First Kiss And The Last Love

First Kiss And The Last Love
BAB 46 ( SISA KENANGAN )



Dia tak berkedip memandang lukisan besar di hadapan nya . Wajah tampan yang sedang tersenyum , duduk di sebuah kursi besar dengan kaki yang di silang kan ke atas paha nya.


Lukisan itu seolah - olah hidup dan tampak nyata , seakan - akan sedang bertatapan langsung dengan diri nya .


Di sebelah lukisan besar itu ada sebuah Foto yang berukuran setengah dari lukisan itu . Foto wajah diri nya yang di ambil oleh andre tanpa kania sadari saat andre memotret nya .


Dia menangis terharu , dia merasa terharu saat dia tahu jika dia sebegitu berharga nya untuk andre .


Lalu dia palingkan lagi wajah nya menatap lukisan besar di sebelah foto diri nya . Dia mengusap halus permukaan wajah andre dengan mata yang berkaca - kaca . Tubuh nya bergetar hebat saat tangan nya bersentuhan dengan bagian wajah kekasih nya .


" Mas , aku masih belum percaya kamu telah pergi . Aku gak tahu gimana aku harus jalani hidup ini tanpa mu "


Dia tempelkan pipi nya ke wajah kekasih nya itu , tangis nya pecah tak terbendung lagi . Dia berusaha memeluk tubuh lelaki yang sangat ia cintai itu .


" Hu hu hu ... bawa aku , mas ! . Jangan tinggalin aku , mas ". Tubuh nya berlutut di hadapan lukisan itu , wajah nya ia tutupi dengan kedua telapak tangan nya . Dia menangis meraung - raung di dalam kamar kekasih nya itu .


Pintu jati berukuran besar dan di penuhi dengan ukiran - ukiran emas bergerak terbuka . Mami yang memasuki kamar anak nya itu , terkejut saat mendapati sosok kania yang sedang menangis sambil berlutut di depan lukisan anak nya .


" Kania ! "Mami berjalan tergopoh - gopoh menghampiri kania . Dia pegang kedua bahu kania dan memapah nya untuk duduk di sofa dekat lukisan .


" Kania , sayang ... mami sungguh tidak tega melihat kamu tersiksa seperti ini ".


Butiran air mata mengalir di sudut mata mami . Dia mengibaskan uraian rambut kania yang menutupi wajah cantik nya . Di hapus nya dengan lembut air mata yang membanjiri wajah kania dengan telapak tangan nya yang halus .


" Mami tahu kamu sangat kehilangan dia , tapi sadarlah , nak ... hidup kamu mesti terus berjalan . Kamu pantas untuk bahagia . Temukan lelaki yang nanti nya bisa membahagia kan mu , walau dia tidak akan sepenuh nya menggantikan posisi andre di hati mu ".


Tangisan kania agak mulai mereda mendengar setiap kata - kata yang keluar dari bibir mami .


" Mami dan papi pun sama seperti kamu , bahkan kami lebih terpukul dari pada kamu . Tapi semua sudah suratan yang Maha Kuasa . Allah lebih sayang sama andre dan tak ingin dia terluka lebih lama lagi "


Kania terdiam mencerna semua perkataan mami . Akal sehat nya sudah mulai berjalan normal . Dia mengucapkan istighfar dalam hati nya . Mencoba melepaskan beban berat yang menyiksa di diri nya .


Mami mengusap rambut kania dan merapikan dengan sela - sela jemari nya . " Tersenyumlah , nak . Andre akan bahagia melihat kamu di surga jika kamu berbahagia . Dan perlu kamu ketahui , meskipun mami sudah kehilangan anak semata wayang kami , Allah sudah menghadirkan penganti nya untuk kami , yaitu kamu , kania ... mami dan papi sudah menganggap kamu seperti anak kami , walaupun nanti kamu menikah dengan orang lain ".


Tangisan kania yang tadi nya sudah mulai mereda , kembali keras terdengar lagi mendengar semua perkataan mami . Dia jatuhkan tubuh nya di pelukan mami .


" Mamiii ...". Teriak kania yang menangis sekencang nya memeluk tubuh mami .


" Terima kasih , mam . Terima kasih untuk kasih sayang mami dan papi . Kalian udah mau menerima aku sebagai anak . Betapa beruntung dan bahagia nya aku memiliki cinta mami dan papi ".


Mami mengusap - usap punggung kania . kedua nya menangis berpelukan . " Sekarang kita ambil air wudhu , yuk . Kita shalat berjamaah . Papi pasti sudah menunggu kita di mushola ", ucap mami sembari melepaskan pelukan kania , lalu memandangi wajah kania dengan sudut bibir yang melengkung ke atas .


Kania mengangguk dan mengusap sisa - sisa air mata di pipi nya . Dia palingkan kembali wajah nya ke arah lukisan , dia tatap raut wajah kekasih nya dari kejauhan .


" Selamat tinggal , sayang . Kamu akan selalu abadi dan jadi kenangan terindah untuk ku . Terima kasih , sayang ". lirih kania .