
Di ruang tamu tampak terlihat andre yang duduk di apit oleh mami dan papi nya di sofa panjang . sofa yang satu nya lagi , duduk Yuliana sahabat nya dan ibu nya yuliana . Agus adik nya yuliana duduk bersebelahan dengan ayah nya yuliana , di kursi plastik dekat pintu . Orang tua nya kania duduk di kursi panjang yang berhadapan dengan Andre .
Saat Kania keluar dari kamar nya di dampingi oleh raisa , semua mata langsung menoleh tertuju pada nya . Andre memandang Kania dengan penuh takjub .
" Cantik nya bidadari ku , tak salah aku memilih dia tuk jadi istri ku ". Bathin Andre
" Cie , cie ... cantik nian nih , calon pengantin ! . Mau banget nih , aku jadi pengantin pria nya ", celutuk agus yang menggoda Kania .
Andre menoleh ke arah agus dengan mata mendelik , " punya gue , jangan macem - macem lo , gus ! ", dengus nya .
" Iya lah , iya ... gue kalah cepet . Tapi kalo lo mau batalin , gue siap gantiin ya ?! ".
Semua tertawa menyaksikan perdebatan agus dan andre , namun tidak dengan mami nya andre . Tampak di wajah nya terlihat kesedihan , pikiran nya kosong entah kemana . Papi nya andre yang sedang tertawa pun , langsung berdehem lalu mengusap pergelangan istri nya . Sontak mami menolehkan wajah nya yang sedari tadi melamun , lalu dia pun berpura - pura tersenyum .
" Kebetulan kania sudah ada bersama kita disini , sebaik nya kita mulai saja acara lamaran nya ", Papi andre berkata dengan penuh wibawa , membuat semua yang tadi nya tertawa , seketika itu juga terdiam mendengarkan . Suasana khidmat pun mulai terasa .
" Saya selaku orang tua kania , hanya bisa menyerahkan segala keputusan pada putri kami . Dan kami hanya bisa memberikan restu serta doa saja untuk kebahagia an nya ", papa Kania menyahuti ucapan papi andre .
" Bagaimana , nak ... apa kamu sudah pikirkan masak - masak lamaran putra kami ? ". Papi andre mengalihkan wajah nya menatap Kania .
Kania yang sedari tadi menunduk , lalu menengadahkan kepalanya menatap papi , kemudian dia menoleh ke arah mama dan papa nya . Dia terdiam sejenak , lalu dia pun menarik napas nya dalam - dalam dan menghembuskan nya dengan berat .
" Bismillah ", gumam nya . " Insya Allah , saya bersedia menerima lamaran dari mas andre ", ucap nya lantang penuh keyakinan .
Seluruh keluarga ikut mengucap syukur bahagia , Saat semua orang bahagia , mami nya andre malah menangis tersedu - sedu . Andre yang duduk di samping mami nya pun merangkul dan mengusap lengan mami nya .
" Udah dong , mi ... jangan bersedih , doa kan andre bahagia , ya ?! ", ucapnya sambil mengecup kepala mami nya . Tetapi mami malah menangis semakin keras .
Semua terdiam dan bertanya - tanya dalam hati nya , apakan mami nya tidak setuju andre menikah dengan kania ? . Kania heran melihat reaksi calon mertua nya , dia pun menatap andre meminta jawaban . Andre yang merasa jika kania sedang mencari jawaban pada nya pun , hanya bisa menggeleng - gelengkan kepala nya sambil tersenyum .
" Maaf , istri saya mungkin terlalu bahagia ". Papi nya andre menungkupkan tangan nya memohon maaf pada orang tua Kania . " Lebih baik kita lanjutkan pada inti nya saja ", sambung nya lagi memecah suasana haru .
Kemudian papi Andre menoleh ke arah andre lalu tersenyum dan menganggukan kepala nya ,. mempersilahkan andre untuk melanjutkan ucapan nya .
Mata andre beralih menatap kedua orang tua kania . Dia menarik nafas dalam - dalam lalu berkata ," Ma , pa ... terima kasih telah merestui saya dan Kania . Saya akan berusaha membahagiakan Kania lahir bathin ". Andre mengatur dulu napas nya yang mendadak sesak karena tegang , kemudian dia pun meneruskan kembali ucapan nya . " Rencana saya untuk menikahi kania ... setelah saya selesai skripsi dan di wisuda , kira - kira sekitar dua bulan lagi ".
Kania terlonjak kaget mendengar penuturan andre , dia merasa andre belum menyampaikan secara pribadi pada nya , tentu saja itu waktu yang terlalu cepat untuk mempersiapkan segala nya .
Andre tersenyum menatap ke arah Kania , kemudian dia pun melanjutkan lagi perkataan nya . " Mungkin untuk saat ini , saya belum bisa memberikan apa - apa untuk menjadi jaminan keseriusan saya ... tapi saya mohon tanpa mengurangi rasa hormat saya sama mama dan papa , terimalah sebuah ruko yang sudah saya beli untuk membuktikan rasa cinta saya pada Kania . Semoga ruko itu bisa membantu papa dan mama , agar bisa berhenti bekerja dan membuka toko di sana . lagi pula , arak nya tidak terlalu jauh dari rumah ini ".
Mama dan papa kania hanya bisa melongo mendengar penuturan andre , mereka pun saling menatap tak percaya akan pemberian dari calon menantu nya . Mata mama mulai berkaca - kaca terharu , lalu dia pun memeluk suami nya .
" Terima kasih ... Insha Allah berkah ", ucap papa menahan rasa haru di dada nya .
Kania tak bisa berkata apa - apa , dia menoleh menatap satu persatu orang - orang yang berada di situ . Apakah dia sedang bermimpi saat ini , atau kah ini hanya lelucon saja yang di berikan oleh andre dan keluarga nya . Pandangan nya mendadak gelap , kemudian badan nya terasa lemas lalu meloroh kebawah , jatuh tak sadarkan diri .