
Selama kurang lebih sebulan andre dan orang tua nya menghabiskan waktu di Indonesia . Selama itu pula dia menemani hari - hari nya Kania . Dari mulai antar jemput ke kampus , shoping , ke salon , melatih menyetir mobil , atau pun hanya sekedar makan malam , dia selalu bersama nya .
Andre begitu memanjakan kania , dia mencurahkan waktu , perhatian dan kasih sayang untuk nya . Bahkan ketika dia mengantar kania ke kampus , teman - teman nya berdecak kagum dan tak percaya jika kania yang selama ini tak pernah kelihatan mempunyai pacar , ternyata diam - diam mengejutkan mereka dengan mengenalkan sesosok pria tampan dan kaya itu adalah calon suami nya .
Kania merasa wanita yang paling beruntung dan bahagia , dunia seakan - akan milik nya saat ini . Dia begitu mencintai andre dengan segenap hati nya . Dia yakin akan menghabiskan hari - hari nya bersam lelaki yg di pilihkan Allah untuk nya
ππππππ
" Sayang , hari ini aku ingin mengajak mu ke pantai , sebelum aku balik ke amsterdam besok lusa ", ucap andre saat menjemput kania pulang dari kampus nya .
" asyekkk ... aku mau , mas ". Kania pun bertepuk tangan gembira seperti anak kecil . Andre terkekeh dan mengacak - ngacak gemas rambut Kania .
" kamu itu yang , kayak anak kecil aja . Emang nya selama ini kamu gak pernah ada cowok yang ajakin maen ke pantai ? ".
Kania mengeleng kan kepala nya , mata nya lurus ke depan melihat ke jalan raya . Andre yang duduk menyetir di belakang kemudi nya pun menatap ke arah kania tak percaya . bola mata nya membesar seakan - akan mau terlepas dari rongga mata nya .
" Masa sih , yang ?! ", tanya andre yang masih tak percaya . Kedua tangan nya tetap fokus mengemudikan setir nya . " memang nya kalo kamu pacaran dulu , suka maen kemana aja ? "
" Mas , please ... aku gak mau bahas masa lalu . Sekarang aku milik mu , dan dunia ku itu adalah kamu , mas ". Kania memiringkan tubuh nya menghadap andre , kedua tangan nya menungkup dagu andre dan menggoyang - goyangkan ke kanan dan ke kiri .
" sayang , aku lagi nyetir nih ! , jangan coba - coba menggoda ku "
" ha ha ha ... mana ada aku godain mas "
" hmm , tunggu nanti pas sampai di pantai , aku bakalan habisin kamu , yang ! "
" waduh , mau dong di habisin sama kamu , mas ". Bibir kania mengerucut , kedua mata nya di kedip - kedipkan menggoda andre .
" ih , kamu tuh , yang ... malah bikin aku tambah gemas ". Andre mencubit pipi kania dengan gemas . Kania mengaduh kesakitan , lalu mengusap - ngusap pipi nya dengan telapak tangan nya . Dia pun langsung cemberut dan memalingkan wajah nya .
Andre yang mengetahui kekasih nya tengah merajuk pun , seketika itu juga langsung meminggirkan mobil nya ke tempat yang agak sepi dari lalu lalang kendaraan .
Dia kemudian menjorokan badan nya ke samping , lalu mengusap pelan pipi kania , dan mengecup nya . " Maaf , sayang ... aku udah nyakitin kamu ", ucap nya dengan wajah yang bersalah .
Kania yang semula berpura - pura merajuk pun , langsung tertawa terbahak - bahak melihat tingkah andre yang panik .
Kania yang awal nya kaget mendapat serangan mendadak dari andre pun , lama kelamaan mulai membalas ciuman nya . Setelah pergulatan lidah yang memakan waktu beberapa menit pun , sontak tersadar dan mencoba melepas kan bibir nya dari ******* bibir andre .
" ih , mas ... ini kan di jalan , gimana coba kalo ada yang lihat ". Kania mencubit pelan perut andre .
Andre terkekeh menyadari kekonyolan nya . " abis nya kamu godain aku sih , yang ". Dia pun melajukan lagi kendaraan nya .
Tiba di pantai , mereka melepaskan alas kaki nya dan berjalan menyusuri pantai yang sudah terlihat sepi . Mereka berjalan bergandengan dan bercanda riang . Sesekali terdengar tawa yang di iringi kejar - kejaran satu sama lain .
Saat kania memeluk badan andre dan mengalungkan tangan nya ke leher andre , dia merasakan tubuh andre yang terasa panas .
" Mas , kamu sakit ? . Wajah kamu terlihat pucat ". Kania menempelkan telapak tangan nya ke kening andre , dia langsung terlihat cemas dan panik .
" ayo kita pulang , mas ". Kania menarik pergelangan tangan andre dan menyeret nya .
" sayang ... aku gak kenapa napa , kok ! . Tubuh ku aja yang belum terbiasa dengan iklim dan cuaca di sini ", ujar andre berusaha menenangkan kania .
Kania terdiam mematung , namun masih terlihat rasa khawatir dari pancaran mata nya .
Andre meraih jemari tangan Kania dan mengecup nya . Mata nya memandang lekat - lekat wajah kekasih nya itu .
" Sayang , jika suatu saat aku meninggalkan mu untuk selama nya , apakah kamu akan tetap mencintai ku ? ". Dia memandang dengan kedua sorot mata yang sayu .
" ngomong apaan sih , mas ?! ". Kania menepiskan tangan andre yang sedang menggengam tangan nya . Kedua bola mata nya mulai berkaca - kaca .
" Aku kan hanya berumpama ". Andre meraih kembali jari jemari kania dan mengecup nya lembut .
" Aku gak mau kamu tinggalin , mas . Kamu kan sudah berjanji untuk menikahi ku dan menghabiskan sisa hidup mu dengan ku ".
Andre menyeka air mata di sudut mata Kania . Dia tersenyum lalu mengangukan kepala nya.
" Iya , sayang . Aku janji ... ", ucap nya . Kemudian dia pun mengusap belakang kepala Kania , lalu menarik mendekatkan ke wajah nya . Dia pun mulai memiringkan kepala nya lalu bergerak memajukan bibir nya ke arah bibir Kania . Perlahan bibir Andre mengecup bibir Kania yang merah menggoda , lama kelamaan kedua mata mereka terpejam , lalu ciuman mereka pun menjadi panas dan liar .