Daniar Larasati

Daniar Larasati
Cinta Bertepuk Sebelah Tangan



Ckittt,,,


Suara rem dari beberapa mobil yang baru saja tiba. 5 mobil jeep wrangler sport berhenti di halaman vila milik Orlando malam ini. Tamu tak di undang itu datang. Menjalankan misi yang di perintahkan oleh bos mereka.


Mereka turun dari mobil bersamaan. Lalu berjalan menuju vila dengan pemimpin mereka yang berada di depan.


Saat hendak masuk, mereka di hadang oleh beberapa anak buah Orlando.


Yohan, pemimpin klan itu melirik ke arah anak buahnya, memberi tanda perintah agar mereka maju melawan musuh di hadapannya.


Kyaaa!!


Beberapa anak buahnya melawan musuh di depan pintu masuk. Yang lain ikut dengannya melangkah maju menerobos paksa masuk ke dalam vila.


Di dalam kamarnya, Orlando duduk di atas ranjang tidurnya. Menatap gadis yang ia sayangi sedang terlelap dalam tidurnya.


"Izinkan aku membahagiakanmu, Daniar," gumamnya lirih sambil mengelus perlahan rambut gadisnya.


Dari luar ruangan, terdengar ketukan perlahan dari seseorang.


Tokk,,tokk


"Masuklah Jack."


Jack segera masuk ke dalam. Membuka pintu secara perlahan agar tak membangunkan Daniar yang sedang tertidur pulas.


"Ada apa Jack," tanya Orlando seraya beranjak dari atas ranjang tidurnya.


"Tuan,, di luar banyak anggota sebuah klan sedang menyerang vila ini. Dan ia menyebut nama tuan dengan nada tinggi," ungkap Jack.


"Siapa mereka?? Apakah ini ulah Adhitama," pikir Orlando.


"Mungkinkah ini ulah Adhitama, tuan." Jack berfikiran sama seperti dugaan Orlando.


"Lalu,, bagaimana dengan anak buah kita. Percuma aku membayar mereka mahal jika tak bisa membereskan situasi seperti ini," tutur Orlando yang mulai nampak gusar.


"Saya mohon tuan muda segera pergi untuk sementara dari sini bersama nona Daniar," kata Jack yang mulai mengkhawatirkan tuannya.


Jack, asisten setia dari Orlando. Juga menguasai banyak teknik bela diri. Kemampuan menggunakan beragam senjata juga tak di ragukan lagi.


Saat Sean masih hidup, ia berpesan kepada Jack agar selalu menjaga dan melindungi adiknya itu dari bahaya. Sejujurnya, Sean, maupun Orlando, mereka semua ialah orang yang baik. Namun, karena selalu merasa di sakiti dari hinaan yang tak bisa ia terima, sifat kejam penuh kejahatan itu muncul dan mendarah daging di tubuhnya.


Naas, saat Sean sudah berhasil membalas semua rasa sakitnya, ia tewas di tangan Adhitama. Anak dari pasangan yang di bunuh oleh Sean di masa lalu.


"Tak akan aku biarkan kamu melawan mereka sendiri, Jack," kata Orlando.


Tiba-tiba,,


Brakk!!!


Seseorang membanting pintu kamar dengan keras,


"Heii!! siapa kalian. Beraninya masuk secara paksa ke dalam vilaku," teriak Orlando.


Suara ricuh teriakan membangunkan Daniar. Mendapati banyak orang berada di dalam kamarnya membuatnya terlonjak kontan.


"A--ada apa ini. Siapa kalian," tanya Daniar mulai ketakutan.


"Semua anak buahmu tumbang melawan kami. Kini, kalian harus ikut denganku menemui bos kami," kata seorang pria bernama Yohan.


Jack merogoh pistol di dalam saku jas hitamnya, lalu menyodorkan pistol itu ke arah musuh di hadapannya.


"Jangan mendekat, sampai berani menyentuh tuan muda, aku tak segan menembakkan peluru ini menembus kepala kalian satu per satu," ancam Jack menyeringai.


Tubuh gadis lemah itu bergemetar hebat. Ketakutan, melihat Jack bersama pistol di genggamannya.


Otaknya refleks mengingat memori kejadian lalu, saat ia di sekap oleh Sean dan merasakan kekerasan dari Gio.


Tubuhnya beringsut bergeser mundur di atas kasur, melihat Orlando menambah langkah menghampirinya.


"Tidak!! Jangan mendekat. Pergi!!"


Orlando tetap memaksa mendekat ke arahnya. Ia merasa sangat khawatir melihat keadaan Daniar yang saat ini sedang tertekan.


"Menjauh darinya!!," teriak seseorang yang baru saja tiba.


Orlando tersentak, saat indera penglihatannya mendapati sosok Adhitama di sana.


Langkah kakinya terhenti seketika. Lalu Adhitama melintas tepat di hadapannya, menghampiri Daniar di atas ranjang tidur.


Pria itu memandang nanar tubuh gadisnya yang meringkuk ketakutan.


"Heii,, sayang tenanglah. Jangan takut, aku di sini," ucap lembut Adhitama di awal pertemuan mereka.


Ia menggenggam erat tangan kanan Daniar, lalu mengecup kening gadisnya.


"Adhitama, kau kah itu," Daniar memeluk tubuh kekar itu dengan erat.


"Iya, aku Adhitama. Aku berjanji tak akan pernah meninggalakanmu, sayang," Adhitama terus menciumi kening Daniar. Berangsur turun ke pipi putih dan mendaratkan bibirnya menyatukannya dengan bibir merah merona gadis itu.


Pemandangan di hadapan Orlando kini, sedikit menyadarkan hatinya. Melihat Adhitama sanggup menenangkan Daniar, menampik keras pemikirannya selama ini. Ia pikir, Daniar tak akan bahagia bersama Adhitama. Yang selalu di kejar oleh musuh. Yang dunianya penuh kegelapan. Semua perkiraanya selama ini salah besar.


"Bos,, kita apakan mereka berdua," ucap Yohan dengan tatapan menghakimi.


Adhitama hanya diam, tak menjawab membalas pertanyaan anak buahnnya.


"Sayang, kita pulang ya sekarang," ucap lembut Adhitama sambil menatap Daniar.


Daniar mengangguk cepat. Adhitama bergerak cepat, segera meraih pinggang mungil gadis itu lalu membopong tubuhnya.


Daniar mengalungkan ke dua tangannya di leher Adhitama. Meringkuk membenamkan wajahnya di bahu kekar pria itu.


Adhitama melintas di hadapan Orlando begitu saja seraya berucap "Lepaskan mereka, Yohan."


Ia meredam rasa marahnya saat ini. Menilai perbuatan Orlando melakukan semua ini semata-mata karena rasa cintanya kepada Daniar. Melihat Daniar begitu ketakutan, membuat dirinya serasa ingin mati saja. Yang terpenting baginya, ia mendapati cinta dari Daniar begitu sangat mendalam untukknya.


"Jack,, turunkan pistolmu," pinta Orlando.


Jujur,, kali ini Jack bisa sedikit bernafas lega. Melihat Orlando mengalah saat Adhitama membawa Daniar. Jack tahu, posisi Adhitama tak akan bisa terganti oleh siapapun. Jack tak mau Orlando terus memaksakan egonya, semakin berlari semakin dalam jelas terasa sangat menyakitkan.


*Kisah yang mengiris hati, cinta bertepuk sebelah tahan.


Melepaskan. merelakannya, memang menyakitkan.


Namun tak semua yang di cintai harus di miliki.


***** BERSAMBUNG *****


Sekali lagi author mengingatkan untuk para pembaca.


Jangan lupa like, komen, serta votenya.


Tambahkan juga novel ini di list favorite kalian.


Semoga kalian suka dengan cerita novel dari author rempahan peyek ini.


Terimakasih banyak author ucapkan.


Tunggu episode selanjutnya.


Bye bye* ,,,