First Kiss And The Last Love

First Kiss And The Last Love
BAB 8



" Rin , Gantian duduk lah . Gua pengen duduk sama Kania , nih ! . Ada yang mau gua omongin ." Virga mencolek bahu Rinrin , memandang sekilas ke arah dia .


" ah , Aku males duduk sebelahan Ivan . Genit dia , gombalin mulu ! " .


" bentaran deh , Rin. Dua jam pelajaran juga udah bubaran ini " . Virga mulai meletakan buku nya di atas meja Rinrin , menggeser paksa tempat duduk Rinrin .


Dengan wajah kesal , Rinrin pun bergerak pindah ke arah belakang meja Virga dan Ivan .


Kania melirik sekilas ke samping tempat duduk Virga . " mau ngomong apaan sih ? . Muka Lo kusut gitu " . tanya Kania


" Lo tau kan , gua udah sebulan pacaran sama anak kelas D . Si Nindia yang bule itu ? " Virga menarik kasar rambut nya ke belakang . " kemaren gua dapet surat dari dia . Lo baca sendiri , deh ! ". Virga mengeluarkan selembar kertas dari dalam buku nya .


Kania membaca isi surat tersebut . Mata nya melotot saat membaca isi nya . " Appaa ? . gila aja si Nindia , masa dia cemburu sama gua sih ! . Lagian dia kurang PD gmna , wajah jauh sama gua . Apa coba yang dia cemburuin ? . trus apa alasan dia larang Lo gaul sama gua dan Genk gua ? " Kania menahan emosi nya dengan sorot mata penuh amarah .


" entah ! . gua juga nggak ngerti alasan nya . Tapi yang pasti nya , gua juga nggak mungkin jauhin Lo sama yang lain nya . Gua udah nyaman sama kalian . Sohib - sohib gua ! " . jelas Virga .


" udah deh , Lo jangan terlalu di ambil hati . Gua bisa ngatasin nya , kog ! " Virga mencoba menenangkan Kania .


Suara guru di depan kelas yang menerangkan pelajaran pun , sedikit pun tak di hiraukan mereka berdua . Suara berisik murid - murid bagian bangku belakang pun , sudah di anggap biasa oleh guru - guru . Sudah bisa di bayang kan , jajaran bangku belakang semua di duduki oleh Genk nya Kania dan Heru . Mana ada yang berani sama mereka . kecuali Guru killer , Fisika dan matematika .


Bel pulang pun berbunyi , jam pelajaran terakhir selesai . Murid - murid satu persatu berlomba keluar kelas . Kania CS paling terakhir keluar dari kelas


Sontak Kania kaget , begitu keluar dari pintu kelas , seseorang menarik paksa tangan nya dengan kasar .


" hehh , Lo ! . Dasar p*re* ! . Lo Napa sih , pengaruhin cowok gua ? . Dia lebih memilih Lo sama CS Lo , di banding gua ! . Jangan - jangan Lo pake susuk ya , buat deketin dia ? " wajah jelas Nindia kini berhadapan dengan Kania .


Murid - murid yang masih berjejalan di luaran kelas langsung tertuju pada mereka berdua . Serasa mendapat tontonan gratis , sontak suara riuh dari siswa siswi berteriak . Suasana pun mendadak panas dengan pertengkaran mereka berdua .


" oh , jadi elo yang bikin tulisan di tembok kamar mandi ? . Lo cemburu sama gua ? . Tanyain sendiri noh sama pacar Lo , kenapa dia lebih milih gua ! . Habis nya Lo cantik juga , hati sama mulut Lo busuk , sih ! Lo cari masalah sama gua ? " Kania menunjuk dada Nindia dengan kasar .


Tak terima di perlakukan seperti itu , Nindia melayangkan tangan hendak menampar Kania . Suasana hening mencekam , siswa siswi yang menonton pun , menarik napas mereka , membayangkan tamparan Nindia yang sebentar lagi mendarat di pipi Kania .


Grrekkk ... Kania menahan tangan Nindia dengan cepat . Di pelintir nya tangan Nindia ke belakang punggung Nindia . Nindia menjerit keras , menahan rasa sakit di pergelangan tangan nya . posisi Kania di belakang badan Nindia . Masih memegang pergelangan tangan Nindia , kepala Kania mendekat ke telinga Nindia , sambil berkata keras ke arah nya . sampai - sampai hembusan napas kasar Kania terasa di telinga Nindia .


" Lo lupa kalo gua anak karate ! . Kalo Lo ngajak ribut sama gua , Lo salah sasaran . Lo cari mati , tau ! " bentak Kania .


Masih menahan nyeri di tangan nya , Nindia meringis mengasuh mencoba melepas kan tangan nya .


Riuh tepuk tangan siswa siswi yang menonton , suara yang meneriakan nama Kania seolah bergema di seantero kelas .


" Kania , Nindia ! . Kalian ikut Bapak ke ruang kepala sekolah ! " . Suara teriakan Bapak kepala sekolah dan Guru BP , sontak membuat riuh suara penonton menjadi sunyi senyap . berhamburan mereka pada membubarkan diri nya masing - masing .


Kania melepaskan cekalan tangan nya dengan kasar , senyum kemenangan tersungging di bibir nya . Sementara Nindia dengan rasa malu , dengan wajah yang menunduk berusaha mencoba menahan air mata yang menetes di sudut mata nya .


Mereka berdua pun di giring menuju kantor sekolahan . Sahabat - sahabat Kania , masih setia menunggu di pos satpam dekat gerbang sekolah .


Setelah Kania menjelaskan duduk permasalahan nya pada Bapak kepala sekolah dan Guru BP , dengan bukti yang kuat surat yang di tujukan Nindia ke Virga , serta bukti coretan di tembok toilet , Nindia pun di paksa oleh Kepala sekolah dan Guru BP untuk meminta maaf pada Kania . Mereka berdua pun di suruh menanda tangani surat perjanjian dengan keterangan , tidak ada lagi pertengkaran dan dendam di antara mereka .


Meski di hati Nindia masih menyimpan kebencian terhadap Kania , dia pun dengan terpaksa meminta maaf dan menanda tangani surat perjanjian tersebut . Berakhir


dengan berjabat tangan dan berpelukan .