
Mulut Kania menguap , sampai sudut kedua mata nya berair , rasa kantuk mulai menyerang , tapi dia engan untuk memejamkan mata nya . Sultan mengusap lembut rambut Kania . Pantat nya dia geserkan mendekat ke sebelah Kania .
" senderkan kepala kamu ke pundak aku !" bisik sultan sambil menepuk pundak sebelah kanan nya . Kania menoleh kan kepala nya melihat sultan , terdiam sesaat . Mata nya terlalu berat untuk menahan rasa malu nya , perlahan dia pun menjatuhkan pinggiran kepala nya ke pundak sultan .
Masih duduk bersebelahan , tapi percakapan di antara mereka berdua pun sesekali terdengar pelan meskipun hanya gumaman kecil . Kania belum pernah sedekat ini dengan lawan jenis nya , walau mata nya berat , tapi perasaan nya berdesir halus , dag Dig dug suara jantung nya sedikit demi sedikit mengalahkan rasa kantuk nya .
Dengkuran keras dari Dudi dan Heru tak menghilangkan suasana yang tercipta di antara Kania dan sultan .
perlahan tak terasa kepala Kania terjatuh di kedua paha sultan yang di tekuk an ke atas . Jarak wajah antara Kania dan sultan begitu dekat , jantung Kania berdegup kencang , rasa kantuk nya hilang seketika . terlihat jelas raut wajah Sultan terpampang di hadapan nya .
Ya Tuhan , sungguh indah karya MU , begitu tampan nya lelaki di hadapan ku ini . hidung nya yang mancung , mata nya yang tajam seperti elang , alis nya yang hitam tebal seperti di lukis , bibir nya yang sensual dan sexy ... kenapa jantung ku seperti mau lompat ?. perasaan apa kah ini ?! aku tak pernah merasakan seperti ini sebelum nya, Tuhan . Batin kania
Mata mereka saling menatap penuh gelora , mereka berdua hanyut terbawa suasana yang romantis . Sultan mengusap pucuk kepala Kania dengan lembut , di tekukan kepala nya sedikit , bibir nya dia arahkan ke bibir Kania .
Kania begitu menikmati ciuman sultan , perlahan kedua mata nya bergerak pelan membuka dan menutup , dia seperti di terbangkan ke langit ke tujuh .
Tiba - tiba di tengah ciuman mereka , sekelebat wajah papa nya mengusik pikiran Kania yang sedang di penuhi napsu bergelora , sontak kesadaran Kania pun terjaga. Terbayang wajah papa nya takala menasehati Kania dan Raisa . " Papa tidak akan pernah anggap lagi kalian anak papa , jika kalian memberikan ciuman pada lelaki yang belum jadi suami kalian !" , ucap papa nya waktu dulu . Rasa takut pun mulai menyerang , bergegas Kania terduduk dan menepiskan kasar tangan Sultan . Dia tungkup kan kepala nya di kedua lutut nya yg dia tekuk , dia menangis terisak - Isak , dia merasa ada sesuatu yang terenggut dari tubuh nya , dia takut jika dia berciuman juga , dia sudah tidak perawan lagi . Sedari dulu dia sering di takut - takuti oleh Papa nya .
Sultan memeluk Kania yang sedang menangis , tangan nya membelai rambut Kania , dia kecup pucuk kepala Kania sambil berbisik pelan di telinga Kania
" Jangan menangis , Kania ... aku sayang kamu " bisik sultan
Jlebb ! ... seketika tangis Kania terhenti mendengar bisikan sultan , tubuh nya bergetar hebat seperti menemukan oase di Padang pasir , bunga - bunga pun bermekaran di hati nya , kupu - kupu seperti berterbangan di pelupuk mata nya . Bayangan ketakutan tentang ancaman Papa nya pun hilang seketika , berganti dengan kebahagiaan yang menyelimuti hati nya