First Kiss And The Last Love

First Kiss And The Last Love
BAB 12



Ke esokan hari nya , selepas bubaran sekolah


******


" Rin , udah di catat kan , apa aja yang mau di beli nanti ? " tanya Kania masih sibuk memasuk - masukan buku - buku dan pulpen yang berserakan di atas meja nya .


" Gua rasa , udah lengkap semua nya " kening nya berkerut sambil mengingat - ngingat kalau tidak ada yang terlewatkan oleh nya


" ya udah , kita cabut sekarang ! " memakai kan tas ransel Eiger nya ke pundak , berdiri menggeser kursi nya , berjalan menyusul Rieka , Amira dan Yena yang sudah keluar duluan dan menunggu pintu kelas nya .


Rinrin berjalan mengekor di belakang Kania . Tangan nya sibuk membetulkan risleting tas nya . Amanat memegang uang teman - teman sekelas nya buat bikin tumpeng , harus dia jaga.


Depan kelas , teman - teman Genk nya sudah berkumpul sambil bercanda satu sama lain.


" Ayo Mentemen . udah siap semua kan ? Heru , Apep , Virga dan Ivan kemana ? " tanya Kania sambil celingukan ke kiri dan ke kanan


" mereka nungguin di depan gerbang sekolah . lagi nongkrong dulu di kios mang epul " . Amira yang menjawab.


" hhm ... " . gumam Kania


Mereka pun beriringan menuju gerbang , melewati aula dan koridor sekolah .


" Woyyy , kita di sini ! " . Suara teriakan Virga terdengar di kios mang epul . Serentak Kania CS menghampiri mereka .


" dasar , b*ng** ! . kalian nggak ada kapok nya nge rokok Deket lingkungan sekolah ! . Lepas dulu seragam kalian , biar nggak malu - maluin nama sekolah kita " . Kania marah mendapati Heru CS lagi nge rokok di belakang kios .


" hallah , alim banget sih jadi orang . Mana ada yang berani laporin kita - kita ! ". Dengan sombong nya Heru berkata sambil menepuk dada nya .


" Adaaa ! . Gua yang berani ! . gua laporin kalian ya , ke wali kelas ! " . ancam Kania


" wuitss , jangan gitu lah mamen ! kita kan satu team . harus saling melindungi , dong " . Heru menghampiri Kania sambil menyolek dagu Kania


" najis ! . kalo salah ya gua salahin lah , masa gua bela sih ! " ketus Kania


" ishh , udah deh ah . keburu sore . Ntar pasar nya keburu tutup ". Rinrin berusaha menengahi , mata nya melotot ke arah Ivan , se akan - akan memberi kode mengancam untuk segera mematikan rokok nya .


Ivan yang takut cinta nya di tolak oleh Rinrin , bergegas mematikan rokok nya sambil tertawa cengengesan.


Rinrin menarik tangan Kania . Teman - teman yang lain nya sudah tak sabaran menunggu . wajah mereka kecut , terik nya matahari siang itu nggak bisa di ajak ber kompromi .


" kita balik dulu ke rumah ya , ntar sore an kita baru ke rumah Lo . ganti baju dulu nih . lupa nggak bawa salin ". Teriak Virga


" bodo amat " Kania berteriak menjawab dengan langkah yang terus di seret oleh Rinrin .


Selepas beres berbelanja di pasar , Kania CS pun beranjak menuju rumah Kania . Setelah ganti salin baju , mereka sibuk di dapur . Mengiris dan meracik bumbu buat bikin tumpeng .


" Rin , Lo yakin nih , bisa bikin tumpeng nya ? " . Yena bertanya sambil tangan nya sibuk mengupas bawang merah .


" cetek itu mah , dari kecil gua sering bantuin nyokap terima pesanan bikin tumpeng " jawab Rinrin dengan bangga nya


" ishh , ini modal gua ! . Body montok gini , di sukai sama cowok - cowok , tau ! . bukti nya itu si Ivan ngejar - ngejar gua dari dulu ".


senyum sombong terukir di wajah Rinrin .


" yaelah , sombong banget sih baru di tembak sama si Ivan juga ". celutuk Amira yang agak pendiam di banding teman - teman se Genk nya .


Yang lain nya tertawa terbahak - bahak mendengar ucapan Amira . Jarang ngomong , sekali nya ngomong , makjleb . Rinrin memanyunkan bibir nya sambil memukul pelan bahu Amira .


" eh , ka ... si Dudi ke sini jam berapa an ? ". Tanya Kania ke Rieka.


" ehm , udah Maghrib an kata nya " berpikir mengingat - ngingat ucapan Dudi waktu di kelas tadi .


" sama si Zaenal kan ? " tanya Kania lagi


" entah ". Rieka mengidikan bahu nya


Selesai meracik semua bahan dan bumbu , mereka berlima pun bergantian ke kamar mandi . Di rasa badan mereka sudah lengket dan berbau dapur , mereka sibuk membersihkan diri nya masing - masing .


selepas sholat Maghrib , mereka pun nongkrong di halaman depan rumah Kania . sibuk memakan cemilan yang di sajikan depan mata mereka .


" eh , kak Raisa mana ? dari tadi gua nggak lihat . tanya Rinrin yang mulut nya masih sibuk mengunyah kripik singkong .


" tadi dia bilang , mau nginep di rumah temen nya . Malesin lihat rumah nya berisik dan berantakan sama cabe - cabean kayak kalian ". jawab Kania sambil terkekeh.


" kalo Rinrin sih , bukan cabe - cabe an lagi , tapi cabe gendot ! ". ledek Yena yang duduk bersila berhadapan dengan Rinrin .


" sialan , Lo . belum pernah nyobain di tabok sama supir bemo yaa !!! ". bentak Rinrin dengan kesal nya . " Maju Kania ! " dagu Rinrin menunjuk ke arah Kania .


" sompret , gua di bilang supir bemo sama supir delman ! ". Kania beranjak dari tempat duduk nya , berlagak seolah - olah hendak memukul Rinrin.


" hehhh , udah - udah !. Sesama supir di larang saling mendahului ". lerai Rieka . kedua tangan nya di bentangkan mirip di film Titanic . Tawa pun pecah di antara mereka berlima . canda tawa mereka terhenti saat beberapa motor memasuki pekarangan rumah Kania .


Heru berboncengan sama Apep , Virga dan Ivan . Dudi dan ...


What the F**k , Dudi berboncengan dengan si culun . Buat apa dia ikut ke sini . dia kan beda kelas sama kita - kita . Batin Kania


" hei mamen , babang tamvan datang nih , ayo siapkan karpet merah nya , dong ! " Heru yang baru turun duluan dari motor nya , menyapa langsung Kania CS .


" idih , najis ! . tamvan kalo liat nya pake sedotan ". ketus Yena


Muka Kania langsung jutek melihat wajah Sultan . Virga , Apep dan Ivan langsung tanpa aba - aba merebut piring cemilan dari tangan Rinrin . Dudi yang menyusul menghampiri mereka , berjalan beriringan bareng Sultan .


" sorry ya , gua ajak si Sultan nih , soal nya si Zaenal nggak bisa datang . harus nganter adik nya acara kemah di sekolahan nya " tanpa di tanya , Dudi langsung menjelaskan . Dia se akan menegaskan perasaan bersalah nya pada teman - teman nya . Apalagi Dudi tahu , Kania tidak suka sama Sultan . Tapi mau gimana lagi , dari pada dia pergi sendiri , nggak bakalan di ijinin sama orang tua nya . Kebetulan sultan bertetangga dengan Dudi .


" Ya mau gimana lagi , orang nya udah di sini , masa iya harus gua usir ! " ketus Kania dengan jutek nya