First Kiss And The Last Love

First Kiss And The Last Love
BAB 30



" Kamu mau kan jadi pacar aku ? ", malam itu Andre memberanikan diri untuk menembak pujaan hati nya yang kerap kali menggangu di setiap hari - hari nya


" aku ?! ", tanya balik kania dengan gugup nya


" ya , iyalah kamu , emang nya dari tadi aku ngobrol sama siapa lagi ! ", Andre terkekeh gemas , seandainya saat ini dia ada berhadapan langsung mungkin dia ingin sekali mencubit pipi Kania dengan gemas nya mendengar pertanyaan yang di jawab lagi dengan pertanyaan


" bukan gitu , ih ... keliatan banget kan , gombal nya ! ", ujar Kania yang masih belum mempercayai permintaan Andre


" maksud mu ? , aku gombal nya sebelah mana ?. Nih , denger ... selama ini baru dan untuk pertama kali nya aku menyukai seorang wanita , dan --- ",


" ha ha ha , jadi selama ini kamu suka nya pria , gtu ?! ", potong Kania sambil terbahak - bahak


Suara di telepon hening , hanya terdengar helaan napas yang berat


" ma - , maaf !", ucap Kania merasa bersalah


Andre terdiam beberapa lama , dia berusaha untuk mencoba menyusun kata - kata agar Kania bisa mengerti . Setelah dirasa dia cukup mengumpul kan keberanian , dia pun mulai menjelaskan dengan terbata - bata


" Dengar Kania , aku memang tidak pernah berusaha untuk mencintai perempuan mana pun bukan berarti aku belok , aku hanya tidak ingin untuk jatuh cinta . Dan mungkin suatu saat juga kamu akan tahu alasan nya , mengapa ",


" kamu boleh tanya Yuliana , apa aku sebecanda ini sama kamu ? , aku juga nggak tahu kenapa aku bisa jatuh cinta dengan mu hanya dengan sekali bertemu . Kita tidak akan tahu , kapan , di mana , dengan siapa , rasa cinta di hati kita berlabuh . Bukan aku atau kamu yang memilih cinta , tapi cinta yang telah memilih kita ",


Kania terdiam seribu bahasa , dia tak sanggup untuk membalas semua perkataan Andre , yang dia tahu dan rasakan saat ini , dia berusaha menenangkan debaran ombak di hati nya


" halo ? , masih hidup kah kamu ? atau tertidur ? ", suara Andre di sebrang telepon mengagetkan Kania


" em , aku lagi dengerin , kok ", ucap Kania gugup


" he he he , aku kira kamu lagi di Nina Bobo in denger ceramah aku ",


" oh , iya , aku tiap seminggu dua kali suka manggung di pub dekat apartement aku tinggal , aku gitaris nya ! , bentaran lagi juga aku main ", jelas Andre mengalihkan pembicaraan


" hah ? , manggung ? ", tanya Kania heran , bukan nya Andre banyak duit , pewaris tunggal kekayaan orang tua nya . lantas ngapain juga dia harus nyari duit di pub kayak gitu , pikir Kania


" kenapa ? , heran , ya ? , ini lah hobi ku . Hobi yang di bayar , hehehe . Aku nggak mau menggandalkan kekayaan bokap atau meneruskan perusahaan beliau ! . jika di beri usia panjang , aku ingin jadi dokter merangkap gitaris ",


suara Andre terdengar menjadi lirih di telinga Kania


" baik lah , aku doa kan semoga cepat terwujud ", Kania berusaha meramaikan suasana yang terdengar mulai sedih


" wah ! , belum apa - apa udah ngasih support . Nggak salah , deh , aku milih calon istri ",


" idih , jadian aja belom , udah maen istri - istrian segala ! ", cibir Kania


" emang kamu nggak mau jadi istri ku ? , trus emang kamu yakin bakalan nolak jadi pacar aku ? , dari kemaren - kemaren kita udah ngobrol lebih dari sejam , walaupun baru lewat telepon , kalo kamu nggak suka sama aku , pasti nggak akan sedekat ini kan? ",


Kania kaget mendengar kesimpulan dan tebakan dari Andre , dia bingung harus jawab apa . Dia pun tidak mungkin harus membohongi perasaan nya yang juga menyukai Andre


" nah , diam kan ! , aku rasa diam nya kamu adalah jawaban iya buat aku . Karena aku tidak akan mau mendengar penolakan dari cinta pertama aku ! ",


" maksa banget , sih ! ", kekeh Kania


" jadi gimana , nih ? di terima nggak ? , kalo di terima aku mau ke indo , tapi kalo nggak ... aku nggak akan pernah balik lagi ke sana "


" boleh aku pikir dulu ? "


" aku mau jawaban sekarang ! , dan aku mau jawaban yang bikin aku bahagia . Satu , dua ... aku tutup telepon nya kalo sampe hitungan tiga , kamu nggak nge jawab . Tii -- ... ",


" apa ? aku nggak jelas denger nya , iya apa ? ", canda Andre


" iya , aku mau jadi pacar kamu ", lirih Kania


" lagian ada yah , nembak sambil ngancem segala ", sambung Kania ketus


" hahaha...iyes ! , mulai sekarang kamu jadi pacar aku ", sorak Andre


" beuh , maksa sih ! "


" oh , jadi kamu nggak ikhlas ? nggak sepenuh hati ? "


" bukan kayak gitu , ih ! , lucu aja kejadian nya "


" hehehe , mulai sekarang aku minta sama kamu "


" tuh , kan ... belum apa - apa udah banyak mau nya ! ", sela Kania memotong pembicaraan


" denger dulu sayang ku , cinta ku yang mungil , aku kan belum selesai bicara nya . Aku minta sama kamu , panggil nya jangan nama , dong ! , aku kan lebih tua dari kamu , panggil nya Abang , yah ! "


pipi Kania merona mendengar pujian dari Andre . Dia pun mengangguk malu


" lho , kenapa nggak di jawab ? , kalo nggak mau nggak papa , aku nggak maksa "


" eh , siapa juga yang bilang nggak mau , aku kan tadi udah bilang iya " jawab Kania , namun kemudian dia tersadar , dia mengangguk kan kepala nya dan Andre tidak mungkin bisa melihat di seberang sana


" ampun deh , gue lupa " Kania menoyor kepala nya sendiri


" ngobrol sama siapa , sayang ? , kok jadi gue elu ? ", tanya Andre heran


" eh , maaf ... maksud ku , aku lupa sesuatu mau nanya sesuatu sama Anna ", ucap nya gugup


" ya udah sayang , kamu pasti cape . istirahat , deh ... mimpiin aku , di sana kan pasti udah malem , kalo aku di sini masih sore ", ujar nya


Kania terlihat kecewa harus menyudahi pembicaraan dengan kekasih nya . Namun dia pun mulai merasakan kantuk yang menyerang


" iya , sayang , aku tidur duluan yah ! , nanti aku pasti mimpiin kamu . Dan semoga kita bisa bertemu dalam mimpi ", Kania mulai membiasakan diri memanggil sayang pada Andre


Betapa bahagia nya hati Andre kala mendengar panggilan sayang dari mulut Kania , cinta nya tersambut tak bertepuk sebelah tangan


" okay , sayang ... muaachh buat pipi kamu , muaachh buat kening kamu , dan muaachhh buat bibir kamu ",


" nggak mau bibir , belum muhrim ", rengek Kania


" hehehe , baik lah tuan putri . kamu mau nya cium apa ? "


" aku suka nya cium kening yang lama , karena ciuman kening itu udah mewakili semua perasaan kasih sayang pada pasangan "


" as your wish my lady ... muuuuaaacchhh , nite , I love you ! "


Kania terdiam sesaat , dia merasa tidak yakin Andre secepat itu mengatakan cinta , tetapu dia pun tidak bisa membohongi perasaan nya


" I love you too ", ucap nya malu - malu , kemudian secepat nya dia menutup telepon dan langsung bergulingan kesana kemari di atas tempat tidur nya