
Bunyi Alarm mengagetkan Kania dari tidur nya yang belum lama terlelap . Semalam dia tidak bisa tertidur lantaran mata nya sulit terpejam . Entah mengapa Kania baru lagi merasakan debaran di dada nya setelah sekian lama dia menutup diri dari lelaki mana pun setelah luka yang di berikan sultan , Cinta dan ciuman pertama nya.
Bergegas dia pun mengambil handuk dan mandi secepat kilat , saat melihat jam menunjukan pukul 8 pagi , sedangkan dia ada mata kuliah jam 9 .
Beruntung dia saat memasuki kelas , sang dosen belum datang . Masih ada waktu sekitar 5 menitan lagi untuk dia menarik nafas dan istirahat setelah tadi dia ngebut menjalankan motor nya .
" ya , ampun ... kemana handphone gue ?! ", Kania sibuk mengacak dan mengeluarkan isi tas nya , saat dia teringat benda pipih yang tak pernah jauh dari nya tidak ada .
" ngapain sih , dari tadi lu panik gitu ? , ngomong sendiri pula ", tanya Anjar yang duduk di samping meja Kania .
" ehm ... elu coba deh Miss call in telepon gue ! , dari tadi perasaan udah gue masukin ke dalam tas , tapi nggak ada ", ucap Kania yang terlihat bingung dan berusaha mengingat
" aktif kok ", Anjar mencoba terus menghubungi telepon Kania ," mungkin ketinggalan di rumah ! ", sambung nya lagi sambil mematikan panggilan nya ketika dia melihat dosen sudah memasuki ruangan
πππ
Kania terburu - buru menjalankan motor nya , mengapa hari ini dia bisa ceroboh sampai melupakan benda pipih yang tak pernah jauh dari nya. Sepanjang jalan entah mengapa tak seperti biasa nya dia gelisah memikirkan benda pipih nya .
Bergegas dia berlari ke dalam kamar nya ketika dia telah sampai tiba di rumah
" shit , ternyata gue lupa semalam ini telepon gue lemparin ke sofa ", gerutu nya.Tangan nya kemudian secepat nya menggeser layar telepon nya , ada beberapa pesan berderet dari Andre , lalu dia pun membaca satu persatu pesan itu
" Pagi cantik ! "
" jangan lupa sarapan , yah ! ",
" aku punya salah ya , sampai pesan aku di cuekin gini ? π"
" Maaf , yah ... kalo aku udah ganggu kamu , aku nggak akan ganggu kamu lagiπ ",
" Tapi aku nggak bisa lupain kamu , aku suka sama kamu saat pertama kali ketemu ",
Kania membesarkan kedua bola mata nya saat dia membaca satu persatu pesan dari si gunung es , mungkin dia berpikir Kania tidak menyukai nya padahal telepon nya tertinggal
Seketika wajah Kania murung , dia bingung , seandainya dia balas sekarang pun , mungkin saja si gunung es tidak akan percaya . Di urungkan kembali niat nya yang semula hendak membalas dan menjelaskan semua nya pada Andre , dia masih terdiam dan terpaku menatap layar benda pipih nya .
" ujubune ! ", Kania terperanjat kaget saat telepon nya berdering ada panggilan masuk , nyaris saja benda itu terjatuh dari tangan nya jika dia tidak secepat nya menangkap kembali .
huhh , dia pun mengelus dada nya lega saat benda itu berada aman di tangan nya . Mata nya membelalak saat terlihat panggilan masuk dari Andre yang dia save si gunung es . Secepat kilat dia pun menggeser ke kanan layar telepon nya .
" halo , maaf tadi hp ku ketinggalan di rumah . Aku baru pulang dari kampus , dan aku baru mau jawab pesan kamu ", cerosos Kania yang terdengar panik menjelaskan
" ha ha ha , tenang , ok ! aku percaya , kok "
Kania tertegun , malu hati saat menyadari ucapan tadi
" halo , masih di sana kah pujaan hati ku ? ", suara Andre membuyarkan lamunan Kania yang sedang tersipu malu
s