First Kiss And The Last Love

First Kiss And The Last Love
BAB 24



Sepulang sekolah , Kania dan Rinrin pun berangkat menuju rumah sultan di antar Yuli tetangga nya sultan , tak lupa di tengah perjalanan Kania membeli dulu buah - buahan


TENG TONG ... ! , Yuli memencet bel rumah yang berada di sebelah pintu gerbang . Tak berapa lama keluarlah seraut wajah yang cantik , berkisaran usia 30 tahun an . Dia pun melangkah menuju pintu gerbang mendekati ke arah mereka bertiga


" aku sudah antar kalian ya ! , dan itu kakak nya sultan yang paling besar ," ucap Yuli sambil menunjuk ke arah perempuan yang berjalan menghampiri mereka . " aku nggak bisa nganter kalian ke dalam , nggak apa - apa kan ?! ," tanya Yuli


" iya nggak papa ,Yul ... makasih ya , udah anter kita ," Sahut Kania . Yuli pun hanya mengangguk dan berlalu meninggalkan mereka setelah terlebih dahulu tersenyum sama kakak nya sultan


" mau nengok sultan , ya ? ," tanya nya kemudian sambil membukakan pintu gerbang rumah nya


" Iya , kak . Maaf ganggu ," ucap Kania sopan


" yuk masuk , saya panggil dulu sultan nya ," ajak kakak nya sultan , ramah . " silahkan duduk dulu , saya buat kan minum ," sambung nya lagi


" terima kasih , kak ! . tak perlu repot - repot "


" nggak apa - apa , saya panggil sultan dulu ke dalam ", sambil melangkah masuk


Tak berselang lama sultan muncul berjalan tertatih - tatih , namun saat Sultan melihat wajah Kania yang sedang duduk bersebelahan dengan Rinrin di teras depan , seketika itu juga wajah Sultan merah padam menahan amarah . wajah Sultan bagian mata nya sebelah kiri masih membiru bekas pukulan , pelipis nya sobek kecil nampak bekas jahitan


" mau apa kamu ke sini ?! ," bentak sultan penuh amarah , mata nya melotot nyaris keluar ", nggak cukup kamu suruh teman - teman mu buat keroyok aku ?! ," sorot mata nya memandang dengan penuh kebencian


" aku nggak tahu apa - apa soal pengeroyokan kamu , tan ", sahut Kania sambil beranjak berdiri dari tempat duduk nya . Air mata nya lolos begitu saja keluar dari kedua sudut mata nya . Dia pun melangkah maju mendekati sultan yang berdiri dekat pintu


" a aaku datang ke sini hendak minta maaf ," ucap nya pula sambil terbata - bata menahan Isak tangis nya . Rinrin berusaha mencegah memegang pergelangan tangan Kania , namun Kania menepis pelan tangan Rinrin dan tetap melangkah ke arah sultan


Meskipun Kania sudah tahu alasan sultan


memacari nya karena ingin balas dendam , tetap saja tubuh nya bergetar menahan rasa sakit ketika mendengar langsung dari mulut sultan


" aku mohon , aku mohon , hik hiks ... beri aku satu kesempatan lagi agar kamu bisa mencintai aku ", tubuh nya ambruk berlutut di hadapan sultan , kedua mata nya menatap penuh harap


" cih , jangan mimpi kamu , sampai kapan pun aku tak akan pernah mencintai gadis seperti kamu ! , pergi kamu dari sini !! ," sambil mendorong tubuh Kania


Kania pun terhuyung - huyung berusaha menahan tubuh nya . Dengan sigap Rinrin yang berdiri di belakang tubuh Kania yang sedang berlutut pun , menahan tubuh Kania


" bangun , Kania ! ," Rinrin mengangkat berdiri tubuh Kania yang tengah berlutut . " elo nggak pantas memohon sama dia ," dia menatap wajah Kania dan menyeka air mata di pipi nya


Rinrin membalik kan badan nya menghadap Sultan yang sedang berkacak pinggang dengan angkuh nya . Tak sedikit pun ada rasa iba di wajah dia . Rinrin maju berjalan dua langkah ke arah sultan , dan kini dia berhadapan langsung dengan wajah Sultan


" hehh !! , banci Lo !! ," sambil menunjuk dada sultan dengan telunjuk tangan nya ," kecakepan banget Lo jadi cowok ! , dapat karma nya baru tahu rasa , Lo ! ," bentak Rinrin tak kalah berkacak pinggang


" ingat yah , kakak Lo perempuan ! , gimana jika dia nanti di perlakukan seperti ini oleh lelaki ?! ,"


Wajah Sultan yang sedari tadi angkuh pun mendadak berubah ekspresi mendengar perkataan Rinrin . Dia sesaat terdiam menerawang , wajah nya terlihat penyesalan , namun ego dan keangkuhan di hati nya mengalah kan hati nurani nya


" ah , banyak bacot ! , pergi kalian ! ," bentak nya sambil jari telunjuk nya dia arahkan keluar pintu halaman nya


Rinrin pun mendekati Kania yang masih terisak - Isak tak mampu berucap . Rinrin merangkul tangan Kania dan memapah nya berjalan menuju pintu gerbang . Tak lupa dia mendelikan kedua mata nya , lalu membuang wajah nya saat bertatapan dengan Sultan