
Kania berjalan tergesa menuju bangku nya , pantat nya dia hempas kan di atas kursi nya , wajah nya tersipu malu , bibir bawah nya dia gigit pelan menahan rasa bahagia di hati nya , seulas senyum tersirat dari bibir nya
Rinrin yang duduk di sebelah nya menoleh kaget , menatap heran tingkah Kania , kemudian kedua tangan nya bergerak cepat memegang erat pucuk kepala Kania , mulut nya komat Kamit seperti sedang merapal doa , lalu berteriak sekencang nya ," siapa di dalam , hahh ?! , keluar nggak dari tubuh ini ! ", sambil berpura - pura di getarkan tangan nya ," nyebut , kaniaaa , nyebut ! , istighfar !! ," bentak Rinrin , kedua bola mata nya melotot seakan hendak keluar dari rongga mata nya
Teman - teman sekelas nya serentak melihat mereka berdua dengan tatapan heran dan ketakutan , menyangka Kania sedang kerasukan
" ishh , apaan sih , Lo ?! " , rutuk Kania sambil menepiskan kedua tangan nya yang sedang memegang kepala nya
" gue nggak kesurupan , tau !! ," bentak Kania sambil mengerucutkan bibir nya , lalu memukul pelan bahu Rinrin
" aww , sakit tahu !! ," Rinrin meringis dan mengusap - ngusap bahu nya yang di pukul Kania ," lagian ngapain juga loe senyum - senyum sendiri nggak jelas , gua kan jadi khawatir ", sambung Rinrin lagi
" dia itu lagi bahagia , soal nya udah di ajak kencan sama pacar nya ", sela Cicie sambil terkekeh
teman - teman sekelas nya yang mendengar pun sontak riuh ramai seperti di pasar
" wah , Kania bisa juga ya , suka sama cowok ?!"
" siapa kira nya cowok yang dapet musibah nya ?! "
" kasihan banget ya , yang jadi cowok nya Kania , ntar habis di jadiin samsak ",
terdengar jelas ucapan teman - teman yang menggoda nya , dia pun berteriak memandang mereka sambil berkata
" apaan Lo pada ?! , pengen gue kutuk jadi upil ya ?! ," bentak nya , namun wajah nya tersenyum mesem
" huhhh ,,, ", sontak riuh jawaban teman - teman sekelas nya
suasana yang rusuh itu pun baru bisa berhenti saat guru mata pelajaran memasuki ruang kelas mereka
πππ
Sepulang bubaran bel sekolah , Kania sudah di tunggu sultan di depan kelas nya
" guys , gue balik nya nggak bareng kalian , nggap apa - apa kan ? ", tanya Kania pada sahabat - sahabat nya sambil wajah nya terlihat memelas
Sahabat - sahabat nya saling melirik satu sama lain dan kemudian Rinrin yang menjawab pertanyaan dia
" ya nggak apa - apa lah , kita kan ngerti kalo sahabat kita lagi bucin ", jawab dia , tersenyum meledek
" he he he , Cie , Lo nggak benci sama gue kan ? ", tanya Kania lagi sambil memandang cemas ke wajah Cicie
" ya nggak mungkin lah ! , asalkan elo bahagia , gue juga bakalan ikut bahagia , lagian kan gue juga nggak cinta sama dia ", jawab Cicie tersenyum , terlihat kejujuran dan keikhlasan di kedua pancaran mata nya
" thank's ya , cie ... maafin gue ", Kania lalu memeluk Cicie penuh haru
" yaelah , udahin lah drama - drama an nya , udah nggak ada siapa - siapa juga nih ruangan , tinggal kita - kita aja nih ! ", celutuk Yena berusaha mengakhiri suasana haru biru yang sedang terjadi
" ho oh , lagian tuh sultan sama Dudi udah nungguin kalian berdua dari tadi sampe karatan di depan kelas ", goda amira sambil melirik wajah Rieka dan kania
" iyalah , iyalah , sana deh yang mau pada kencan ganda ! ", usir Rinrin sambil tersenyum menggoda , telapak tangan nya di kibaskan seolah - olah mengusir Kania dan Rieka
" saayyanggg , kalian ", Kania malah memeluk satu persatu sahabat nya silih berganti , kemudian dia dan Rieka pun berjalan menghampiri Dudi dan sultan yang telah lama menunggu mereka berdua