
Kania melangkah tergesa - gesa memasuki kafe cinta , dia sudah terlambat sepuluh menit dari waktu yang di janjikan . Siang tadi dia telah membuat janji dengan Yuliana untuk bertemu sore ini di cafe dekat campus nya , tetapi dia sendiri yang sudah membuat teman nya itu menunggu .
Tampak dari kejauhan terlihat wajah Yuliana yang cemberut . kedua tangan nya dia pakai untuk menopang dagu nya . Di hadapan nya sudah tersedia dua gelas jus sirsak yang sudah dia pesan sedari tadi .
" aduh , sorry yah , gue telat ", Kania memperlihatkan wajah bersalah nya , kedua telapak tangan nya dia tungkup kan di depan wajah nya . kemudian dia pun menyeret kursi tepat di depan Yuliana .
" Bete ah ", Yuliana mendelikan mata nya . " Lo tau sendiri kan gue itu orang nya tepat waktu ! , lagi an ... elo yang bikin janji , Lo pula yang ngaret ", yuliana menggerutu kesal .
" iya deh , maaf ! . Udah jangan ngambek lagi , gue traktir sepuas nya , deh ... buat nebus salah gue ", ucap Kania sambil menduduki kursi nya , kemudian dia pun langsung menyeruput minuman yang ada di depan nya .
" tumben lo ngajak ketemuan , terus traktir gue , pasti ada udang di balik bakwan ? ", yuliana tersenyum sambil telunjuk nya mencoel hidung Kania yang mungil .
" ish , dasar dukun ! , tau aja maksud gue ", cengir Kania sambil tangan nya mengibaskan telunjuk yuliana.
" Yul , Andre itu seperti apa sih , orang nya ? , apa dia play boy ? "
" hmm , ternyata lo mau cari info dari gue cerita nya ", cibir yuliana . Dia pun terdiam sesaat , kedua bola mata nya menatap langit - langit cafe , lalu dia menghela napas nya dalam - dalam .
" Terus terang aja , waktu itu gue kaget saat dia minta kontak elu sama gue . Setau gue ... dia itu orang nya cuek sama cewek . Gue belum pernah denger dia punya pacar sebelum nya , tapi ... entah lah kalo cuma iseng - iseng , gue gak tau ", jelas yuliana sambil mengedikan bahu nya .
Kania menyimak penjelasan yuliana , kepala nya mengangguk - angguk , telunjuk nya dia ketuk - ketukan di atas meja .
" Tadi pagi dia nelpon gue ", ujar yuliana
" terus , terus ? ", kania langsung mencondongkan kepala nya ke arah yuliana , wajah nya terlihat antusias penuh rasa ingin tahu .
" Cih , kasih tau gak , yah ?! ", yuliana meleletkan lidah nya menggoda kania .
Kania pun langsung menegak kan duduk nya kembali pada senderan kursi , wajah nya pun langsung menekuk dan terlihat kesal .
" Dia bilang ... kalo dia jatuh cinta sama elu . Terus dia besok mau datang ke indo bareng tante sama om gue . Dia nanyain semua hal tentang lo , tentang sifat dan kehidupan keluarga lo "
" terus lo jawab apa ? "
" yaelah , gue jawab aja jujur seadanya yang gue tau " , cibir yuliana sambil berdecak .
" Gue masih nggak nyangka dia bakal seserius ini sama elu ", yuliana menunduk kan kepala nya seperti menyembunyikan sesuatu .
" emang nya lo gak mau nanti nya sodaraan sama gue ? ", tanya Kania kesal .
" Bukan gitu juga , sih ! , tapi ... ", Yuliana tidak meneruskan lagi pembicaraan nya . Dia terlihat gelisah dan bingung .
" eh , udah sore nih , kita cari gaun buat besok lamaran , yuk ?! ", yuliana mengalihkan pembicaraan sambil berpura - pura melirik arloji di tangan nya .
Kania mengerutkan kening nya melihat tingkah yuliana yang janggal . Namun dia pun tak berapa lama menganggukan kepala nya pelan .
" Tapi gue gak ada duit , yul ", ucap nya dengan wajah lesu .
" Gue pinjemin dulu , deh . Ntar kapan - kapan kalo lo ada duit , lo bayar ". Yuliana tahu persis , kania bakalan menolak jika seandai nya dia tawarkan untuk membelikan nya cuma - cuma .
Yuliana pun berdiri sambil menyodorkan telapak tangan nya untuk di raih Kania . Kania pun tersenyum dan meraih telapak tangan teman nya itu .
" Terima kasih , yul ", sahut Kania . Mereka berdua pun bergandengan tangan meninggalkan cafe setelah sebelum nya membayar dulu tagihan minuman mereka
" ha ha ha ... yang lagi bucin ! , jelek gitu muka nya ! ," ledek yuliana