
Rangkaian sinar rembulan menemaniku malam ini. Sinarnya yang terang membuatku tak bisa berpaling menatapnya.
Lia datang menghampiriku. Menemaniku duduk bersama di halaman belakang.
"Lia sedang apa malam-malam kamu duduk di sini??".
"Banyak hall yang sedang aku pikirkan lia".
"Aku mengerti daniar. Semua hall yang kamu lalui pasti sangat tidak mudah untukmu, tapi aku selalu ada di sampingmu daniar, apapun itu yang akan terjadi kedepanya".
"Terimakasih banyak lia. Kamu sahabat yang sangat aku sayangi".
"Ooh iya daniar kamu belum menjelaskan kepadaku siapa laki-laki yang mengantarmu pulang waktu itu?".
"Lia dia adhitama, ia juga lelaki yang malam itu bersamaku di hotel dan ia juga yang menolongku dari cengkraman tuan hendra . Ia sudah banyak menolongku lia di saat aku dalam masalah. Tapi aku tak menyangka aku bisa tidur bersamanya malam itu".
"Apa katamu adhitama??? Apakah dia adhitama CEO group perusahaan tama ??"
"Iya begitulah lia. Aku juga baru tau namanya setelah beberapa kali menolongku".
"Daniar tahukah kamu betapa mengerikanya orang itu!!!. Ia sangat di kenal dengan pria berhati dingin dan tega terhadap musuh-musuhnya. Apakah kamu juga tau kalau adhitama itu pendiri Clan Tiger ???. Clan yang sangat terkenal kejam dan wilayah kekuasaanya yang sangat luas !!! .
"Iya aku sudah mengetahui itu semua lia. Tapi aku yakin adhitama pria yang baik, tidak sama dengan seperti rumor yang beredar".
"Daniar kenapa pipimu merona kemerahan, jangan-jangan kamu suka kepada adhitama??"
"Tidak-tidak.. Jangan bicara sembarangan lia. Mana mungkin aku suka padanya".
"Benarkah apa yang kamu ucapkan daniar??. Mungkin kamu berkata tidak menyukainya daniar, tapi ekspresi wajahmu menunjukan hal yang berbeda".
"Drtttttt drtttttt" suara Hp daniar berbunyi.
"Iya hallo siapa ini??".
"Hallo daniar, ini aku adhitama".
"Apa,,, adhitama???".
"Baru berpisah denganku tadi, apakah sudah lupa dengan suaraku!!!".
"Bukan seperti itu. Aku tidak menyangka kamu menelponku. Dari mana kamu tahu No Hp miliku???".
"Daniar, tidaklah susah untuk mencari tahu semua tentangmu bahkan No hp mu ini aku dapatkan dari waktu tidak lebih dari 15menit".
"Adhitama kenapa kamu menelponku malam-malam begini???".
"Aku lihat kamu sedang mencari pekerjaan. Maksudku aku mau kamu bekerja saja di perusahaan miliku. Bagaimana apa kamu mau???".
"Apa yang kamu ucapkan adhitama??? apa kamu sungguh-sungguh!!! ".
"Iya daniar, aku mau kamu bekerja di tempatku. Besok pagi datanglah ke kantorku. Selanjutnya akan kita bicarakan besok saat bertemu".
"Baiiikkklah, terimakasih adhitama".
"Sama-sama daniar. Aku tunggu besok kamu di kantor, Ok".
"Ok".
Aku seperti tak percaya akan semua ini. Adhitama menghubungiku dan mengajakku bekerja di perusahaan miliknya. Tak aku sangka hidupku selalu berkaitan dengannya.
"Apakah itu tadi adhitama, daniar???" tanya lia kepadaku.
"Iya lia, itu adhitama. Ia memintaku datang ke kantornya besok pagi".
"Daniar kenapa kamu ingin bekerja, bukankah aku bisa memberimu uang untuk kebutuhanmu dan nisa. Seharusnya kamu tidak perlu bersusah payah seperti ini!!! ".
"Iya daniar, sudah aku duga kamu akan menjawabku seperti itu. Karna aku tahu persis dari kecil kamu selalu mandiri, selalu tak ingin merepotkan orang lain. Baiklah besok aku antar kamu ke kantor adhitama ya. Please!!! ".
"Ok lia. Ayo kita masuk dan tidur. Hari tak terasa sudah larut malam".
*************
Pagi ini aku beranjak turun dari ranjang tidurku dan membuka gorden jendela kamarku. Hangatnya Sinar mentari pagi menerobos masuk ke dalam ruang kamarku.
Semalaman aku tidak bisa tidur. Entah kenapa selalu terlintas wajah tampan lelaki itu. Merasa tak sabar akan datangnya hari ini untuk bertemu lagi denganya.
Aku buru-buru pergi ke kamar mandi. Hari ini aku berjanji akan datang ke kantor adhitama.
Selesai mandi aku membuka lemari bajuku. Memilah milah, mencoba satu persatu pakaian mana yang cocok untukku hari ini. Ini bukan seperti diriku yang seperti biasanya. Aku heran kenapa aku tiba-tiba seperti ini. Serasa ingin berpenampilan cantik dan sempurna di hadapanya.
"Toook tokkk".
"Daniar aku langsung masuk aja ya" ujar lia dari luar kamar.
"Iya masuklah lia".
"Kenapa kamu belum bersiap-siap daniar???".
"Lia jujur aku gak tau ada apa pada diriku pagi ini, tak seperti biasanya. Dari tadi aku memilih baju yang cocok yang akan aku kenakan saat pergi nanti. Ini bukan aku yang seperti biasanya".
"Hahahaaaaa astaga daniar... Sini ayo kamu ikut aku ke kamarku".
Lia menarik tanganku pergi ke kamar nya.
"Ayo sini duduklah di depan meja rias ini daniar".
"Lia kamu mau ngapain".
"Duduk yang tenang dan menurutlah. Serahkan semua penampilanmu hari ini kepadaku. Ok ".
Perlahan lia merias wajahku. Memakaikan lipstik merah muda di bibirku, menghias rambutku dan memberi acsesories kepadaku.
Lia mengambil sebuah dress simple nan cantik dari lemarinya. Semua yang di miliki lia adalah barang-barang bermerk ternama.
"Daniar coba berkacalah, kamu sungguh sangat cantik. Aku memberi riasan natural yang tidak terlalu mencolok di wajahmu, karna wajahmu sudah sangat cantik daniar, jadi di poles sedikit make up jadi tambah cantik seperti ini".
"Wahhhhh lia kamu sangat pintar merias dan memilih dress untukku, terimakasih banyak lia. Nanti kalau aku sudah kerja dan dapat gaji aku akan membayar semua ini ya".
"Daniar aku tidak akan sudi menerima uang darimu. Semua ini sudah aku berikan untukmu, jadi jangan ada pikiran untuk memberiku uangmu. Aku tidak butuh itu".
"Baiklah lia, sudah-sudah jangan marah ya sama perkataanku.mari kita berangkat".
Aku turun dari tangga menghampiri nisa yang sedang menonton Tv.
"Nisa, kakak hari ini akan pergi keluar bersama kak lia, nisa di rumah jaga diri baik-baik ya".
"Waahhh kakak, sangat cantik hari ini. Kakak ini masih pagi kakak mau pergi kemana??".
"Kakak mau datang ke kantor teman kakak nisa, kemarin dia menelpon kakak menawari kakak pekerjaan di sana"
"Kakak semangat ya, kakak pasti di terima bekerja di sana".
"Terimakasih adik kakak yang manis. Kalau gitu kakak pergi dulu ya, dadaa nisa".
Bersambung*******