
π Bantu Vote , like & komen nya ya , Kaka2 yang cantik dan ganteng , dan semoga kebaikan kalian di balas oleh yang MAHA KUASA π Aamiin π€² Terima kasih , sayanggg kalian ππ€
πΎπΎπΎ
Semalaman Kania tidak bisa tertidur , tubuh nya berguling ke sana kemari di atas tempat tidur nya . Wajah pujaan hati nya terus terbayang di pelupuk mata nya , lembut bibir nya masih terasa menempel di bibir nya , kata - kata cinta masih terus terngiang di telinganya , saat pujaan hati nya mengatakan , " jangan menangis , Kania ,,, aku sayang kamu " . sebuah kalimat yang akan selalu dia ingat seumur hidup nya .
inilah kali pertama Kania merasakan arti nya jatuh cinta , merasakan seperti apa berciuman bibir , sungguh rasa nya indah jatuh cinta , serasa terbang ke awang - awang . Hidup nya terasa jauh lebih indah dan berwarna , senyum selalu terukir di wajah nya . Tak tampak lagi wajah ketus dan sikap nya yang selalu cuek dan seenak nya
Setiap melihat ke sudut mana pun , yang tampak hanyalah bayangan wajah kekasih nya , setiap menarik napas , yang terucap dalam tiupan nya , adalah nama sang pujaan hati nya , SULTAN ANGGARA ,,, ! , yaa nama itu lah yang kini mengisi relung hati nya yang terdalam , tersimpan rapi di dalam sanubari nya, terselip dalam setiap doa yang di lantun nya
Hingga saat mata nya terpejam pun , sang pemilik hati nya terbawa dalam buaian mimpi nya . Rasa nya dia enggan untuk terbangun dari dunia mimpi nya
πΎπΎπΎ
liburan kenaikan pun telah usai , kebanyakan siswa - siswi malas untuk memulai sekolah lagi , bagi mereka waktu bergerak terlalu cepat
Tapi lain hal nya bagi Kania , dia merasa waktu liburan nya sangat lah lama dan menjenuhkan . Karena dia tidak bisa bertemu dan melihat sang pemilik hati nya
Dengan semangat '45 , dia pun bergegas bangun lebih cepat dari biasa nya . Lama menatap diri depan cermin , wajah nya yang biasa polos dan hanya di taburi bedak bayi , kini dia memoles wajah nya memakai bedak remaja milik kakak nya Raisa . Tak lupa dia pun mengoles bibir nya dengan lupa glow
Seperti biasa nya , sahabat - sahabat Kania sudah saling tunggu di tempat biasa . Saling merindukan satu sama lain , saling menceritakan kegiatan liburan masing - masing .
Di ujung mendekati jalan masuk sekolah nya , mereka bertemu Cicie yang baru saja turun dari angkutan umum . Mereka pun memanggil Cicie , berpelukan dan berjalan beriringan , saling melepaskan kerinduan . Tetapi berbeda hal nya sama Kania , saat melihat wajah Cicie , terbersit perasaan bersalah di hati nya , mengingat dia telah jatuh cinta pada mantan sahabat nya sendiri
" Cie " Kania menghentikan langkah nya dan memandang sosok tubuh Cicie yang lagi bersenda gurau dengan sahabat - sahabat nya
" Yupz " , Cicie pun menghentikan langkah nya dan menolehkan wajah nya menghadap Kania
" gue mau ngomong " , ucap Kania lirih . Mata nya memandang lekat manik hitam di bola mata Cicie .
" sejak kapan pake ijin dulu ?! ", sahut Cicie sambil terkekeh . Sahabat - sahabat nya yang lain saling melirik satu sama lain , seakan mengerti apa yang akan di bicarakan mereka berdua .
Rinrin menarik tangan kemudian mengalungkan tangan nya di pergelangan lengan Rieka dan Yena , mempercepat langkah nya lebih duluan dari posisi Kania dan Cicie . Mereka bertiga memberi ruang buat mereka berdua berbicara
Kania menatap lama wajah Kania , menghela napas dalam - dalam , kemudian menghembuskan napas nya kasar . Melangkah kan lagi kaki nya pelan - pelan , berjalan beriringan berdua
" apa sih yang mau lo bicarain , tegang banget kayak nya ?! " , Cicie menghentikan langkah nya sesaat , menoleh ke wajah Kania
" gue mau jujur , tapi Lo jangan marah ya ?! ", Kania memandang lekat wajah Cicie , " dan gue nggak mau sampe persahabatan kita ancur , meski apa pun yang terjadi ", sambung nya lagi , dan kini jemari tangan nya pun mengambil jemari tangan Cicie , lalu saling memautkan di sela - sela jemari tangan mereka berdua
" iya lah , sampe kapan pun persahabatan kita tetap abadi ", balas Cicie
" janji ?! " , tanya Kania meminta kepastian