
Tak terasa kenaikan kelas pun telah tiba . Acara tutup liburan di isi dengan Lomba bikin tumpeng antar kelas . Biaya tumpeng patungan dari para siswa - siswi masing - masing kelas . Kebetulan kelas Kania bikin tumpeng nya di rumah Kania . Soal nya cuma rumah Kania yang bebas , orang tua Kania kan jarang di rumah . Teman - teman sekelas nya menunjuk Kania yang jadi ketua panitia pembikinan tumpeng . Kania pun mengiyakan , dengan syarat ada teman - teman nya yang nanti ikut begadang memasak di rumah nya .
" siapa saja yang bakalan nginep di rumah gua ? " Kania berteriak sambil berdiri di atas kursi nya . Memecah keramaian teman - teman kelas nya . Suasana malah tambah ramai kayak di pasar tumpah . Saling menunjuk satu sama lain , seakan enggan kalau di suruh memasak dan begadang . Dengan alasan orang tua yang tidak mengijinkan .
Kania menggaruk kepala nya yang tidak gatal . Kesal , dia pun memukul meja dengan keras nya .
" Wooyyy ... gua nanya nih ! . satu persatu deh ngomong nya , pusing gua denger kalian semua ngomong " . Suara teriakan Kania membuat suasana hening seketika .
" Barisan depan , ustadzah - ustadzah yang alim ! . Kalian bisa kan besok malem nginep di rumah gua ? " tanya Kania
Satu persatu barisan depan saling pandang satu sama lain nya . Setelah yang lain nya memberi kode pada salah satu perwakilan yang di percaya sama kelompok mereka , Supartini pun berdiri dari tempat duduk nya . wajah nya menatap Kania yang sedang berdiri di atas kursi .
" Maaf , Kania . Seperti nya kita nggak bisa nginep . Kamu tahu kan , rumah kita jauh banget sama rumah kamu . Lagian , orang tua kita seperti nya nggak bakalan ngasih ijin " . Muka harap - harap cemas dan ketakutan tersirat di wajah Supartini .
" Ya udah , kalo nggak bisa , nggak usah di paksain " . kesal terlihat di wajah Kania
" kalian gmna ?" mata nya beralih menunjuk bangku barisan kedua sebelah kanan
" paling cuma gua dan Zaenal az yang bisa ". Dudi teman satu karate sama Kania yang menjawab .
" hhmm " gumam Kania . Bola mata Kania berputar ke sekeliling teman - teman sekelas nya " Jadi cuma Genk gua sama Genk Zig - zag saja nih , yang ikut andil ? . rese Lo pada ! " Kania pun memasang wajah kesal , lalu duduk di kursi nya
" udah deh , kita - kita juga cukup banyak . nggak usah maksa yang nggak bisa . " Rinrinpun berusaha menenangkan Kania
Kania pun menoleh ke Rinrin di sebelah nya " semua pada ngikut kan ? " tanya Kania
" Cuma Cicie saja yang nggak bisa datang . Dia kan masih sakit . " jawab Yena yang duduk di depan meja Kania dan Rinrin . Badan nya memutar setengah . kursi Cicie kosong dari dua hari yang lalu . Hari kemari pas Genk Kania menengok pun , kondisi Cicie masih lemah . Asam lambung nya sudah parah .
" Ya sudah sih , nggak perlu banyak orang juga . Nanti yang ada rumah Lo jadi sempit dan berantakan " sambung Rieka .
" hiyyyaa , yang baru jadian sama si Dudi . seneng aja , nggak banyak orang , jadi bisa sekalian pacaran ". goda Rinrin
" Cih , yang mendadak bucin ! " gerutu Kania
" nanti baru tahu rasa deh , kalo Lo udah jatuh cinta ! " Rieka merengut sambil menungkupkan wajah nya dengan kedua tangan nya di atas meja .
Kania ,. Rinrin dan Yena hanya terkekeh mendengar ucapan Rieka .
" Lo sendiri gmna , Rin? si Ivan udah Lo terima belom ? " Kania melemparkan wajah nya ke arah Rinrin .
" he he he ... kayak nya bakalan gua terima deh . Kasihan juga dari dulu nggak di kasih jawaban sama gua " jawab Rinrin sambil cengengesan .
Kania menggeleng - gelengkan kepala nya sambil tersenyum . Aneh - aneh tingkah orang yang lalu kasmaran . hhiii .... Kania bergidik ngeri . Itu lah salah satu alasan dia enggan untuk jatuh cinta dan pacaran .
" kalo Lo , Yen ? gmna sama Nasir ? ". Tanya kania menunjuk dengan dagu nya . Yena pun menoleh ke wajah Kania . Muka nya langsung di tekuk seketika . Terdiam sesaat sebelum menjawab . Menghembuskan napas nya dengan berat .
" Akhir - akhir ini dia berubah , tiap gua samperin ke kelas nya , dia seperti menghindar dan mulai jaga jarak dari gua . Gosip dari kelas A , dia lagi ngedeketin si Ida , cewek tajir , yang duduk nya sebangku sama pegi , paling pojok " . Terang Yena dengan wajah sedih nya . Mata nya mulai berkaca - kaca .
" Ya udah lah , nggak usah nangisin cowok kayak gitu juga sih ,Yen ! " Geram Kania . " cowok juga bukan dia aja yang suka sama Lo " sambung Kania lagi
Yena hanya mengangguk pelan sambil menyusut air mata nya yang hendak menetes .
" kalian udah pada ngomong kan , ke orang rumah , mau pada nginep di rumah gua ? " tanya Kania , melirik satu persatu wajah Rinrin , Rieka , dan Amira .
" Sudah ! " jawab mereka serentak .
" jangan lupa bawa baju ganti . Sepulang sekolah kita langsung ke pasar belanja dulu " ucap Kania .
Mereka pun menganggukan kepala nya tanda mengerti . Tak berapa lama , kelas pun di mulai , karena Guru sudah tiba di kelas hendak memberi pengumuman .