Eleven Nights On A Cruise

Eleven Nights On A Cruise
Part 25 : ENOAC



Baru saja Fuji ingin menghampiri pengawal itu, tapi tangan kekar sudah lebih dulu menarik tangannya dari belakang. Ia pun berbalik untuk melihat pelaku yang menarik tangannya. Namun tiba-tiba ia tersentak saat tau siapa orang yang menarik tangannya.


"Kau!" seru Fuji yang tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.


"Sstt... pelankan suaramu," ucap seseorang yang menarik tangan Fuji. Ia seorang pria dengan pakaian hitam seragam yang mirip seperti yang dipakai para pengawal.


"Lepaskan tanganmu dari tanganku!" perintah Fuji dengan tegas sambil menghentakkan tangannya.


Pria itu langsung melepaskan pegangan tangannya dari Fuji. Ia menatap Fuji dengan intens. Kemudian berkata, "Kita bicara di sana. Orang-orang akan curiga, kalau kita bicara di sini."


Pria itu lantas berjalan mendahului Fuji. Ia berjalan ketempat yang lebih sepi. Sebenarnya mereka berdua bisa saja bicara di tempat tadi. Tidak ada pengawal yang melihat mereka. Hanya saja, itu akan menarik perhatian para pengawal.


Fuji menghela nafas kasar. Namun ia tetap mengikuti pria itu. Mereka berdua menuju ruangan yang nampak seperti gudang di kapal itu. Tapi ternyata itu ruang kosong.


Tidak ada penjagaan di sana. Dan setelah mereka berhenti di tempat yang sangat sepi itu, Fuji dengan segera menerjang pria itu dengan mendorongnya ke dinding.


Bug!


Fuji menekan tubuh pria itu di dinding. Sedangkan pria itu hanya menanggapi dengan tersenyum.


"Sebenarnya katakan padaku semuanya sekarang! Kalau tidak, aku akan memutus lehermu itu dengan belatiku!" ucap Fuji tajam sambil kembali mendorong pria itu hingga tersungkur ke lantai.


"Seharusnya aku yang berkata seperti itu. Kenapa kau bisa berada di kapal ini?" balas Pria itu sambil menatap Fuji.


"Sudahlah, Rey. Jangan mengalihkan pembicaraan. Aku akan menjelaskannya padamu. Tapi sebelum itu, katakan padaku secepatnya! Kenapa kau ada di sini dengan penampilan seperti pengawal? Bukankah kau seharusnya di rumah utama?" tanya Fuji menekan setiap kata-katanya dengan tegas.


"Aku ke sini karena misi—" ucap Pria yang dipanggil Rey oleh Fuji.


"Misi? Maksudnya?" tanya Fuji mengerutkan keningnya. Karena ia tau, kalau Rey tidak mungkin akan menjalankan misi yang mudah. Apalagi Rey yang ia kenal, merupakan seorang tangan kanan mafia kejam.


"Aku sedang melakukan misi. Dan kau tidak perlu tau apa misinya. Sebaiknya sekarang, kau yang katakan. Kenapa kau bisa ada di sini?" ucap Rey membalas tatapan Fuji dengan tak kalah tajamnya.


"Hei! Kau! Jaga tatapanmu itu dariku! Kau tidak sopan bicara dengan tatapan seperti itu padaku!" seru Fuji tak suka sekaligus untuk mengalihkan pembicaraan. Karena ia tidak ingin menjawab tentang keberadaannya di sini yang masuk ke kamar seorang pria. Bisa-bisa, Rey akan melapor pada Atsushi—Ayah angkatnya.


"Jangan mengalihkan pembicaraan. Kau sudah menghilang dari rumah sejak seminggu lebih. Bukannya menyambut kedatangan Tuan, kau malah berkeliaran hingga ke kapal ini?" sahut Rey menatap Fuji curiga. Hal itu membuat Fuji sedikit gugup. Tapi karena sudah terlatih, Fuji malah mendatarkan ekspresinya.


"Aku tidak hilang. Tapi aku diculik," jawab Fuji singkat. Ia tidak ingin mengatakan lebih banyak pada Rey. Lagipula ia harus bertemu dengan Alan yang saat ini menunggunya di jazzuki kapal ini. Ia berjalan keluar dari ruangan itu. Tapi Rey langsung berkata, "Kau mau kemana? Kita belum selesai bicara."


Roy kembali menahan langkah Fuji. Membuat Fuji menatapnya dengan jengah. "Apalagi sih?" tanya Fuji sambil menatap kembali Rey.


"Kau belum mengatakan semuanya padaku. Mengapa kau bisa berada di kapal ini? Kalau kau di culik, tidak mungkin jika yang menculikmu adalah pemilik kapal ini kan?" tanya Rey secara beruntun.


"Untuk apa aku memberitahumu? Kau saja, tidak memberitahuku tentang misimu itu. Kau tau prinsipku kan?"


Rey mengerutkan keningnya, saat mengingat prinsip yang pernah dikatakan oleh wanita di depannya ini. Ia pun berkata, "Fifty fifty. Ck, prinsip macam apa itu."


"Kau sangat mencurigakan—"


"Kau juga mencurigakan, sialan!" potong Fuji Dan langsung melayangkan tinjuannya pada Rey.


Bugh! Rey kembali tersungkur ke lantai. Ia tidak melawan sama sekali. Seolah sudah terbiasa, ia menerima perlakuan Fuji yang nampak kesal padanya.


"Tapi kau memang mencurigakan. Huh... baiklah, kita berdua yang mencurigakan," ucap Rey meralat perkataannya tadi.


"Beritahu aku misimu. Maka akan ku beri tau tentang keberadaanku di sini," ketua Fuji.


"Untuk apa aku beritahu tentang misiku padamu? Lagipula, untuk keberadaanmu di sini, aku akan mengetahuinya sendiri nanti. Bisa di lihat dari gerak-gerikmu yang sedari tadi mengawasi kapal ini. Seolah mencari ruang untuk kabur," ungkap Rey membuat Fuji tersentak. Ia menatap Rey dengan intens sebelum berkata, "Kau sudah memperhatikanku sejak tadi?"


"Kenapa? Kaget? Kalau aku tidak memperhatikanmu sedari tadi, aku tidak akan mungkin menarikmu ke sini." Rey tersenyum remeh karena berhasil membuat anak angkat majikannya itu tersentak kaget.


Tapi tidak lama kemudian, Rey yang langsung dibuat terkejut dengan tingkah Fuji yang tiba-tiba memeluknya. "Hey! Kenapa kau memelukku! Lepaskan!" pekik Rey dan mencoba melepaskan diri dari pelukan Fuji.


"Aku tidak akan melepasmu. Sebelum kau berjanji untuk membuatku kabur dari tempat ini," ucap Fuji mengerahkan pelukannya.


"Lepaskan aku sialan! Kau lupa aku mengidap OCD? Kau tidak bisa menyentuhku seperti ini!"


"Biar saja. Aku tidak peduli kau pingsan di sini. Kalau kau tidak ingin pingsan, maka berjanjilah." Fuji memang sengaja melakukan ini. Karena ia tau kalau Rey mengidap penyakit OCD.


"Baik—lah... aku janji. Ja—di, lepaskan pelukanmu. Aku tidak bisa bernafas," ucap Rey pasrah seraya berjanji.


Fuji tersenyum kemenangan. Ia sudah mendapat satu pion yang akan memudahkannya keluar dari kapal ini. Ia pun melepaskan pelukannya sebelum berkata, "Baguslah... jangan lupa untuk menepati janjimu, Rey. Aku pergi dulu." Fuji meninggalkan Rey yang sedang mengatur nafasnya yang tersengal setelah berurusan dengan Fuji.


Tuan Atsushi adalah seorang Yakusa di Jepang. Lebih tepatnya, di kota Nagasaki. Dan anak kandungnya adalah seorang pria yang akan menjadi pewaris Tuan Atsushi. Anak dari Tuan Atsushi sangat datar dan kejam hingga mampu menjadi mafia di usia muda.


Rey pun ditugaskan oleh Tuan Atsushi menjadi tangan kanan anaknya. Apalagi Ia memang seumuran dan hidup bersama dengan anak kandung Tuan Atsushi. Selama bekerja bersama dengan Tuan Atsushi, ia hanya akan menangani sifat datar dan kejam dari anak kandung majikannya itu.


Tapi setelah Tuan Atsushi mengangkat anak perempuan yang merupakan Fuji, bukan hanya kehidupan Rey yang berbalik. Tapi kehidupan anak dari Tuan Atsushi juga berubah drastis. Fuji membawa perubahan dalam keluarga Atsushi selama 12 tahun.


.


.


.


.


.


.