First Kiss And The Last Love

First Kiss And The Last Love
BAB 3



Hari pertama buat ospek pun terasa menjemukan bagi Kania . Di awali dengan pengenalan kakak - kakak OSIS dan Lagu wajib sekolahan TEBAR PESONA . Kebetulan Raisa , kakak nya Kania , OSIS yang paling di sukai para junior . Raisa yang manis , ramah dan humoris , juga pintar , banyak di sukai Guru dan siswa siswi di sekolah .


Senior OSIS yang lain , tidak ada yang berani sama Kania , karena mereka tahu kalau dia adik nya Raisa . Mereka meng istimewa kan Kania . Meskipun Kania sendiri tak peduli akan hal itu . Dia tetap saja memperlihatkan muka nya yang jutek dan menyebalkan . Tidak ada rasa takut sedikit pun ke kakak kelas atau pun Guru - Guru di sekolah .


Jam sudah menunjukan waktu nya pulang . Terlihat wajah - wajah siswa baru yang letih dan lelah . Hari pertama yang banyak menguras tenaga . Mulai dari acara baris berbaris . Acara hormat bendera di cuaca panas . Di bentak - bentak kakak OSIS , sampai lari mengelilingi lapangan.


Kania berjalan beriringan bareng Rinrin menyusuri koridor sekolah . Di gerbang sana terlihat Raisa dan Aida sudah menunggu mereka berdua .


Kania dan Aida pun menghampiri mereka dengan wajah yang lesu.


" Cape ? lemes ? ... semangat dong , baru juga hari pertama . Masih tersisa 5 hari lagi nih ! " Aida berkata sambil mengepalkan tangan nya ke atas . tanda memberi semangat .


Kania hanya tersenyum kecut dan engan menjawab .


" Pasti nya dong , kak . Apalagi lebih semangat ngeliatin kakak yang ganteng - ganteng " . Rinrin menjawab sambil wajah nya bersemu merah membayangkan kakak senior yang dia rasa ganteng di mata nya.


Ganteng - ganteng ... pala Lo peang !!! perasaan gua lihat juga , nggak ada yang mirip artis papan atas . Yang ada juga , artis papan reklame ! .


Gerutu Kania dalam hati , sambil membuang muka nya . selalu saja dia banding kan dengan sekolahan dia yang dulu . sekolah favorite . Penuh disiplin . Dengan murid - murid yang nota bene orang menengah ke atas .


Rinrin yang terlihat excited sama kakak OSIS incaran nya , terus merengek merayu Aida dan Raisa tuk membantu dia agar lebih dekat sama cowok yang dia incar .


Tanpa terasa mereka telah sampai arah gang menuju jalan rumah Kania dan Raisa . sedangkan rumah Aida dan Rinrin masih sekitaran 10 menit lagi , dengan berjalan kaki .


Mereka pun berpamitan dan janjian tuk ketemuan lagi besok di tempat yang sama .


" Kania , kakak harap kamu mulai beradaptasi sama temen temen kamu ,yah ! . Jangan perlihat kan wajah tak suka kamu depan Mama dan Papa . Mereka pasti bakalan sedih . Belajar beryukur dan menerima keadaan " .Raisa berkata sambil membuka kunci pintu rumah mereka


Kania yang berjalan di belakang Raisa , hanya menunduk dan menyimak perkataan Raisa . Tubuh nya di hempaskan ke sofa ruang tamu . Tas Selempang nya dia lempar ke sembarang tempat . kaki nya menggantung dengan sepatu yang masih menempel di kaki nya . kedua mata nya nanar menatap kosong langit rumah nya .


Dia harus mulai belajar menerima nasib . Sejak Papa nya menurun usaha nya satu tahun yang lalu , Mama nya juga bekerja tuk bantu keuangan ekonomi mereka .


Setiap hari nya Kania dan Raisa hanya berdua di rumah nya .Saat mereka berdua berangkat sekolah , kedua orang tua nya masih terlelap tidur . Dan ketika mereka berdua menjelang tidur , kedua orang tua nya baru pulang bekerja.


Begitu terus selama satu tahun ke belakang . terkadang Kania rindu bercengkrama dengan kedua orang tua nya . bercerita tentang seputar hari hari nya dia . Atau pun pergi berlibur di akhir pekan , seperti yang mereka lakukan dulu saat keuangan ekonomi keluarga nya berlimpah .