
โบ๏ธ Warning ! ๐ part dewasa ๐ค . Mohon yang masih di bawah usia 18 tahun , langsung di skip bagian ini ๐
----------------------------------------------------------------------
kamar Kania berukuran cukup luas , juga tidak terlalu banyak barang . 2 Kasur busa berukuran besar di tempelkan menjadi satu , itu pun yang satu nya pinjam dulu kasur punya Raisa . karpet tebal berbulu yang lumayan besar di taro di tengah - tengah . Di pojokan dekat tembok terdapat meja belajar dan lemari kecil dua pintu , bersebelahan dengan rak susun tempat menyimpan buku - buku dan tas Kania .
Yena dan Rieka langsung merebahkan diri di kasur , dan menutupi sebagian badan nya dengan selimut tebal . Dudi cepat - cepat ikut tiduran di samping Rieka .
" ish , ngapain Deket - Deket sih ? , belom muhkrim , tau ! " Rieka buru - buru duduk sambil memukul badan Dudi dengan guling . " sana sih , agak jauhan ! . Di karpet tuh , buat para cowok ! ". bentak Rieka sambil melotot
" wadaw , ampun beb , punya pacar galak banget sih , untung aja gua nya cinta " ucap Dudi meringis sambil menyilang kan kedua tangan nya ke atas menahan pukulan guling dari Rieka . " lagian gua nggak akan tidur ini , cuma ikut duduk manis doang " sambung nya lagi sambil merengek .
" bener yaaa ? , awas kalo macem - macem , gua sunat nanti ! " ancam Rieka dengan wajah galak nya .
" waduh , jangan dong beb , nanti habis , modal gua buat nikahin Bebeb nanti , nih " wajah Dudi memelas sambil kedua tangan nya menutupi Koboy milik nya . Gelak tawa riuh teman - teman nya melihat percakapan seru mereka berdua .
Rinrin dan Ivan duduk bersebelahan di kasur , agak jauhan dari Yena , Rieka dan Dudi .
Kania dan sultan mulai berbincang receh tak ber faedah , lama kelamaan pembicaraan mereka menjurus tentang asmara
" emang kamu belum pernah pacaran sekali pun ? " tanya sultan yang tidak percaya dengan kejujuran kania . Bahasa sultan memang tidak terkontaminasi dengan elo gua , dia selalu memakai bahasa aku dan kamu .
" iya lah , ngapain juga gua harus boong . Lagian , gua belom di ijinin pacaran sama bokap gua " jawab Kania polos , sambil tangan nya sibuk memainkan selimut yang dia pakai sebatas paha nya . " elo udah berapa kali pacaran ? " tanya balik kania
" Aku sih baru dua cewek . pacaran dari SMP sama cewek nama nya Risti , pas masuk SMU , kita udah nggak komunikasi lagi . Lalu aku pacaran sama Cicie , tapi itu cuma bentaran , trus putus deh " terang sultan , sambil menghela napas nya pelan .
Kania yang duduk di samping sultan , terdiam tak mampu melihat wajah Sultan . Perasaan bersalah terbersit di hati kania . Berharap sultan tidak tahu kalau dia yang sudah menyuruh Cicie putus dari nya .
untung aja lampu di kamar gua redup , seandai nya dia lihat wajah gua yang pucat menyembunyikan perasaan bersalah gua , mau di kemanain darah biru gua . Batin kania
" Kemarin - kemarin sih , sempat ketemuan lagi sama Risti , tapi gitu deh ... nggak jelas " Sultan melanjutkan kembali cerita nya , sambil mata nya lurus ke depan , menatap kosong ke arah tembok kamar di hadapan nya .
Mereka berdua asik ngobrol ngaler ngidul segala hal , sampai tak menyadari di sekeliling nya , teman - teman nya satu persatu sudah memasuki dunia mimpi . Kala menyadari nya , mereka berdua terkekeh bingung ,saling tatap . Kania mulai menguap ngantuk , tapi dia enggan untuk tertidur , takut nanti tidak ada yang membangunkan teman - teman nya untuk memasak pagi nanti