First Kiss And The Last Love

First Kiss And The Last Love
BAB 10



Besok nya , Sultan sengaja mencegat Cicie di depan gerbang sekolah . Lagi - lagi dia harus mendapat penolakan dari Cicie . Sungguh Sultan merasa di permainkan oleh Cicie . Bunga yang tumbuh di hati nya harus layu sebelum berkembang . Surat yang dia titipkan lewat teman sekelas Cicie pun , tak jua mendapat balasan . Frustasi , dan perasaan kacau pun mengganggu konsentrasi belajar nya . Sultan memang termasuk anak yang pintar di kelas nya . Selain tubuh nya atletis dan mempunyai wajah yang tampan , dia termasuk cowok sepuluh besar tertampan di sekolahan . Hanya saja penampilan nya yang culun dan terlalu rapi yang membuat minus tingkat pamor nya .


"Cie ... jangan terus menghindar dari ku ! . Aku butuh penjelasan . Apa salah aku , sampai kamu jadi berubah seperti ini ? ". Sultan menghadang Cicie saat ada kesempatan latihan Paskibra . Itu pun sudah tiga hari Cicie terus menghindari diri nya .


Situasi yang tidak memungkinkan Cicie untuk menghindar lagi . Mau tidak mau dia harus menghadapi dan menyelesaikan masalah ini .


" Gua mau putus ! " Jawab Cicie dengan wajah ketus . Tubuh nya membelakangi Sultan seakan enggan untuk bertatap muka dengan nya .


" hahh ! " Sultan kaget mendengar ucapan dari Cicie . " Tapi katakan apa salah ku , Cie ? . Kenapa kamu tiba - tiba minta putus ? belum juga kita seminggu jadian ! " . Suara Sultan mendadak parau .


" Ya Gua mau putus aja ! . Lagian gua juga udah balikan lagi sama si Bambang ! " . Masih membelakangi Sultan , dia pun hendak melangkah ke arah lapangan tempat latihan Paskibra . Kakak senior nya sudah meniup peluit tanda berkumpul .


" Cie ... aku g mau putus . Aku nggak perduli kamu balikan lagi sama Bambang ". Sultan memelas ,sambil tangan nya berusaha meraih pergelangan Cicie .


" lepasin nggak ! . Gua nggak suka sama Lo ! "


" Iya tapi kenapa kamu waktu itu terima aku , cie , kalo kamu nggak suka sama aku ? "


" Nggak mungkin , Cie ! " Wajah Sultan memerah menahan emosi . Dia tidak terima dengan keputusan Cicie . Tangan nya mencengkram kuat pergelangan Cicie . Dia membalikan tubuh Cicie , dan memaksa Cicie untuk menatap wajah nya .


" Jawab dengan jujur , Cie ! .Apa ini ada hubungan nya sama Genk kamu ? . Mereka melarang kamu , iya ? " Gemeretuk suara Sultan menahan intonasi suara nya yang mulai mengeras.


Bola mata Cicie membesar saat itu juga . Wajah nya bertatapan langsung dengan Sultan . Jarak mereka begitu dekat , sampai dia merasakan hembusan napas sultan di wajah nya . Dia berusaha melepaskan cengkraman sultan


" Iya ! . Kania yang nggak suka sama Lo ! , puas Lo sama jawaban gua ? " Cicie nggak kalah balik menatap tajam mata sultan .


" Lepasin nggak , atau gua teriak nih ! " Cicie pun mulai meronta berusaha sekuat tenaga . Badan nya yang tinggi kurus , tidak sebanding dengan tenaga sultan yang tinggi atletis .


Emosi sultan pun mulai naik , sorot mata nya memerah . Dia seperti tertampar mendengar jawaban dari Cicie . Tubuh nya lunglai seketika , hingga perlahan cengkraman di tangan nya mulai mengendur . Kesempatan itu di pergunakan Cicie untuk lepas dan dia pun berlari menuju lapangan dan mulai berkumpul dengan teman - teman Paskibra nya . Tidak dia hirau kan tatapan aneh dari teman - teman nya . Seolah tidak terjadi apa - apa , dia pun langsung berdiri di belakang barisan .


Meninggalkan Sultan di taman sekolah , yang masih syok dengan kejadian tadi . Dia Jambak rambut nya sendiri dengan kasar . tangan nya memukul dinding kelas dekat taman .


Kania !!! ternyata kamu dalang dari semua ini . apa salah aku sama kamu . bahkan mengenal kamu pun , aku tidak Sudi . Lihat saja , kamu akan menerima balasan dari ku ! . Sumpah demi apapun ... aku membenci kamu , Kania !!! .