
Kania ingin sekali membenci sultan ,tetapi hati nya berkata lain . Cinta sesaat , seumur jagung , namun menorehkan kenangan indah juga luka yang begitu dalam di sejarah percintaan nya .
Miris memang , teramat perih untuk nya , bahkan butuh waktu lama untuk menghapus jejak dan kenangan sultan dari ingatan nya .
Dia menghabiskan hari - hari liburan nya untuk naik turun gunung , menjelajah dan mendaki gunung bersama para pendaki di sekolahan nya
percintaan yang hanya berumur 3 bulan tapi butuh berapa tahun untuk melupakan nya . Setidak nya kesibukan di dunia lelaki mampu mengalihkan perhatian nya untuk menghapus kenangan itu
Ya , Kania sekarang menginjak kelas terakhir , dan sebentar lagi kelulusan . Ada beberapa lelaki yang mencoba mendekati diri nya , tetapi Kania tetap tak bisa membuka hati nya untuk siapapun . Bahkan pernah ada satu lelaki teman Raisa , kakak nya jatuh cinta pada nya , nama nya Ricky , jauh lebih tampan dari Sultan , terus menerus mencoba membuat Kania jatuh cinta pada nya , namun hati kania seakan sudah membatu
Hingga akhirnya timbul rasa iba di hati kania untuk mencoba membuka hati nya dan menerima cinta Ricky walau pun sulit dia jalani . Ricky mencoba bersabar dan tak pernah menyerah dan luluh , meskipun sikap Kania pada nya selalu dingin
Hampir 7 bulan lama nya Kania mencoba menjalani kisah kasih nya bersama Ricky , namun tetap saja sulit diri nya untuk jatuh cinta . Sampai akhir nya Kania pun memutuskan Kisah nya bersama Ricky , karena dia tak ingin lebih menyakiti lelaki yang begitu baik dan selalu sabar mencintai diri nya .
Kini Kania telah kuliah tingkat dua , dia satu kampus dengan Rinrin sahabat nya , sedangkan Yena dan Amira harus kembali lagi ke Ciamis mengikuti orang tua mereka yang pulang ke kampung halaman nya .
Sahabat nya Rieka , selepas keluar SMU , tak berapa lama pun dia menikah . Sudah jelas dia menikah dengan Dudi yang sudah di pacari nya dari dulu . Dudi masuk Militer dan di tugaskan dinas di Banten , sehingga Rieka pun harus mengikuti suami nya pindah ke sana
Cicie melanjutkan kuliah nya di Jakarta , mengambil jurusan kedokteran , dan kini dia telah bertunangan dengan lelaki berdarah Malaysia .
Meskipun jarak telah memisahkan mereka , tetapi komunikasi selalu terjaga . Persahabatan mereka tidak pernah putus , dan setiap ada waktu yang memungkin kan , mereka gunakan untuk bisa saling berjumpa
Kania kini sudah menjadi wanita dewasa , yang telah mengenal make up dan mampu merawat dan mempercantik wajah dan tubuh nya . Dia sudah jarang mendaki gunung , hingga kulit nya yang dulu kecoklatan terkena sengatan sinar matahari , kini menjadi putih bersih dan terawat
" kalo gue siapa , yul ? ," tanya Kania pada teman sebangku nya dulu , saat satu persatu saling mengingat satu sama lain nya
" gue tahu kalo dia Sondang , yang dulu duduk nya di belakang meja gue ", sahut Yuliana yang menunjuk ke arah Sondang yang berdiri di sebelah Kania , waktu di hotel XXX , acara reuni
" nah , kalo gue ?! ," tanya Kania lagi mulai kesal merasa di acuhkan
Yuliana mengerutkan kening nya lama , berpikir keras mencoba mengingat - ingat siapa wanita di hadapan nya , kemudian dia pun menjawab
" entah , gue nggak kenal ! , mungkin adik kelas ," ucap nya menyerah sambil mengedikan kedua bahu nya
" ya ampun , yulll ... gue Kania , teman sebangku Lo dulu ! , keterlaluan banget sih , elo nggak ngenalin wajah gue ! ," gerutu Kania
" hahhh !!! , KANIA ?! ," Mata nya melotot tak percaya ," Lo operasi plastik ?! ," sahut nya
" iyaa , gue Ka - ni - a ! ," dia pun mengeja menekan kan nama nya . " Dan gue nggak pernah oplas ! ," jawab nya sambil berdecak kesal
" Ya ampyuun ! ", masih tak percaya , Yuliana memandang nya lekat - lekat . menatap nya dari atas rambut sampai ujung kaki , kemudian berputar mengelilingi tubuh Kania
" gila ya , Lo Kania yang dulu Tomboy , sekarang jadi cantik banget , anggun dan feminim ", menggelengkan kepala nya ," ck ck ck ... gue masih kagak percaya nih ! "
" ish , elo yah ! ," sambil memukul gemas bahu teman nya itu . " Jangan percaya sama gue , nanti musyrik , percaya tuh sama Allah ! ," ucap nya lagi sambil terkekeh