First Kiss And The Last Love

First Kiss And The Last Love
BAB 1



Kania melangkahkan kaki nya dengan enggan , muka nya terlihat kusut dengan bibir yang terus merengut . Dia benci hari ini , Hari pertama di mana dia memulai masuk di sekolah yang dia tidak sukai . Yang menurut dia adalah sekolahan anak \- anak yang terbuang , kampungan , kumuh dan bukan sekolahan Favorite. Dia terpaksa masuk ke sekolahan itu karena dia tidak lulus masuk sekolah Negri , dan mau tidak mau dia harus mengikuti kakak nya yang sudah duluan jadi siswi di sana , beda dua tingkat dengan nya . Bahkan dulu dia sering meledek kakak nya ketika pertama masuk ke sekolahan itu .



Di sini lah dia sekarang , berdiri tepat di depan gerbang bertuliskan Sekolah Menengah Atas '**TEBAR PESONA**' . Rambut sebahu nya harus di kuncir lima dengan pita warna warni . tangan nya memegang balon , di dada nya ada karton merah muda bertuliskan nama nya **Kania Saraswati** .



Wajar , Kania tidak menyukai sekolah Menengah atas nya karena dia dulu lulusan sekolah yang termasuk jajaran bergengsi . untuk kedisiplinan dan pendidikan nya. Sekarang dia harus masuk sekolahan yang bahkan kebanyakan orang malu untuk bersekolah di situ. Termasuk dia...


Murid - murid lain sudah mulai memasuki kelas nya masing - masing dengan wajah ceria , ada yang masih bergerombol di dekat aula , ada yang masih sibuk di depan gerobak tukang jualan yang berjejer di depan sekolahan . Tak berapa lama terdengar bel sekolah yang menandakan di mulai nya sekolah tersebut .


"ayo , cepat kania... ngapain kamu melamun di situ? Kamu jangan bikin kakak malu punya adik kayak kamu , yah ! muka kamu itu , lho...udah jelek , nggak ada senyum sedikit pun , keliatan tambah burik " Raisa menyeret tangan Kania untuk mengikuti masuk ke dalam sekolahan . Yah , Raisa adalah kakak perempuan satu satu nya Kania , yang sudah duluan bersekolah di situ. Beda 2 tahun umur nya dengan Kania .


" Lepas donk , kak ...malu kan di lihat orang " Kania menghentakan pegangan tangan Raisa , dan berjalan melewati nya sambil menghentakkan kaki nya .


" Kaniaaa , kakak mau titipin dulu kamu ke adik nya temen kakak... biar kamu nanti ada teman sebangku dengan dia "


" Biarin az , Kania biar nggak usah punya temen , biar Kania mati aja di sekolahan jelek ini "


" please , Kania ... jangan bikin kakak emosi yah ! kakak harus tanggung jawab sama mama dan papa buat kamu biar nurut dan jadi murid yang pintar di sekolahan ! " Suara Raisa mulai meninggi karena kesal melihat kelakuan Kania . Murid - murid yang lain sibuk dengan masing - masing aktifitas nya , jadi tidak terlalu memperdulikan pertengkaran kakak beradik itu .


Dari kejauhan dua orang berjalan mendekati mereka berdua . Yang satu nya sudah memakai seragam menengah atas , dan yang satu nya lagi , masih memakai seragam dan atribut yang sama di pakai kania . Dan sudah di pastikan bahwa salah satu nya adalah teman seangkatan Raisa .


" Hai Raisa , ini kenalin adik aku yang nanti nya bakal seangkatan dan jadi teman adik kamu . Nama nya RinRin "


" ohh , hai juga Aida ... ini kenalin adik aku kania "


Raisa menyengol lengan Kania yg berdiri di sebelah nya dengan muka yang kecut . Seakan memberi tanda pada Kania untuk menyalami teman nya dia . Kania terpaksa menjulukan tangan nya dan mencium tangan Aida , lalu menyalami tangan Rinrin yang tersenyum manis pada nya


" kalian harus bersahabat seperti kita , yah . Pokok nya yang akur, deh " Aida berkata sambil tersenyum ke arah Kania dan Rinrin


" ayoh, kalian cepetan masuk ke kelas dan cari bangku kalian berdua . Kita tinggal , yah ! . Kalo ada apa - apa ...cari kita di kelas 3D " Raisa menimpali ucapan Aida


Rinrin menarik tangan Kania untuk menuju kelas mereka dan melambaikan tangan ke Aida dan Raisa