah tak terbendung lagi . Dia luapkan semua rasa rindu , rasa sedih , rasa kehilangan .


Mami yang tak kuasa melihat kania menangis dengan wajah dan tubuh yang hampir tengkurap dan memeluk makam andre , berusaha meraih tubuh kania untuk membantu nya berdiri .


" Kania , sayang ... sudah , sayang . Relakan kepergian andre , hiks ... hiks ". Mami ikut menangis dan mengusap - usap punggung kania .


Kania berusaha mencoba berdiri , namun badan nya terasa lemas tak bertulang . Papi mencoba membantu dia untuk bangun dan memapah nya . Namun saat dia hendak berbalik , mendadak tubuh nya meloroh ke bawah dan tak sadarkan diri .


_


_


_


Kania membuka mata nya dan menatap langit - langit ruangan . Tempat nya terasa asing bagi nya . Lalu bola mata nya bergerak berputar ke sekeliling ruangan , dia sedang berada di dalam kamar yang mewah . Ranjang yang ia tiduri saja , seperti yang selalu dia lihat di film - film kerajaan .


Dia berdecak kagum melihat ruangan tempat dia berada . Sungguh menakjubkan , gumam nya . Saat ini dia serasa berada di dalam negeri dongeng , dengan pilar - pilar besar berwarna keemasan .


Besar kamar nya saja , sebesar rumah nya dia , jika dia bayangkan , belum dia melihat keluar kamar , akan sebesar apa rumah ini , dan rumah siapa ini sebenar nya .


Tiba - tiba langkah nya terhenti saat tak sengaja bola mata nya melihat lukisan besar yang di pasang di tembok . Bola mata nya membesar , mulutnya terbuka lebar saat sudah jelas sosok lelaki yang berada di dalam lukisan itu