First Kiss And The Last Love

First Kiss And The Last Love
BAB 27



Di belakang halaman rumah Yuliana , ada taman kecil dan juga kolam ikan di pojokan taman tersebut . Empat buah lampu taman tampak menerangi di setiap pojokan taman . Ada dua buah sangkar burung kakatua yang berukuran besar di samping kolam ikan , dan di pas pintu masuk taman sebelah kiri nya , ada dua buah kursi taman , menambah keasrian taman belakang


Terlihat dua lelaki yang sedang duduk berhadapan . Lelaki yang sedang duduk di kursi , lagi bersenandung memetik gitar , dia terlihat tampan meskipun di lihat dari kejauhan . Berkulit bule , hidung mancung , bibir merah tipis , bersuara merdu


Yang satu nya lagi tampak sibuk memberi makan ikan di kolam . Tak terlihat wajah nya , karena lelaki itu membelakangi pintu masuk taman


" hai guys ! ," teriak Yuliana mengagetkan mereka . Kedua lelaki tersebut sontak terperanjat dan menolehkan kepala nya mendengar sapa an Yuliana


" oh , shit !! , ... you make me shock ! ," lelaki bule itu mengumpat sambil berdecak kesal


" iya , ngapain bikin ngangetin kita aja nih , Mbak Yul ?! ," gerutu lelaki yang satu nya lagi dan membalikan badan menghadap mereka . " lagi pula kita tuh wong jowo , lembutan dikit lah , suara mu itu mbak , mbak ! ", sambung nya lagi sambil menggeleng - gelengkan kepala nya


" hallah , mbak mu ini udah kelamaan gaul sama preman - preman pasar , jadi udah nggak pake lagi logat keraton keratonan segala ! ," sambil mengibaskan tangan nya kemudian berjalan mendekati lelaki yang berkulit bule


" anndree my brother ! , Finally you here ! , I Miss you so much ! ," teriak Yuliana histeris sambil merangkul nya


" stop ! , lu baru dari luar , mandi dulu lah ...badan ku bawa kuman ! ," berusaha melepaskan rangkulan dan pura - pura menutup hidung nya seakan - akan jijik


" sembarangan !!! , badan gue ini wangi tau ! ", memukul gemas bahu Andre yang sedang terkekeh meledek nya


" oh iya , sampe lupa gue ,"ucap yuliana sambil menepuk jidat nya . " kenalin nih temen gue waktu SMP ", mendekati Kania yang sedang tertegun menatapi ketampanan andre dan menarik tangan nya , menghampiri Andre


" brother , kenalin nih temen gue ,"


" Kania ," Kania pun menjulurkan tangan nya hendak menyalami


" hmm... ," Andre pun hanya melirik melalui sudut mata nya , memberikan sedikit senyuman kecil dari sudut bibir nya yang di tarik ke atas , kemudian dia melanjutkan lagi memetik gitar nya


Cakep sih , cakep ... tapi kalo angkuh kayak gini , mana ada cewek yang mau ! . belagu lagi !


Geram Kania dalam hati nya , kemudian dia pun meletakan kembali tangan nya yang tak berbalas


" Sorry , yah , kan ... dia memang begitu orang nya , dingin seperti es ... maka nya sampai sekarang belum dapet jodoh nya , padahal bentar lagi dia jadi dokter ", tegas Yuliana . " jangan di ambil hati , yah ?! ," ucap nya lagi , sambil mengusap pelan bahu Kania . Kania pun hanya bisa tersenyum dan menganggukan pelan kepala nya


" nah , kalo yang ini elo pasti masih ingat ! , adik gue yang comel dan nyebelin ! ," ucap Yuliana sambil memalingkan wajah nya dan menunjuk lelaki yang berada dekat kolam


" My GOD , unbelieveble ! ," sahut Agus yang membelalakkan mata nya dan kedua tangan nya di buka melebar di bawah dagu nya ," Kenapa bisa jadi cantik seperti ini sih , mbak ? ", sambung Agus sambil berdecak kagum , terpesona memandang Kania dari atas sampe bawah


" aih , berlebihan sangat , kau gus ! ", ucap Kania tersipu malu . Tanpa sengaja mata nya menangkap seraut wajah yang sedang menatap nya dingin tanpa ekspresi . Andre yang tertangkap basah sedang mencuri pandang pada nya pun , membuang muka seolah menganggap biasa saja


kemudian Kania , Yuliana dan Agus pun terlibat perbincangan receh sambil bercanda , sedangkan Andre tetap asyik memainkan gitar nya , dan sesekali menjawab pertanyaan Yuliana dan Agus


Tak terasa waktu pun sudah menunjukan pukul 8 malam , Kania pun pamit pulang dan mengucapkan terima kasih pada keluarga Yuliana


" Andre itu sebenar nya orang nya baik , lho ! ," terang Yuliana saat di dalam mobil mengantarkan pulang Kania . " dia anak satu - satu nya om Rizal dan Tante Retno yang tadi itu ," sambung nya lagi sambil tetap fokus mengemudikan mobil nya


" mungkin karena anak semata wayang , jadi sifat nya manja . Mereka pindah ke Amsterdam waktu Andre berumur 14 tahun , kekayaan dan perusahaan om Rizal nanti nya bakal di wariskan sama dia , tapi seperti nya dia tak berminat , malah dia lebih menyukai musik dan ilmu ke dokteran ! ," Yuliana menceritakan panjang lebar , Kania yang duduk di sebelah nya pun hanya menyimak dan mengangguk anggukan kepala nya


" stop , Yul ! ," rumah gue kelewat tuh , harus


nya belok kiri ," ucap Kania yang baru menyadari gang rumah nya yang sudah terlewati


" UPS ! , sorry ... gue lupa lagi , habis nya sekarang udah banyak yang berubah sih ", ujar Yuliana terkekeh


" nggak papa , gue jalan aja dari sini , Deket kok ",


" h-hh , iya yah ... nggak bakalan masuk mobil gue ke gang elu ! ,"


" ngeledek , yah ! , mentang mentang rumah gue bukan di komplek ", cibir Kania


" ha ha ha ... engga lah , sama aja kok ! , ya udah nggak papa kan , gue nggak anter sampe rumah ? ", tanya Yuliana


" nggak apa - apa lah , lagian pasti orang rumah sudah pada tidur ! ,"


" ok , deh ! , sampaikan salam hormat gue buat orang tua Lo , yah ! , juga buat kak Raisa ," ucap Yuliana


Kania pun mengganguk tersenyum , kemudian mereka pun berpelukan perpisahan