
Andre tak pernah absen menghubungi kekasih nya , setiap hari . Setiap akan memulai aktifitas nya di pagi hari , dia selalu menyempatkan melakukan video call , siang dan sore hari nya , hanya chat biasa . Entah hanya sekedar menyapa , atau hanya mengingatkan makan dan shalat jangan lupa .
Menjelang malam , di antara jam 09 sampai jam 12 , dia terbiasa melakukan panggilan telepon , lalu beralih ke video call .
Begitu rutin nya kebiasaan yang mereka lakukan selama hampir 2 bulan . Perasaan rindu yang membuncah semakin lama semakin sulit di pendam oleh mereka .
Terkadang kania menangis saat andre telat beberapa menit saja untuk menelepon . Dia merasa takut , takut andre berpindah ke lain hati , atau meninggalkan nya tanpa alasan tak jelas .
Namun andre selalu bisa meredakan kecemburuan kekasih nya itu , walau sejujur nya dia pun tak sanggup harus berjauhan di dengan pujaan hati nya .
-
-
-
" Sayang , besok hasil skripsi ku akan keluar ... doa kan nilai nya bagus , ya ?! ". Pinta andre ketika melakukan panggilan telepon dengan kekasih nya .
" Itu pasti . Doa ku selalu bersama mu , sayang ku , calon imam ku ", ucap kania .
Andre mengalihkan panggilan telepon nya ke video , mendengar ucapan kania yang semakin menambah rasa rindu nya .
Kania menggeser tombol di layar monitor nya . Tampak wajah masing - masing yang menyorotkan kerinduan di mata mereka .
" Tunggu kedatangan ku 1 bulan lagi . Aku sudah tak sabar ingin mencumbu kamu , sayang ". Andre terkekeh saat melihat bibir pujaan nya yang begitu menggoda .
" Dasar mesum ! ", ketus Kania sebal .
" hehehe ... mesum sama calon istri , gapapa "
" Gak suka , ah ! . Pasti sebelum nya kamu udah melakukan hubungan kayak gituan sama mantan - mantan kamu , mas ". Tuduh Kania sembari berdecak kesal .
" Shuudzon , gak baik , lho ", ujar andre yang tetap memasangkan senyum di wajah tampan nya .
" abis nya ... kamu kayak yang udah biasa gitu , mas ". Kania mengerucutkan bibir nya .
" Salah sendiri kamu , cantik . Lagian ngapain itu bibir di manyun - manyunin gitu ?! . Aku jadi tambah gemas pengen ngelumat nya ".
" Tuhhh... kan !!! ". Suara kania meninggi dengan mata tajam membesar .
" Nanti akan aku buktikan saat malam pertama kita , sayang . Uh , aku tak sabar ingin membelah duren mu dan menciumi mu dari ujung rambut sampai ujung kaki ".
" Masss... aku tutup telepon nya , deh ! . Kok , jadi mesum dan ngelantur gini omongan nya .
Andre malah tertawa terbahak - bahak melihat kania yang tengah marah .
Kania mengerenyitkan kening nya penuh keheranan . Tidak biasa nya Andre bertingkah seperti ini , sesuatu yang membuat kania bertanya - tanya .
Tiba - tiba andre terbatuk di tengah suara tawa nya . Batuk nya terdengar aneh di telinga kania .
" Mas ? , mas , kamu baik - baik aja , kan ? ", tanya nya dengan penuh kecemasan .
Namun batuk andre tak kunjung berhenti , sampai - sampai dia menyudahi panggilan telepon nya .
Kania menjadi panik seketika . Dia pun mencoba melakukan panggilan video berapa kali , tetapi andre tak kunjung menjawab nya .
Setelah berkali - kali dia menelepon , baru andre menjawab .
Kania terkejut dan bertambah khawatir , saat melihat wajah andre yang terlihat pucat , nyaris seperti mayat .
" Mas ... kamu kenapa , mas ? ". Kania menjadi panik , sudut mata nya mulai mengeluarkan cairan kristal .
" A- aku ... aku gak apa - apa . Kamu jangan khawatir , ini cuma batuk biasa . Cuaca lagi gak bagus di sini ". Andre mencoba menenangkan kania yang mulai menangis .
" Batuk nya , gak biasa , mas . Besok ke dokter , yah . Jangan buat aku gak tenang ". Kania mulai sesengukan .
" Iya sayang , besok aku ke dokter . Sekarang aku pengen istirahat dulu , yah ! . Besok pagi aku telepon lagi ". Andre berusaha menyudahi
panggilan nya .
Kania hanya mengganggukan kepala nya . Sorot mata nya masih menyiratkan ke khawatiran .
" I love you , my queen . Mimpikan aku dalam tidur indah mu ", ucap andre , yang masih menahan rasa batuk nya .
Belum sempat Kania menjawab nya , layar monitor mendadak gelap. Panggilan di putuskan oleh andre .