First Kiss And The Last Love

First Kiss And The Last Love
BAB 35



Di ruang tamu tampak terlihat andre yang duduk di apit oleh mami dan papi nya di sofa panjang . sofa yang satu nya lagi , duduk Yuliana sahabat nya dan ibu nya yuliana . Agus adik nya yuliana duduk bersebelahan dengan ayah nya yuliana , di kursi plastik dekat pintu . Orang tua nya kania duduk di kursi panjang yang berhadapan dengan Andre .


Saat Kania keluar dari kamar nya di dampingi oleh raisa , semua mata langsung menoleh tertuju pada nya . Andre memandang Kania dengan penuh takjub .


" Cantik nya bidadari ku , tak salah aku memilih dia tuk jadi istri ku ". Bathin Andre


" Cie , cie ... cantik nian nih , calon pengantin ! . Mau banget nih , aku jadi pengantin pria nya ", celutuk agus yang menggoda Kania .


Andre menoleh ke arah agus dengan mata mendelik , " punya gue , jangan macem - macem lo , gus ! ", dengus nya .


" Iya lah , iya ... gue kalah cepet . Tapi kalo lo mau batalin , gue siap gantiin ya ?! ".


Semua tertawa menyaksikan perdebatan agus dan andre , namun tidak dengan mami nya andre . Tampak di wajah nya terlihat kesedihan , pikiran nya kosong entah kemana . Papi nya andre yang sedang tertawa pun , langsung berdehem lalu mengusap pergelangan istri nya . Sontak mami menolehkan wajah nya yang sedari tadi melamun , lalu dia pun berpura - pura tersenyum .


" Kebetulan kania sudah ada bersama kita disini , sebaik nya kita mulai saja acara lamaran nya ", Papi andre berkata dengan penuh wibawa , membuat semua yang tadi nya tertawa , seketika itu juga terdiam mendengarkan . Suasana khidmat pun mulai terasa .


" Saya selaku orang tua kania , hanya bisa menyerahkan segala keputusan pada putri kami . Dan kami hanya bisa memberikan restu serta doa saja untuk kebahagia an nya ", papa Kania menyahuti ucapan papi andre .


" Bagaimana , nak ... apa kamu sudah pikirkan masak - masak lamaran putra kami ? ". Papi andre mengalihkan wajah nya menatap Kania .


Kania yang sedari tadi menunduk , lalu menengadahkan kepalanya menatap papi , kemudian dia menoleh ke arah mama dan papa nya . Dia terdiam sejenak , lalu dia pun menarik napas nya dalam - dalam dan menghembuskan nya dengan berat .


" Bismillah ", gumam nya . " Insya Allah , saya bersedia menerima lamaran dari mas andre ", ucap nya lantang penuh keyakinan .


Seluruh keluarga ikut mengucap syukur bahagia , Saat semua orang bahagia , mami nya andre malah menangis tersedu - sedu . Andre yang duduk di samping mami nya pun merangkul dan mengusap lengan mami nya .


" Udah dong , mi ... jangan bersedih , doa kan andre bahagia , ya ?! ", ucapnya sambil mengecup kepala mami nya . Tetapi mami malah menangis semakin keras .


Semua terdiam dan bertanya - tanya dalam hati nya , apakan mami nya tidak setuju andre menikah dengan kania ? . Kania heran melihat reaksi calon mertua nya , dia pun menatap andre meminta jawaban . Andre yang merasa jika kania sedang mencari jawaban pada nya pun , hanya bisa menggeleng - gelengkan kepala nya sambil tersenyum .


" Maaf , istri saya mungkin terlalu bahagia ". Papi nya andre menungkupkan tangan nya memohon maaf pada orang tua Kania . " Lebih baik kita lanjutkan pada inti nya saja ", sambung nya lagi memecah suasana haru .


Kemudian papi Andre menoleh ke arah andre lalu tersenyum dan menganggukan kepala nya ,. mempersilahkan andre untuk melanjutkan ucapan nya .


Mata andre beralih menatap kedua orang tua kania . Dia menarik nafas dalam - dalam lalu berkata ," Ma , pa ... terima kasih telah merestui saya dan Kania . Saya akan berusaha membahagiakan Kania lahir bathin ". Andre mengatur dulu napas nya yang mendadak sesak karena tegang , kemudian dia pun meneruskan kembali ucapan nya . " Rencana saya untuk menikahi kania ... setelah saya selesai skripsi dan di wisuda , kira - kira sekitar dua bulan lagi ".


Kania terlonjak kaget mendengar penuturan andre , dia merasa andre belum menyampaikan secara pribadi pada nya , tentu saja itu waktu yang terlalu cepat untuk mempersiapkan segala nya .


Andre tersenyum menatap ke arah Kania , kemudian dia pun melanjutkan lagi perkataan nya . " Mungkin untuk saat ini , saya belum bisa memberikan apa - apa untuk menjadi jaminan keseriusan saya ... tapi saya mohon tanpa mengurangi rasa hormat saya sama mama dan papa , terimalah sebuah ruko yang sudah saya beli untuk membuktikan rasa cinta saya pada Kania . Semoga ruko itu bisa membantu papa dan mama , agar bisa berhenti bekerja dan membuka toko di sana . lagi pula , arak nya tidak terlalu jauh dari rumah ini ".


Mama dan papa kania hanya bisa melongo mendengar penuturan andre , mereka pun saling menatap tak percaya akan pemberian dari calon menantu nya . Mata mama mulai berkaca - kaca terharu , lalu dia pun memeluk suami nya .


" Terima kasih ... Insha Allah berkah ", ucap papa menahan rasa haru di dada nya .


Kania tak bisa berkata apa - apa , dia menoleh menatap satu persatu orang - orang yang berada di situ . Apakah dia sedang bermimpi saat ini , atau kah ini hanya lelucon saja yang di berikan oleh andre dan keluarga nya . Pandangan nya mendadak gelap , kemudian badan nya terasa lemas lalu meloroh kebawah , jatuh tak sadarkan diri .