First Kiss And The Last Love

First Kiss And The Last Love
BAB 28



Sudah 2 hari terhitung dari Kania bertemu si gunung es Andre , dia sudah melupakan wajah tampan yang sempat mencuri pikiran nya , dia menepis semua bayang - bayang wajah lelaki itu .


Malam itu , seperti biasa nya sebelum tidur dia selalu membersihkan wajah nya terlebih dahulu . Tak lupa dia selalu di temani lagu - lagu slow rock dari Bon Jovi kesukaan nya


suara dering panggilan dari selular nya yang dia simpan di nakas sebelah tempat tidur nya mengagetkan dia yang sedang bersenandung, dia melirik sekilas panggilan masuk dari nomor yang tak di kenal nya , lalu dia pun mengabaikan panggilan itu dan bangkit beranjak ke tempat tidur nya .


Tubuh nya dia hempaskan ke kasur yang berukuran tidak terlalu besar , dia berguling kesana kemari mencari tempat yang menurut nya nyaman .


Dering dari selular nya betul - betul mengganggu istirahat nya , rasa penasaran ingin tahu siapa yang mengganggu istirahat nya pun timbul .


" cih , siapa yang telepon malam - malam begini ?! , apa dia tak punya etika menelepon jam segini ?! ," gerutu nya sambil mengangkat dan menggeser layar telepon nya


" halo , siapa nih ?! ", bentak Kania kasar


" duh , pake teriak segala ! , nggak punya sopan santun . Assalamualaikum , gtu cantik ".


Kania pun mengerenyitkan dahi nya kesal , nggak salah yang dia dengar , bukan nya dia yang tak punya sopan santun menelepon selarut ini .


" iyaa , Assalamualaikum ! kalo nggak ada sesuatu yang penting untuk di sampaikan , besok aja lagi telepon nya , ganggu orang aja ! " .


" Jangan marah - marah , dong ! , nanti cantik nya hilang . Wa' alaikum salam cantik ... kan indah kedengaran nya ", terdengar kekehan dari suara si penelepon


Kania pun kesal di buat nya , lalu dia pun menutup telepon nya . Namun tak berapa lama telepon nya berbunyi kembali . Sekali , dua kali , tiga kali ...


" ishh !! ", geram nya sambil akhir nya pun dia mau tak mau mengangkat telepon nya


" Bisa nggak , sih.. ka - " ucapan Kania menggantung di potong si penelepon


" ok , deh tuan putri yang galak , aku Andre ! . Maaf , aku tanpa ijin minta nomor kamu lewat Anna "


" Anna ? , Anna siapa ? ", ketus nya


" Yuliana , saudara aku . Galak banget , sih ... tapi aku nya tambah suka , he he he "


Andre ? Andre si gunung es itu ? apa tak salah yang dia dengar tadi , dia bilang suka sama aku ? , atau aku sedang bermimpi . Bathin nya sambil mencubit pipi kiri nya


" aww ! ", teriak nya kemudian saat merasakan nyeri pada pipi nya , dan ternyata dia tidak bermimpi


" eh , enggak napa Napa , kok . Tadi ada kecoa lewat , aku jadi kaget ," pura - pura berbohong


" seandai nya aku ada di situ , aku pasti pukul kecoa nya , soal nya aku nggak mau kamu ketakutan kayak tadi ", gombal nya .


" apaan sih , receh banget ", gumam Kania jutek , tapi meski begitu pipi nya pun merah merona saat mendengar gombalan receh yang terlontar dari mulut Andre .


" he he he , boleh kan aku pengen kenal kamu lebih dekat lagi ? ", tanya Andre


" aku nggak bisa lupain wajah kamu semenjak waktu kita ketemu "


" hallah , lagak nya aja sok belagu nggak mau nyalamin , sekarang bilang nya nggak bisa ngelupain ," cibir Kania sambil berdecak


Andre pun terdiam sejenak , suasana pun lalu hening . Kania merasa bersalah , mungkin kata - kata nya telah menyinggung perasaan Andre


" eh , maaf yah ... aku cuma becanda , kok ", ucap Kania memecah kesunyian


" jadi gapapa nih , aku kenal deket sama kamu ? ", Andre menyimpang kan pembicaraan . " apa nggak ada yang marah kalo aku sering - sering telepon ? ", sambung nya lagi


" ada lah ! ", jawab Kania pelan


" emm , kalo begitu ... maaf , aku nggak bakalan ganggu kamu lagi ", dari nada nya terlihat kecewa .


" iyaaa , ayah ku pasti marah kalo kamu telepon nya jam segini , ganggu orang istirahat ", Kania pun terkekeh senang telah mengerjai si gunung es


" kaa - muu , yah ! ... kirain aku beneran serius , udah patah hati aku tadi denger nya ", suara Andre terdengar kesal campur bahagia .


" ngerjain aku , untung aja kamu cantik " sambung nya lagi


Kania pun mendadak salah tingkah , dari tadi mendengar pujian cantik untuk nya . Dia pun tersipu malu , bahkan saking malu nya dia pun beguling ke sana kemari , seluruh tubuh nya sampai wajah dia tutupi pake selimut nya , sampai dia melupakan jika dia tengah menerima telepon


" hallo , hallo ... kamu dah tidur , yah ? ", suara di seberang telepon berbicara sendiri . " Yah , sudah ... met tidur , nice sleep , mimpiin aku nanti . Bye "


Tuut ... tuut ... suara panggilan pun tertutup , Kania terkejut baru menyadari , dia pun terlihat panik dan meraih telepon nya yang semula dia lemparkan di sembarang tempat .


" eh , hallo ... aku belum tidur , Andre ... ndre ", Kania gelagapan berbicara sendiri dan terlihat kesal , kemudian dia pun melemparkan kembali telepon nya ke sofa di sebelah tempat tidur nya