
Kania merasakan sakit di pipinya , seperti ada yang menepuk - nepuk. Perlahan - lahan dia membuka mata nya sedikit - sedikit , tampak semburat cahaya menyilaukan mata nya . Samar - samar dia melihat beberapa sosok yang mengelilingi nya , dia menatap bergantian satu persatu wajah - wajah di sekeliling nya .
" Kania , syukurlah ... kau sudah bangun , nak ". Tampak raut wajah mama nya yang telihat panik , duduk di hadapan nya . Dia pun menoleh pada sosok yang duduk di samping nya . " Andre ? ", gumam nya .
" Iya sayang , ini aku ". Tangan nya mengusap - ngusap lembut pucuk kepala Kania . Paha nya dia pakai sebagai bantalan kepala Kania .
" Apa yang terjadi dengan ku ? ", tanya kania lugu .
" Kamu pingsan , de ... setelah mengetahui jika andre ngasih ruko buat mama sama papa ", raisa menyahuti pertanyaan kania .
Kania lalu memalingkan wajah nya menatap andre yang posisi badan nya membungkuk memangku nya , senyum manis terukir di bibir tipis nya yang menawan .
" Benarkah itu , sayang ? ", tanya kania yang masih tidak mempercayai nya .
Andre pun mengangukan kepala nya , lalu berkata ," itu benar , yang ! , dan itu belum seberapa untuk membuktikan rasa sayang ku padamu . Apa yang menjadi milik ku , nanti nya juga akan menjadi milik mu . Dan ku harap kamu menyadari bahwa kamu sungguh berharga buat ku ".
Kania terharu mendengar ucapan andre , kedua bola mata nya mulai bekaca - kaca . Andre lalu meraih jari jemari dia dan mencium pelan punggung tangan Kania .
" Aku mohon kamu jangan pingsan lagi ya ! . Itu belum seberapa ... dan mulai sekarang , aku gak mau denger kamu harus menyelah sepeda motor kamu jika pergi ke kampus . Maka nya aku kasih mobil sedan matic buat kamu , sayang . Ini kunci nya , mobil nya ada di depan gang rumah kamu ".
Andre merogoh saku celana nya dan mengambil sebuah kunci , lalu meyelipkan nya di telapak tangan kania .
Bola mata Kania membulat dengan sempurna
. Dia tidak menyangka dengan banyak nya kejutan yang andre beri untuk nya .
" kamu tidak perlu melakukan semua ini , sayang . Aku merasa jadi menyusahkan mu ", ucap kania dengan sorot mata sendu menatap wajah tampan kekasih nya .
" Kalo elu gak mau , tukeran aja deh sama mobil jadul gue ", celetuk yuliana yang tiba - tiba wajah nya menyembul di balik pintu kamar nya .
" Idih , ogah deh ! ... sana , langkahi dulu mayat tikus ", cibir kania sambil mendelikan mata nya .
Seketika suara tawa bergemuruh di dalam kamar Kania yang sempit . Tak berselang lama masuk lah mami dan papi nya andre ke dalam kamar nya , setelah mengucapkan permisi terlebih dahulu . Raisa dan yuliana pun bergantian keluar kamar , memberikan tempat untuk mereka .
Kania lalu beranjak duduk bersandar memakai bantal di punggung nya , yang di bantu oleh andre . Dia lalu merapikan rambut nya dengan sela - sela jemari nya .
" Maaf jadi merepotkan begini , mi ... pi ", ucap kania malu - malu .
Mami dan papi nya andre pun hanya menjawab dengan senyuman . Lalu mami duduk di kursi samping mama nya kania , di bergantian menatap kania dan andre anak nya , kemudian dengan sorot mata yang sendu , beliau berkata , " kania ... ! " .
" iya , mi ? ", jawab nya mengangguk sopan .
" Mami pinta sama kamu , jangan sakiti dan kecewakan anak mami , ya ... mami harap kamu bisa membahagia kan nya ". Pinta mami dengan suara yang parau menahan isak tangis nya . Papi yang berdiri di belakang mami , mengusap pelan punggung . Sosok nya yang gagah dan berwibawa , seakan - akan terlihat rapuh saat itu . Kedua mata nya sendu dan memerah menahan air mata .
kania beringsut maju mendekati mami , tangan nya meraih kepalan tangan mami yang sebelum nya berada di paha mami .
" Insha Allah , mi ... saya tidak akan mengecewakan semua nya . saya sangat mencintai mas andre , jadi mami nggak usah sedih lagi , ya ?!" , pinta kania .
Mami menatap tajam kedua manik bola mata kania , tampak jelas terlihat kesungguhan dan ketulusan untuk anak nya . seketika mami menarik tubuh kania yang ada di depan nya , lalu beliau berhambur memeluk nya .
" Terima kasih ... terima kasih sudah mau menerima lamaran anak mami . hiks... hiks ". Tangis yang sedari tadi di tahan mami pun pecah tak terbendung lagi .
Kania mengusap - usap punggung mami dan menyandarkan kepala nya di pundak mami . " Saya yang harus nya berterima kasih , mi . Karena saya bisa seberuntung ini di cintai oleh anak mami , dan mempunyai calon mertua yang baik seperti mami dan papi ".
Andre menatap penuh haru kedua wanita yang dia cintai dalam hidup nya . Dalam hati nya dia memanjatkan sepenggal doa pada Sang Pencipta .
TUHAN ku , dalam sisa umur ku yang tinggal sebentar lagi , aku mohon ... aku mohon , TUHAN ... biarkan aku menikmati kebahagian dan cinta yang sempurna seperti ini . Jangan biarkan semua berlalu begitu cepat , TUHAN ... Setidak nya nanti , aku akan pergi dengan membawa bahagia dan kedamaian