First Kiss And The Last Love

First Kiss And The Last Love
BAB 22



" Ka , coba Lo susul Kania ke toilet , gue takut kenapa napa nih , perasaan udah lama dia di sana ! ", ucap Rinrin yang mulai gelisah menunggu Kania yang tak jua muncul


" mendingan kita barengan aja ke sana nya yuk , sekalian gue juga mau pipis nih ! ," sela Cicie


Mereka pun berbarengan menuju toilet wanita , dan alangkah terkejut nya mereka ketika menemukan sesosok tubuh Kania yang tergeletak di depan pintu toilet


Mereka berteriak histeris sambil menangis mencoba membangun kan Kania , Rinrin berlari keluar mencoba mencari bantuan ke ruangan guru , karena seluruh ruangan sekolah sudah tak terlihat siapa - siapa lagi


Beruntunglah masih ada Guru T.U dan Guru olah raga yang masih ada di sana , mereka pun segera membawa Kania ke klinik terdekat


isak tangis sahabat - sahabat nya terdengar di ruang tunggu klinik , Rinrin menghubungi Raisa , kakak nya Kania agar segera datang ke klinik tempat Kania di rawat


Tak berselang lama Raisa pun datang tergopoh - gopoh di antar pacar nya , Erwin


" Rin , apa yang terjadi sama Kania ?! dia kenapa , Rin ?! ", Raisa yang terlihat panik pun menghampiri Rinrin sambil menangis


Pintu ruangan dokter pun terbuka , dokter cantik yang sudah berumur setengah baya pun memandang pada mereka satu persatu


" siapa kerabat pasien di sini ?" tanya sang dokter cantik pada mereka


" saya kakak nya , dok ! ", jawab Raisa sambil menyeka air mata nya . " bagaimana keadaan adik saya , dok ? ", tanya nya lagi


" Syukurlah , pasien tidak terlalu serius , dia hanya syok dan dehidrasi saja ," jawab sang dokter , sambil membetulkan letak kaca mata nya . " Saya nanti kasih resep , tolong tebus ya ! , dan juga saya kasih surat bed rest selama 3 hari , tolong berikan ke sekolah nya ya ", sahut dokter sambil tersenyum kemudian mengangguk memberi tanda pamit


" kami boleh masuk ? , dan adik saya sudah boleh di bawa pulang , kan ? ," tanya Raisa


" silahkan , pasien sudah mulai sadar barusan . Tetapi jangan dulu banyak pertanyaan yang menekan si pasien ! ," jawab dokter menjelaskan ." setelah mengurus administrasi di depan dan menebus obat nya , pasien boleh di bawa pulang ", sahut nya lagi


" iya , dok ... terima kasih banyak ," ucap Raisa . Dokter pun hanya mengangguk dan berlalu pergi


Raisa dan sahabat nya masuk ke ruangan tempat Kania , mereka menatap Kania yang sedang sesengukan menangis


" Kaniaaa ,,, kamu kenapa ? ", tanya Raisa lembut sambil mengusap kepala Kania . Kania malah memandang sahabat - sahabat nya satu persatu , kemudian dia menjelaskan kejadian terjadi saat di toilet dengan terbata - bata karena menahan Isak tangis nya


Sahabat2 nya begitu geram mendengar cerita Kania . Apalagi Cicie , dia merasa bersalah karena Kania di jadikan tumbal balas dendam penolakan cinta nya pada sultan


Raisa yang bijak pun berusaha meredam emosi adik dan sahabat2 adik nya


" baik buruk nya kelakuan manusia , akan berbalik lagi pada diri nya masing - masing . Kania ... kakak harap kamu belajar mengikhlas kan , jangan mencoba mendendam , bukan nya papa selalu mengajarkan kita untuk selalu ikhlas ?! ", dia pun berkata sambil tangan nya mengusap lembut dan mencium pucuk kepala Kania


Setelah mengurus administrasi dan menebus resep , Raisa pun memesan taxi online untuk mengantar mereka pulang dari klinik .


Di umur nya yang masih terbilang muda , dia harus bisa menjadi kakak sekaligus orang tua buat adik semata wayang nya , karena orang tua nya harus bekerja penuh untuk menafkahi dia dan adik nya